Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
penglaris itu umum.


__ADS_3

"eh Arkan tumben kamu mau di ajak para gadis, biasanya kamu paling anti tuh," bingung Aryan


"boleh dong aku menikmati masa remaja ku saja, karena tak perlu menutup diri untuk berteman dengan siapapun, terlebih punya wajah tampan bisa di andalkan dong," kata Arkan yang percaya diri.


"terserah dah, yang penting kita makan gratis ayo," ajak Nino yang merangkul Aryan.


tapi Arkan menghentikan keempat gadis yang akan pergi bersama mereka itu, "ada apa Arkan?" tanya Niken.


"nanti sebelum masuk kedalam warung, biarkan aku melihatnya dulu, karena aku tak bisa sembarangan makan, kata Arkan tersenyum di depan Niken.


"tentu saja, asal kamu dan teman-temanmu ikut, aku tak keberatan kok makan di mana pun," kata Niken yang malu.


mereka pun berangkat mengunakan motor masing-masing, dan saat sampai di tempat mie ayam yang di maksud.


Arkan mengeleng pelan, dan mereka pun menuju ke tempat langganan dari Arkan dan Aryan.


"mas brewok, pesan mie ayam spesial delapan dan minumnya es jeruk," kata Arkan yang langsung memesan.


mereka duduk dalam satu garis, Amer pun terlihat langsung bisa akrab dengan teman kelas.


"Arkan boleh tanya gak? kenapa tadi kita tak jadi masuk ke tempat tadi? bukankah di sana sangat enak loh?" tanya Niken penasaran.


"bukan apa, aku melihat warung mie ayam itu ramai tapi ada sesuatu yang ada di atas rombong jualannya," terang Arkan.


"aku juga lihat, dan melihat saja aku mual karena jijik," tambah Aryan uang juga bisa melihat hal itu.


"benarkah? berarti warung itu melakukan pesugihan?" tanya Niken berbisik.


Arkan mengangguk dengan serius, Niken pun tak percaya, melihat temannya itu kaget, Arkan tersenyum tanpa sadar.


"Arkan sekarang makin ganteng ya, karena sering tersenyum, Aryan yang biasanya selalu mengikuti ratu, sekarang pendiam ya, padahal kami suka Aryan yang dulu mudah akrab dengan siapapun," kata Dita.


"maaf ya cantik, bukan maksudku begitu, aku hanya kurang enak badan, aku kan gak bisa berubah kayak power rangers jadi kalau sakit ya diam," terang Aryan.


"benarkah? apa kamu ingin makan sesuatu biar bisa sembuh dan merasa enakan?" tanya Dita khawatir.

__ADS_1


"beri saja dia coklat dan kuaci rasa original," terang Arkan yang memijat tengkuk dari Aryan sambil tersenyum.


"ah... Arkan tersenyum tampan, membuat kaki meleleh," kata keempat gadis itu.


Nino dan Amer pun ikut merasa geli melihat reaksi dari keempat gadis itu, tak lama pesanan dari Arkan datang.


mereka pun langsung meracik dan makan bersama, bahkan Arkan membatu para gadis yang kesulitan menuang saos.


"em... ini enak," kata Niken sambil terus menggoyangkan kepalanya.


Arkan tersenyum melihat reaksi gadis di depannya itu, pasalnya Niken persis seperti kucing di dasbor mobil.


setelah selesai makan, Arkan meminta tolong pada penjual mie ayam itu untuk memfoto mereka.


setelah itu mereka semua membuat Grup untuk saling belajar bersama atau hanya untuk ngobrol akan makin dekat.


mereka pun meng-upload foto tadi di sosial media masing-masing, dan tak lupa dengan foto yang ada di bukit sumberboto juga.


Arkan dan Niken berebut untuk membayar, tapi Niken kalah karena Arkan memaksa untuk mentraktir mereka semua.


"Arkan ini ulang tahun ku," kata Niken.


