
nampak ki Adhiyaksa datang dan menghampiri Aryan, mahluk itu membisikkan sesuatu yang langsung membuat Aryan geram.
"ayah tolong bubarkan semua orang, karena tak ada gunanya mereka di sini,"jawab Aryan.
"apa maksud mu?" tanya Raka tak mengerti.
"ada mahluk iseng yang menyamar jadi Arkan dan mengajak Niken pergi ke dunia ghaib," jawab pemuda itu
akhirnya Aris meminta semua orang untuk membubarkan diri, pasalnya dia harus menuruti semua keinginan dari Aryan.
setelah semua orang bubar, Aryan dan Faraz memilih untuk menjemput Niken dari dunia lain.
Aryan juga mengirimkan pesan pada saudaranya itu, kebetulan Arkan yang sedang istirahat pun membantu doa dari jauh.
Aryan bersiap untuk ngrogo Sukmo, meski tak bisa selama seperti Arkan, setidaknya dia bisa segera menemukan Niken.
dia masuk ke sebuah lorong yang ada di rumah Aris, Faraz terus berdzikir di sampingnya untuk menuntun mereka nantinya.
Aryan berlari masuk kedalam lorong itu, dan dia sampai di sebuah desa yang persis dengan keadaan di Singapura.
"sialan juga nih setan mainnya," kata Aryan yang langsung mencari sosok Niken.
dia tak bisa menemukan gadis itu di keramaian, tapi seorang pria menghampirinya.
"aduh Ki Sesnag, ku pikir siapa, buset ganteng amat," puji Aryan.
"baru tau kalau aku ganteng, oh ya, sekarang ayo kita ke pusat kota, dia di bawa kesana, dan akan di kamar di depan semua orang," ajak Ki Sesnag.
"oke," jawab Aryan.
keduanya mengendarai motor matic, Aryan tak mengira jika ki Sesnag yang berilmu tinggi malah membuat motor matic model terbaru.
"om... lain kali bikin jet pribadi buat cepat, jangan main sama motor matic begini ah," kesal Aryan.
"maaf deh, ini aja yang aku ingat, sudah yang penting sampai," jawab Sesnag.
keduanya sampai di pusat kota, terlihat ada sosok yang menyerupai Arkan sedang berlutut di depan Niken.
gadis yang terlanjur begitu merindukan sosok Arkan pun terlihat begitu bahagia, "wah... lamaran gak ngajak-ngajak nih," suara Aryan yang langsung menarik perhatian.
"siapa dia, kenapa berani menganggu acara ku, dan kau penipu ya kenapa berani menurut wajahku," kesal mahluk itu.
"hei lu gila, aku dari lahir juga udah begini, Niken lihat dengan sadar, siapa yang bisa lupa dengan saudara sendiri, dan lagi sepertinya aku harus menyadarkan mu," kata Aryan.
"kamu pembohong,Niken sayang jangan dengarkan dia ya, dia itu penipu, aku adalah arkan pria yang kamu rindukan," kata mahluk itu tetap ngotot.
"Widih... minta di bogem nih kayaknya," kesal Aryan yang langsung ingin menyerang makhluk itu.
__ADS_1
tapi Niken menghadangnya, tapi sebuah tangan menarik Niken, "aku tau kamu merindukan aku, tapi tidak dengan menjadi gila seperti ini," kata pria itu.
mahluk itu kaget, pasalnya ada dua pria yang mirip dengan wajah yang dia gunakan.
Arkan menyerang mahluk itu dengan beringas, semua pun bisa melihat sosok Arkan yang mengeluarkan tombak Cokro Geni.
"gawat, dia keturunan dari Ki prabu Wira Sanjaya," kata salah seorang mahluk.
"maaf tapi kalian telat mengetahuinya," jawab Arkan melesatkan tombak itu dan membakar mahluk jadi-jadian itu.
"segera bawa dia pergi dari sini, karena dia bisa dalam bahaya, ikuti suara Faraz," kata Arkan mendorong keduanya.
"tidak aku ingin bersama mu," kata Niken yang malam memeluk Arkan
"pergi, aku yang tak mau dengan mu, kamu itu terlalu lemah, sudah ku katakan aku tak suka gadis lemah seperti mu!" bentak Arkan yang langsung melukai Niken
gadis itu pun mundur dan berlari bersama Aryan, dia tak mengira jika Arkan bisa sekasar itu padanya.
