Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
buka puasa bersama


__ADS_3

"baiklah, sekarang para gadis cepat siapkan makanan untuk kedua calon keluarga besar kalian berdua," perintah Sekar.


"tentu Tante," jawab keduanya.


ratu dan Emily pun segera masuk dan mulai menyiapkan semua keperluan yang di butuhkan.


"ya tuhan, kenapa begitu ramai sih," kesal Aryan.


dia pun keluar dan hampir menabrak ratu yang membawa piring, "awas ih, kamu ini bukan bantu tapi malah hampir membuatku menjatuhkan ini semua,"


"maaf Ratu, kalian sudah datang ya, aku akan bantu, ayo Arkan kita bantu untuk menata Semuanya," ajak Aryan.


"baiklah," jawab Arkan.


mereka pun keluar dan mulai menyiapkan karpet dan semua yang di butuhkan.


Emily masih membuat saus untuk cocolan ayam panggang, Arkan pun bergegas menghilang saat tak melihat Emily.


"heh dasar saudara tak tau adat, kenapa ninggalin ini belum selesai woy..." kata Aryan kesal.


"sudah sih, jangan marah-marah nanti kamu cepet tua, jelek, dan kendur, aku tak mau punya pasangan seperti itu, ih..." ledek ratu.


"tidak kok," jawab Aryan tersenyum malu mendengar ucapan ratu.


Arkan menemukan gadis yang dia cari dari tadi, pantas aku tak melihat cahaya karena mendung eh.. ternyata matahariku disini." kata Arkan saat melihat Emily.


"hei tuan muda, sejak kapan kamu suka mengimbau begitu, itu seperti bukan dirimu," ledek Emily tertawa.


"kenapa, aku tak bohong loh, sedang buat apa sih, aromanya begitu enak, tapi tak sewangi yang membuatnya, terlebih tak semenarik kamu," kata Arkan lagi.


Emily pun menyikut perut Arkan, "sudah jangan jadi Aryan yang suka mengatakan hal aneh, itu tidak seperti mu, dasar kamu ini," kesal Emily yang sudah memerah wajahnya.


Arkan pun duduk dan memperhatikan Emily yang masih sibuk memasak, "bagaimana nak sausnya sudah?" kata Wulan yang masuk ke dapur.


"hei anak ini kenapa disini, sana bantu ayah mu dan yang lain," perintah Wulan yang menjewer telinga Arkan.

__ADS_1


"Amma... tolong biarkan aku disini, kasihan kan jika gadis secantik ini di biarkan sendirian," kata arkan memohon.


"tidak ada, sekarang sudah ada Amma, jadi kamu ke depan bareng yang lain," kata Wulan tak bisa di bujuk.


"baiklah, Emily jangan merindukan ku ya, karena aku pasti sedih karena rindu itu berat, biar aku saja," kata Arkan yang membuat Wulan gemas.


"sudah pergi sana," kata Emily yang makin malu mendengar ucapan dari Arkan.


Arkan pun keluar dan membantu menyiapkan semuanya, ternyata Aditya juga sedang membawa kue yang tadi di bawa.


keluarg Rizal juga sudah datang, mereka terlihat begitu happy. "assalamualaikum..." sapa Rizal.


"waalaikum salam, ayo duduk pakde, sekarang kita bahas tentang beberapa doa yang bisa menyelamatkan diri dari serangan sihir, dan Rafa silahkan," kata Raka.


"baiklah kultum ini akan di mulai,"


"Aryan tolong baca keempat surat itu," perintah Raka.


Aryan membaca surat muwwizat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas), dan juga ayat kursi.


semua pun merasa begitu tersentuh, tak terasa tinggal beberapa menit lagi untuk berbuka puasa.


Emily membagikan es buah dan kurma terlebih dahulu, karena biasanya keluarga itu akan sholat terlebih dahulu sebelum makan.


tak lama terdengar suara Adzan magrib, dan mereka pun menikmati suguhan yang tersedia.


"Alhamdulillah .... mari kita baca doa dulu, Arkan pimpin doa," kata Raka pada putranya itu.


"bismillahirrahmanirrahim, Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin. Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah. amiin.."


"amiin..." jawab semua orang.


mereka pun mulai minum air dulu, baru kemudian makan kurma dengan jumlah ganjil, dan baru minum es buah yang sudah di buatkan.


Emily memperhatikan semua tata cara yang di lakukan keluarga Wulan, setelah sedikit mengganjal perut.

__ADS_1


mereka pun mulai bersiap untuk sholat magrib, dan ratu membawa beberapa buah yang sudah di potong ke mushola.


dia dan Rania menyediakan untuk para orang yang berbuka di mushola, sedikit berbagi baik terlebih di bulan Ramadhan.


"Amma.. boleh aku ikut sholat, atau jika ayah mau membantuku untuk mengucapkan dua kalimat syahadat," kata Emily.


"Alhamdulillah .... Allahuakbar!" kata Aryan yang mendengarnya.


"baiklah nak, ayah akan membantumu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, tapi setelah itu kamu tidak boleh panggil om, tapi harus dan wajib panggil ayah ya," kata Raka.


"yey.... dasar maunya," kata Arkan yang sebenarnya sangat senang.


Emily duduk di depan Raka di saksikan semua keluarga besar Arkan akan mengucapkan dua kalimat syahadat.


bahkan gadis itu sudah cantik dengan mukenah berwarna biru yang sebenarnya khusus di beli oleh Arkan.


"bismillahirrahmanirrahim..."


"bismillahirrahmanirrahim..." kata Emily mengikuti ucapan Raka.


"ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WAASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH."


"Asyhadu an laa ilaaha illallah, waasyhaduanna Muhammad Rasulullah," jawab Emily yang begitu fasih.


"Alhamdulillah ..." kata semua orang.


Wulan pun memeluk Emily yang kini resmi memeluk agama Islam, dan akhirnya mereka pun sholat berjamaah.


Emily bahkan sempat menangis saat memanjakan dia, dan semua bingung bagaimana bisa Emily yang batu masuk agama Islam bisa susah begitu banyak mengerti.


"kamu sudah mempelajari semuanya nak?" tanya Sekar saat Emily kembali ikut berkumpul.


"iya Tante, saya dapat buku dari Arkan untuk belajar agama Islam, dan buku itu berisi semua bacaan atau doa jadi aku mempelajarinya," kata Emily menjelaskan.


Sekar pun ikut bahagia, dan kini semuanya makan bersama, dan Wulan tak mengira jika Sekar akan memiliki putri yang mungkin akan menyelamatkan dirinya dan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2