"terima kasih ya, kamu baik deh, nanti kalau ada yang tak bisa dalam pelajaran, kamu bisa membantuku ya," mohon Dita.


"tentu, nanti share saja di grup sekalian kita belajar bareng," jawab Arkan.


mereka semua pun berpisah, Niken adalah putri dari juragan yang sangat terkenal di desa yang cukup jauh.


bahkan kekayaan orang tuanya tak bisa di ragukan, tapi gadis itu sangat sederhana dan juga berjilbab.


Arkan tak tau jika di kelasnya ada anak perempuan yang sangat menyenangkan meski mereka berjilbab tapi bisa menjaga semua batasan.


Aryan dan Arkan pulang dan membawa cilok yang tadi sempat beli di jalan.


"aduh Amma bau cilok nih,mau dong," kata Wulan yang menghampiri kedua putranya.

__ADS_1


"ih Amma tau saja, sini Amma kami tadi beli di jalan, dan Amma tau jika putra pertama mu ini hari ini aneh banget loh," adu Aryan.


"aneh kenapa Aryan? apa dia melakukan hal gila?" tanya Wulan menikmati cilok dengan begitu senang hingga mengoyangkan kepalanya.


"Amma lucu ya, memang kalau gadis suka makanan enak selalu gak bisa diem ya?" tanya Arkan aneh


"kalau Amma iya, dari dulu malah," jawab Raka yang baru datang dari kantor desa mengurus beberapa surat jual beli.


"owalah ngono to..." kata Aryan.


"ngomong-ngomong maksudnya Arkan aneh gimana?" tanya Raka masih penasaran.


"itu ayah, dia hari ini mentraktir kami sahabatnya dan empat gadis yang salah satunya sedang ulang tahun, awalnya gadis itu yang mengajak eh ujung-ujungnya Arkan yang membayar," jawab Aryan


"gak papa dong, kita semua kan berteman, jadi gak salah dong, ya kan Amma," kata Arkan pada Wulan.


"Alhamdulillah .... es kutub Amma mencair jadi hangat, sekarang Arkan tak boleh pilih-pilih temen ya harus baik ke semua orang," pesan Wulan.


"siap Amma, tapi Niken itu putri dari keluarga Aris Munandar Sulaiman, apa ayah kebal, kata anak di sekolah keluarga itu bahkan sangat kaya meski hidup mereka sederhana," tanya Arkan.


"pak Aris toh, ya dia sangat kaya melebihi kita, tapi jika kalian pernah ke rumahnya, mereka sangat sederhana bahkan kebaikannya sudah membawa desa yang di tinggali terbebas dari kemiskinan, karena tak ada satu pun rumah gedek seyek yang hampir roboh," jawab Raka.


"benarkah, wah bisa-bisa kita jadi keluarga konglomerat sampai jadi besanan ya ayah," kata Aryan.


"idih nik anak otaknya nikah Mulu, inget masih bau kencur dan nangisan gitu kamu," ledek Arkan.


"enggak loh, kamu aja yang aneh," kesal Aryan pada saudaranya itu.


mereka pun tertawa bersama, keluarga Raka kembali hangat dengan Arkan yang sudah membuka diri lagi.


sedang di tempat lain, Emily merasa sedih melihat foto yang di upload oleh Arkan dan Aryan.


pasalnya baru kali ini dia melihat Arkan bisa tersenyum lepas itupun bersama gadis lain dan bukan dirinya.


"kamu sudah bahagia ya, selamat kalau begitu aku melepaskan janji kita, karena aku tak akan pernah kembali ke desa itu selamanya ...." gumam Emily.

__ADS_1


Sekar pun merasa sedih menyadari bahwa Emily begitu terluka, tapi gadis itu tetap bersikeras tak ingin pulang karena tak mau melukai Arkan terus menerus.


terlebih Arkan yang terluka karena melindunginya, karena dia terlalu lemah untuk membela dirinya sendiri.


__ADS_2