Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
duka terdalam 2


__ADS_3

Raka langsung mengambil garam yang sudah di doakan dan meminta Wulan memandikan jenazah Aini dengan air yang sudah di campurkan air doa itu.


kalajengking itu hangus saat Raka membacakan doa, tapi bekas luka di telapak tangan Arkan tak akan pernah bisa hilang.


"maafkan ayah nak," sedih Raka.


"tidak apa-apa ayah," jawab Aryan yang masih bisa tersenyum.


Aryan tak mengira jika di tubuh Aini bisa keluar kalajengking seperti itu, Dewi datang dan langsung menghampiri Wulan untuk membantu.


"Amma, bisakah aku membantu karena aku ingin membantu dirinya untuk terakhir kali," mohon Dewi.


"tapi tolong apapun yang kamu lihat janhan sampai keluar dari area pemandian ya nak," kata Wulan.


"iya Amma, saya mengerti, saya janji," jawab Dewi yakin.


benar saja baru masuk Dewi kaget melihat kondisi yang ada di sekitar tubuh sahabatnya itu.


pasalnya banyak hewan berbisa, dan luka di sekujur tubuhnya dan mengeluarkan bau busuk.


"Innalilahi wa ilaihi Raji'un, apa yang sebenarnya di perbuat olehnya," kata Dewi


"semua rahasia Allah nak, ayo segera bersihkan dan sucikan sahabat mu," ajak Wulan.


para ibu penasaran, tapi berkat Emily dan Ratu yang memohon agar membiarkan Wulan dan Dewi saja yang membantu memandikan jenazah Aini.


para warga pun tak keberatan telebih mereka juga tau siapa Wulan, pertama Wulan menaburkan garam untuk menghilangkan hewan yang mengerubuti di sekitar jenazah.


setelah itu Dewi membaca alfatihah dan juga ayat kursi sambil menuangkan air yang di berikan oleh Wulan.


setelah itu, mereka pun mulai memandikan dengan lancar, bahkan beberapa luka yang awalnya begitu mengangga sudah tertutup dan tak mengeluarkan bau lagi.


wulan sudah selesai dengan Dewi, ternyata sekarang pak Setyo, Aryan dan Arkan sudah memakai jas hujan plastik.


mereka sebisa mungkin tak bersentuhan langsung dengan jenazah yang sudah di sucikan.

__ADS_1


dan saat mengkafani pun dilakukan oleh Wulan dan Dewi, dan benar-benar tertutup, dan hanya keluarga terdekatnya yang boleh melihat.


wulan benar-benar tak ingin ada masalah nantinya, karena akan melukai keluarga yang di tinggalkan.


Raka melihat kakek dari Aini yang nampak begitu sedih, dia pun duduk dan menenangkan pria renta itu.


"Mbah tolong di ikhlaskan, jika tidak cucu anda bisa kesulitan nantinya dalam perjalanan terakhirnya," mohon Raka.


"ya Allah, Aini putu Mbah... cah ayu, Mbah minta maaf...." tangis pria itu.


Raka pun memeluk pria itu, dia tau sebenarnya apa yang terjadi, tapi semua sudah menjdi bubur.


pukul sebelas siang, Raka yang menjadi imam untuk sholat jenazah, dan setelah selesai bergegas membawa jenazah Aini untuk di makamkan.


tapi saat sampai di pemakaman, saat jenazah akan di turunkan ke liang lahat, tak ada yang mau turun, terpaksa Raka dan kedua putranya yang turun.


ketiganya pun menerima jenazah dengan memeluknya erat, kemudian arakan yang mengumandangkan adzan.


sus Arkan begitu bergetar menahan tangisnya, dia pun seakan teringat semu kenangan bersama Aini dan teman-temannya.


bahkan Raka menguatkan putranya hingga akhirnya adzan selesai, dan kini mereka pun nik dan tanah mulai di Uruk.


seorang ustadz memimpin doa, pra pelayat pun pulang, tinggal Raka, Aryan dan Arkan tak lama para wanita juga datang.


mereka pun membacakan tahlil dan surat Yasin untuk Aini, bahkan pak Setyo memberika sebuah buket bunga mawar putih untuk Aini.


"jika saja kamu bisa menunggu dan tak melakukan hal itu, aku akan datang kepada kedua kakek nenek mu untuk memintamu, karena Ratu juga setuju jika aku menikahimu, tapi kenapa kamu harus melakukan itu Aini..." tangis pak Setyo.


ya Aini adalah gadis yang lebih tua dua tahun dari semua temannya, itu terjadi karena keluarganya yang kekurangan.


dan dia bisa sekolah karena dapat bantuan dari yayasan keluarga raka, tapi mereka semu tak mengira jika semua bisa terjadi seperti ini.


"sudah ayah, mungkin ini sudah takdir Tuhan, lebih baik sekarang kita pulang karena sebentar lagi hujan," ajak Ratu.


Raka dan wulan juga mengajak kakek dan nenek dari ini untuk pulang, Aryan berjalan bersama Dewi.

__ADS_1


tapi arkn masih berat meninggalkan pemakaman itu, dari jauh dia bahkan bisa melihat sosok yang sebenarnya sangat di carinya.


Puput langsung berlari pergi saat meliht arakan berlri ke arahnya, di takut jika Arkan mengetahui semuanya.


pasalnya di desa sudah biasa memikat pria dengan susuk atau pelet, tapi pilihan kedua gadis itu sangat ekstrim.


Arkan kehilangan jejak, dia pun memilih pulang dan akan bicara pada Puput lain kali.


pernikahan dini di desa masih sering terjadi, jadi tak heran jika gadis di usia Puput dan Aini sudah mengerti tentang hal seperti itu untuk menarik lawan jenis.


Puput pun keluar dari tempat persembunyiannya di dalam kebun tebu yang tinggi dan rimbun.


tapi dia terduduk kaget melihat sosok Aini yang Bru saja di makamkan.


"hantu, pergi... kmu sudah mati!!!"


"iya, tapi kamu belum, hentikan Puput jangn sampai jadi seperti diriku," kata Aini.


"pergi, aku tak peduli, aku akan tetap melakukannya karena hanya dengan cara ini aku bisa memikat pria kaya untuk membantu keuangan keluarga ku," kata Puput yang berlri pergi sambil menangis.


sedang di rumah mewah itu, Emily terlihat kaget yang ternyata semua ini adalah teman ratu yang berbuat hal buruk itu.


pak Setyo pun merasa ada yang hilang, sebenarnya tanpa pelet atau apapun dia memang tertarik dengan aini.


terlebih gdis itu pernah menginap dan makanan yang di buatkan menginggatkan pada mendiang istrinya.


bahkan dia sudah meminta izin pada ratu untuk menikah lagi, dan putrinya itu mengizinkan.


"sudah ayah, semua sudah takdir, sekarang Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Aini," kata ratu.


"tapi ayah tak mengira jika dia perlu berbuat sejauh itu, aku tau desa ini masih begitu kental untuk hal mistis, tapi aku tak mengira saja, gadis seusia Aini juga bisa melakukannya sendiri..."


"karena di desa ini ada pusat dari ilmu hitam itu ayah, aku bisa melihatnya, dan itu sangat menyeramkan," kata Emily.


"kalau begitu Jauhi tempat itu, karena ayah tak ingin kehilangan kalian juga," kata pak Setyo.

__ADS_1


__ADS_2