Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
hal buruk terjadi.


__ADS_3

Gadis hanya bisa pura-pura tidur, pasalnya dia melihat ada sesosok bayangan hitam uang duduk sambil mengelus tubuh Siska.


Gadis hanya bisa berdiam membekap mulutnya sendiri, dan akhirnya dia pun tertidur.


keesokan harinya, setelah sarapan mereka akan pergi, tapi saat selesai berkemas, lagi-lagi dia mendengar suara teriakan dan ******* dari Siska.


tapi kali ini gadis itu melakukannya di suatu tempat, "dia kemana kita harus segera pulang," gumam Gadis yang mencari Siska.


dia pun pergi tanpa memberitahu yang lain, karena mereka semua fokus berdebat bagaimana cara turun karena kaki Fero.


Raka terus mengikuti Gadis hingga masuk kedalam hutan, dan disana Gadis bertemu dengan seorang pria tua.


"pergi!!" teriaknya dengan suara keras.


Gadis langsung lari sekencang yang dia bisa, karena dia tak ingin mati konyol.


tapi saat sampai di tempat camping, ternyata semua sudah pergi meninggalkan dirinya di sini.


"Fahri!! Arkan!! Randi!!" teriaknya dengan keras.


dia pun berlari lagi mengikuti jalan setapak untuk turun ke basecamp. tapi di tengah jalan ada sesosok makhluk hitam yang menghadangnya.


"tidak, aku tidak boleh disini, aku harus pulang," kata gadis berlari ke arah makhluk itu.

__ADS_1


tak terduga mahluk itu membuat tubuh Gadis yang kecil itu mental dan masuk jurang.


beruntung karena tersangkut dahan pohon jadi tubuhnya tak menghantam bebatuan di bawah sana.


Raka pun memutuskan untuk menyudahi penglihatannya. "ada apa mas? apa ada masalah serius?"


"sudah tenang saja, insyaallah semua akan baik," jawab Raka.


"terima kasih ya Allah," kata Fahri bersyukur, karena Gadis tak memiliki saudara atau keluarga.


jadi Fahri yang menjaga gadis itu sampai sadar nanti, sedang kondisi fero juga membaik karena makhluk yang ingin ikut sudah di usir juga.


Gadis pun membuka mata, Fahri langsung memanggil dokter untuk mengecek kondisi dari wanita cantik itu.


"Alhamdulillah tuan, Semuanya baik, dan dua hari lagi juga sudah di perbolehkan pulang, tapi setelah itu harus istirahat setidaknya dua bulan dan tak boleh melakukan pendakian dulu," kata dokter


"baik dokter, saya mengerti dan akan menjaganya," kata Fahri yang bisa bernafas lega.


"Alhamdulillah, akhirnya adik ipar sehat, sudah kapan di resmikan, orang tua juga sudah setuju mau apa lagi, kalian bisa kuliah dan mengajar bersama sebagai suami istri dan tak akan timbul fitnah, dan lagi tak perlu takut di tikung orang lain," kata Raka.


"iya mas... iya, panjang banget wejangannya," kata Fahri tak bisa membantah.


sejujurnya dia juga takut jika Gadis akan di miliki oleh orang lain, terlebih dua sudah menyimpan rasa itu dari mereka SMA.

__ADS_1


tapi sayangnya Fahri tak berani mengungkapkan perasaannya karena takut jika nanti Gadis malah membencinya.


Raka pun menghubungi istrinya untuk menyiapkan segalanya, dan akan mengadakan lamaran secepatnya saat mereka pulang nanti.


Wulan pun setuju begitupun orang tua mereka, terlebih Gadis adalah menantu idaman yang di inginkan oleh Bu mut.


setelah semua setuju Raka akan bertanya pada Gadis, dan terlihat gadis itu sedang duduk termenung.


"assalamualaikum gadis," Saia Raka.


"waalaikum salam mas raka, ada apa mas?" tanya Gadis yang sedikit heran melihat Raka.


"sebenarnya ini tak pantas aku tanyakan di sini, tapi sebelum Semuanya terlambat, boleh aku tanya apa kamu mau menjadi istri dari adik iparku, Fahri?" tanya Raka langsung.


"kenapa mendadak mas, dan lagi mas Fahri tak menyukai dan memiliki perasaan itu, aku tak mungkin menikahi pria yang tak mencintai ku," jawab Gadis.


"kamu salah, di setiap doanya hanya nama mu yang di sebut, aku hanya gemas saja melihat dia yang tak pernah berani bertindak karena status kalian yang bersahabat, jadi aku mewakili bapak dan ibu mertua, ingin melamar mu untuk Fahri sebagai istrinya," kata Raka memberikan sebuah Al-Qur'an pada Gadis.


"insyaallah saya terima, karena saya juga mencintai mas Fahri dari lama," terang Gadis sambil malu.


"Alhamdulillah, pernikahan kalian akan di laksanakan secepatnya, dan tolong beritahu keluarga mu, ah ... tidak biar aku saja," kata Raka meminta nomor telpon.


"keluarga saya sudah meninggal dunia semuanya mas, hanya tinggal saudara jauh, jadi saya sendiri disini," jawab Gadis sedih.

__ADS_1


"kamu sekarang tidak sendiri, aku dan keluarga ku adalah tempat pulang my sekarang, kami keluarga mu sekarang, mengerti," kata Raka, gadis pun mengangguk dan merasa bahagia.


__ADS_2