"aku tau jika kamu pasti memiliki wanita lain, tapi tolong lihat aku sebentar saja," batin Niken yang masih melihat Arkan.
"maafkan aku ...." tangis Arkan lirih.
suara Faraz terdengar makin keras, beberapa mahluk ingin menghalangi keduanya.
tapi berkat pertolongan dari Sesnag dan sen-sen, keduanya keluar dengan selamat.
"argh ..." teriak Aryan.
"kamu kenapa?" panik Faraz.
"AAA.... AAA... Aku butuh pelukan hangat," jawab Aryan bercanda.
"sialan!" maki Faraz yang langsung memukuli saudaranya itu.
pasalnya dia selalu bercanda, padahal nyawanya selalu jadi jaminan jika mereka gagal menyelamatkan orang.
"Santuy saja, orang gak apa-apa kok, lebih baik ambilkan minum dong, haus nih," kata Aryan yang masih duduk bersila.
"iya iya, tunggu disini biar aku ambilkan," jawab Faraz.
sedang Raka sedang mengobati Niken yang terjatuh pingsan saat sudah di ketemukan.
Raka pun mencoba meminimalisir untuk mahluk ghaib mencium aroma wangi dari tubuh Niken.
pasalnya aroma itu memancing makhluk astral untuk mendekati dirinya untuk merebut keris yang ada di dalam tubuh wanita itu.
"semoga Arkan segera pulang, jika tidak mereka berdua bisa dalam bahaya," gumam Raka yang setelah membantu Niken.
__ADS_1
"apa bisa mengancam jiwanya?" tanya Aris.
"bisa saja, pasalnya mereka berdua memiliki aura yang belum sempurna saat belum bersama, atau sebelum kedua keris itu keluar, maka bahaya terus mengancam," jawab Raka.
"tolong lakukan apapun untuk melindunginya, aku tak bisa melihat istriku sedih saat tau jika terjadi sesuatu pada Niken," mohon Aris.
"baiklah, aku akan menanamkan pagar untuk melindunginya," jawab Raka.
"terima kasih, aku tau meski dia adalah hadiah, tapi aku juga seakan tak rela jika dia pergi," jawab Aris.
Raka tau benar perasaan itu, akhirnya mereka pun juga melakukan pemagaran ghaib di rumah Aris.
setelah itu ketiganya pulang, Faraz melihat belanjaan Aryan yang begitu banyak.
"aduh yang habis pulang kencan, habis borong satu toko kamu?" tanya Faraz usil.
"udah jangan di bahas, itu baju untuk jalan-jalan saat libur bersama keluarga Subagiyo," jawab Aryan.
"sudah-sudah sekarang kita pulang terlebih dahulu," kata Raka yang memang sudah sangat lelah.
sesampainya di rumah, ketiganya juga langsung tidur, pasalnya kegiatan mereka barusan sangat menguras tenang mereka.
bahkan Aryan pun seakan tak bisa bergerak lagi, dan di dalam mimpinya dia di tarik kesebuah sungai.
Aryan berusaha untuk melepaskan diri, tapi sepertinya mahluk itu tak ingin melepaskan kakinya.
akhirnya dia pun hampir kehabisan nafas dan tengelam. dia bisa melihat sosok yang menarik kakinya.
tak terduga kekuatan Aryan seakan kembali, dia mencekik leher hantu itu, tapi ternyata saat sadar.
dia malah hampir membunuh Wulan, pasalnya ibunya itu sedang membantu melepaskan sepatu putranya itu.
"kamu mimpi apa mas?" tanya Wulan pada putranya itu.
"ah maaf Amma, aku mimpi buruk," jawab Aryan
"makanya kalau tidur itu cuci kaki dan berdoa, sudah sana ambil wudhu gih," kata Wulan menegur Putranya itu.
"baiklah Amma," jawab Aryan.
sedang Faraz seperti di ajak kesebuah hutan, ada sebuah gua yang tertutup pintu batu.
tapi dari dalam gua terdengar suara rintihan seperti orang menangis, "halo... siapa di dalam," panggil Faraz.
seseorang menariknya badan mengajaknya bersembunyi di balik batu.
"bagaimana anda bisa kesini, jika mereka melihat anda, anda bisa dalam keadaan masalah besar kita," jawab pria itu.
__ADS_1
Arkan pun hanya menganggukkan kepalanya, pasalnya ada seseorang yang datang dan menaruh sesaji.