
malam ini Wulan harus tinggal di ruang HICU setelah operasi, dan besok baru pindah.
Bu mut menemani putrinya itu, sedang Fahri dan Raka menunggu di luar, setelah mengantarkan pak Suyatno pulang tadi.
mereka berdua tidur hanya beralaskan tikar saja, Raka tetap santai meski dia terus mendengar atau mencium aroma aneh di rumah sakit.
bahkan suara langkah kaki, suara roda ranjang dorong tak di gubrisnya karena terlalu mengantuk.
keesokan harinya, seorang suster menanyakan tentang siapa nama bayi mungil itu pada Raka.
"tunggu suster, saya telpon anak saya dulu, karena saya lupa namanya," kata Raka yang panik.
beruntung Arkan langsung menjawab telpon dari ayahnya itu, "assalamualaikum ayah, ada apa kok pagi-pagi udah telpon?"
"waalaikum salam, aku mau tanya kemarin nama untuk adik mu siapa? ayah lupa? oh semalam Amma sudah melahirkan," kata Raka dari sebrang telpon.
"Alhamdulillah kalau begitu ayah, namanya Aluna Fahrani Rakasa," jawab Arkan.
"iya, makasih Arkan, nanti ayah kirimkan foto adik mu, dan saat Amma sudah bangun nanti kita video call ya," jawab Raka yang mematikan telponnya.
Arkan pun berteriak senang, Aryan yang sedang menyapu halaman kaget, begitupun dengan Wawan dan Randu.
"ada apa?" kaget ketiganya.
"adik perempuan ku sudah lahir, Aluna!" teriak Arkan.
mendengar itu Aryan memeluk saudaranya itu dan melompat bersama.
sedang Wawan dan Randu, merasa heran,baru kali ini ada remaja yang punya adik di usia mereka sangat bahagia.
biasa mereka akan malu karena punya adik kecil saat sudah SMA, "kalian gak malu?" tanya Wawan.
"gak kok,kami memang sudah menginginkan adik dari lama, dan akhirnya Amma dan ayah memiliki bayi lagi, kami senang sekali," jawab Aryan antusias.
__ADS_1
"benar, sekarang beli jajanan pasar, kita rayakan kelahiran adik kita dan membagikan makanan pada semua orang," perintah Arkan.
"siap, ayo Randu, ikut aku ke pasar kita belanja," ajak Aryan.
sedang Arkan membuat bubur sengkolo untuk merayakan kebahagiaan keluarga ini, agar di jauhkan dari mata bahaya yang mengincar.
Aryan membeli beberapa jenis jajan, Randu baru pertama kali melihat begitu banyak jenis jajan pasar, Aryan begitu mudah memilih terlebih seperti sudah terbiasa.
"idih... aku berasa nganterin ibu ke pasar nih,habis jago banget pilihnya," kata Randu.
"terima kasih atas pujiannya, maklum udah biasa dari kecil," jawab Aryan.
setelah itu mereka pun pulang, selama juga sudah selesai membuat bubur sengkolo.
Aryan sampai di rumah dan membagi setiap kue dengan adil, baru kemudian mereka berempat membagikannya di sekitar rumah.
para tetangga pun heran karena para pemuda itu yang membagikan kue, tapi mereka juga kenal siapa yang tinggal di rumah itu.
"loh mas Arkan, ada apa ini?" tanya ibu Luluk yang tinggal pas di samping rumah mereka.
"wah Alhamdulillah kalau sudah lahiran, tapi kalian kok gak ikut kesana?" tanya ibu itu lagi.
"iya Bu, karena kami harus belajar untuk ujian negara beberapa bulan lagi," Jawab Arkan.
"ya sudah lr, nanti jika butuh sesuatu bisa minta tolong pada ibu ya," jawab Bu Luluk.
"terima kasih ya Bu, mari ..." kata Arkan pamit dan lanjut membagikan Semuanya
di rumah pak Suyatno juga di adakan acara brokohan, Fahri pun selaku standby jadi juru antar.
Rania juga membantu di sana, meski tak banyak setidaknya dia bisa melakukan hal-hal ringan.
Fahri juga mengantarkan berkat untuk keluarga Jasmin, "assalamualaikum mbak Jasmin!" salam fahri cukup keras.
__ADS_1
"waalaikum salam, ada apa Fahri?" tanya Jasmin yang keluar sambil mengendong Husna yang baru mandi.
"ini mbak,ada berkat brokohan dari rumah, Alhamdulillah mbak wulansudah melahirkan, mungkin besok akan pulang bersama," kata Fahri
"baiklah, besok aku dan Faraz akan kesana, aku juga sudah lama tak bertemu dengannya, terima kasih ya," jawab Jasmin.
Fahri pun mengangguk dan permisi pergi, tak lupa dia juga membagikan berkat kali ini pada semua anak buahnya.
siang itu, Arkan dan Aryan harus ke sekolah untuk membahas beberapa hal yang akan di lakukan saat ujian.
mereka pun di kumpulkan di ruang kelas yang akan di jadikan sebagai ruang ujian.
Arkan merasa heran karena baru kali ini melihat hal seperti ini, "ini kita mau di apain sih," bisiknya pada Aryan.
saudaranya itu menggeleng pelan, ternyata mereka mulai di pilih dan di minta untuk masuk kedalam ruang kepala sekolah.
Aryan ternyata ikut juga, sedang Arkan menunggu bersama murid yang lain.
"sebenarnya tadi itu kita mau di minta apa sih?"
"itu tadi adalah cara guru agar memastikan semua muridnya lulus dengan nilai bagus, jadi sekolah tak menanggung nama buruk, ya gitu lah," terang Randu.
terlihat Aryan dan Wawan keluar, tenyata benar tapi bocoran itu akan di berikan saat pagi sebelum ujian.
"kamu bisa melakukannya Aryan?" tanya Arkan.
"gak bisa, aku tadi sudah mundur dan meminta murid lain saja yang mengantikan, karena aku tak ingin melakukan hal curang," jawab Aryan.
."curang Deni kebaikan tak apa-apa bung, jangan terlalu sok suci deh, aku jamin nilai kami pasti lebih tinggi dari kamu," kata seorang pemuda yang terkenal sebagai preman sekolah.
"silahkan itu bagus jika memang bisa terjadi, karena nama sekolah yang akan harum bukan," jawab Arkan.
"hei kalian jangan merasa sok pintar, hanya karena kalian mengikuti jalur khusus untuk bisa ikut ujian seperti ibu, dasar anak-anak yang sombong." kata pemuda itu pergi.
__ADS_1
"masak sih,takut deh gue," ledek Aryan yang melihat pria itu pergi.
Arkan hanya tertawa melihat tingkah dari adiknya itu, terlebih mereka memang tak mau mengubris tingkah aneh dari kurus yang usil.