Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
rumah suami (Rania)


__ADS_3

acara pernikahan pun berakhir pukul dua belas malam, karena ternyata teman dari Rania dan Aditya datang.


Arkan dan Aryan terpaksa mengantarkan kedua gadis itu karena sudah malam sekali, dan mereka khawatir akan terjadi sesuatu pada keduanya.


Rania dan Aditya masuk kedalam kamar untuk beristirahat, sedang para pria membereskan semuanya.


tapi mereka hanya memindahkan tenda itu karena besok akan di gunakan untuk acara megengan.


sudah di pastikan jika besok akan sangat ramai di mushola depan rumah.


terlebih kali ini Raka adalah ketua panitia, dan di pastikan semua akan heboh belum lagi dengan dua putranya yang tak kalah persis dengan ayah mereka.


bahkan keduanya sudah menyiapkan semua susunan acara untuk besok, dan sekarang mereka memilih pulang untuk istirahat.


"kamu tidurlah dek, pasti kamu lelah," kata Aditya yang selesai berganti baju dan akan melaksanakan sholat Sunnah.


"iya mas," jawab Rania yang memang sedang berhalangan jadi tak bisa ikut sholat dengan Aditya.


setelah sholat Aditya pun melipat sajadahnya dan memilih tidur beralaskan karpet di bawah.


pasalnya dia tak ingin membuat Rania tak nyaman jika dia memaksakan untuk tidur di ranjang yang sama.


malam pun terlewati dengan sangat kondusif, entah malam itu tak ada gangguan sama sekali.


keesokan harinya, suara adzan membangunkan Aditya dan bergegas ke mushola.


sesampainya di sana, ternyata sudah ada semua keluarga Rania, mereka semua nampak begitu khusyuk.


Raka yang pagi ini menjadi imam dan Rafa yang memberikan ceramah setelah sholat subuh.


Rafa memberikan ceramah sekitar lima belas menit, dan Raka juga memberikan pengumuman tentang megengan.


setelah itu semua buru-buru pulang untuk melakukan pekerjaan masing-masing.

__ADS_1


sedang dua pemuda itu masih bercanda dan menyiapkan semua untuk acara nanti malam.


Aditya tersenyum melihat kedua muridnya itu, ternyata dua pemuda itu memang suka membantu.


Adri menepuk bahu Aditya, "melihat apa nak?"


"ayah, ini saya melihat kedua pemuda itu yang nampak begitu giat membantu, bahkan di sekolah juga, mereka tidak pemuda pada umumnya," puji Aditya.


"entahlah, kedua orang ini memang benar-benar memiliki sifat seperti ayah mereka, dan mudah tersentuh seperti ibunya, dan itu sering menjadi pujian dari semua orang, sudah ayo pulang nak, pasti istrimu sudah bangun dan selesai membuat sarapan," kata Adri.


"iya ayah," jawab Aditya yang berjalan bersama.


keduanya pun pulang ke rumah, ternyata benar jika Rania sudah menyiapkan sarapan.


mereka pun sarapan bersama, setelah itu bersiap untuk pulang ke rumah Aditya sebentar karena Aditya harus mengecek rumah agar tak berantakan.


"aku ikut mas, gak papa ya," mohon Rania.


"baiklah, tapi kita pinjem motor siapa ya, kemarin aku naik mobil yang di bawa pulang oleh tetangga ku," kata Aditya.


"baiklah dek, jangan lupa apem dan pisang, soalnya orang tua ku sudah meninggal," kata Aditya menginggatkan.


"tenang mas, ku sudah menyiapkan semuanya, sekarang ayo kita pergi," ajak Rania.


"baiklah," jawab Aditya yang meminjam mobil dari Adri.


keduanya pun berangkat, tapi tak terduga Aryan mencegat keduanya.


"ada apa sih dek," marah Rania.


"mbak yang cantik, dan kakak ipar ganteng, bapak kepala sekolah yang baik juga, tolong beli air mineral sepuluh dus ya, lima air mineral dan lima minuman yang manis ya, boleh?" kata Aryan dengan senyum yang memohon.


"baiklah anak ganteng, kami pergi dulu ya," kata Aditya tertawa.

__ADS_1


"mas ih... Aryan ini kebiasaan," kata Rania.


"udah gak papa dek, ini juga untuk semua warga yang berdoa jadi gak papa kok," jawab Aditya.


Rania merasa jika Aditya begitu baik, sedang Aditya merasa jika ini adalah akibat dari hormon yang tidak seimbang karena pms.


sesampainya di rumah yang modern tapi terlihat nyaman berwarna coklat dan putih.


"ayo msuk, biar kamu tau ini salah rumah kita nantinya," kata Aditya mengulurkan tangannya saat membukakan pintu.


Rania pun memegang tangan Aditya, dan berjalan masuk kedalam rumah, ternyata rumah itu cukup berantakan karena kegiatan semalam.


Rania pun melihat sebuah foto pernikahan yang terlihat pasangan yang begitu serasi, dan foto yang membuatnya terkejut.


"itu adalah foto siapa?" tanya Rania yang menunjuk dua pigura di dinding.


"oh foto itu, foto pernikahan orang tua ku dan juga diriku saat kelulusan adik laki-laki ku, dan dia meminta maaf karena tak bisa hadir di pernikahan kita karena mengambil S2 di Kairo," kata Aditya menerangkan sambil membereskan semua barang.


Rania pun mengangguk dan menguatkan hatinya, sekarang hidupnya hanya milik Aditya seorang yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.


Rania pun menaruh tas kecilnya di meja, dan langsung membantu Aditya membersihkan rumah.


Rania pun cukup cekatan, bahkan saat Aditya mengepel rumah, Rania mencuci piring yang kotor.


setelah tiga jam rumah itu pun bersih, saat melihat tasnya Rania kaget karena lupa tak membawa pembal*t ganti.


"ah, bagaimana ini .." lirih Rania sedih.


"ada apa dek?" tanya Aditya yang heran melihat Rania tak kunjung keluar dari kamar mandi di kamar.


"mas bisa aku minta tolong, aku tadi lupa membawa pemb*l*t, jadi bisakah tolong belikan benda itu mas? karena aku tak bisa keluar dengan kondisiku," kata Rania yang melihat Aditya.


"baiklah tunggu di sana, aku akan beli di warung tetangga sebentar," kata Aditya yang buru-buru pergi.

__ADS_1


Rania kaget karena tak mengira jik suaminya yang memiliki wajah garang dan dingin bisa melakukan hal sebaik itu.


__ADS_2