Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
aku tak menyerah.


__ADS_3

Arkan sampai di rumah mewah itu, tapi Arkan hanya melihat Sekar yang nampak khawatir, "mana Ratu, Tante tolong panggil ratu dan bawa ke kamar Emily,"


"hah, kenapa?" tanya Sekar bingung melihat Arkan yang bahkan langsung berlari naik ke lantai dua.


"sudah Tante, Emily dalam bahaya, cepatlah," kata Arkan tampak panik.


tapi saat sampai di depan kamar Emily, Arkan terpental saat ingin masuk.


"brengsek, kamu mau aku bereskan baiklah, aku tak akan menyerah sampai kamu mati di tangan ku," marah Arkan yang langsung menabur garam krosok di lantai


bam... suara ledakan, ratu terpental dari ranjangnya, Sekar pun buru-buru masuk dan langsung menyeret ratu.


"kamu berani melakukan ini pada kakak sepupu mu," marah Sekar menarik gadis itu.


"tidak Tante, aku hanya sedang membaca buku," bantah ratu


"sekali anak dukun santet, sampai kapan pun kamu tetap keturunannya!" marah Sekar yang langsung menunjukkan siapa dirinya.


ratu ketakutan tapi Sekar langsung mengikatnya dengan tali ghaib, sedang Arkan menarik selimut Emily.


"tidak boleh, kamu tak boleh terpengaruh Emily, lawan .... lawan!!!" teriak Arkan yang langsung memecahkan semua kaca.


rombongan keluarga pak Setyo datang kaget melihat kaca rumah pecah seluruhnya.


"ada apa ini Setyo!" marah opa Joseph.


"aku juga tak tau pa," jawab pak Setyo.


mereka pun segera masuk dan bertepatan dengan rombongan dari keluarga Wulan datang.


"kalian datang, ada apa tuan Raka?" tanya pak Setyo.


"kedua putrimu dalam bahaya, putra ku sudah di dalam, Aryan cepat susul kakakmu," perintah Raka.


"baik ayah," jawab Aryan.


Wulan juga berlari masuk, tapi Raka menahannya, "tidak kamu sedang hamil, kita percaya pada kedua putra kita," kata Raka.


"baiklah," jawab Wulan pasrah.


dia memanggil semua khodam untuk membantu kedua putranya, opa Joseph kaget melihat begitu banyak makhluk yang datang.


Arkan sudah memakai mata emasnya itu untuk membuat wanita ratu santet itu keluar dan meninggalkan tubuh Emily.


"kau bedebah, berani mengusik Emily," marah Arkan.

__ADS_1


"hahaha anak ingusan berani melawan ku," kata wanita itu melempar bola api ke arah Arkan.


pemuda itu pun terlempar ke arah jendela, tapi dia masih berusaha bangun, dan saat tubuh Emily tak lagi menghitam.


dia pun buru-buru menyelimuti tubuh Emily dengan kain putih bertuliskan lafadz Allah.


"kalau berani lawan aku, jangan mengusik gadis ini, kita bertarung sampai mati," kata Arkan yang sudah siap untuk bertarung.


"kau sudah mau mati kebanyakan bacot," marah wanita itu.


Arkan langsung menunjukkan tanda lahirnya, membuat ratu santet itu Teheran melihatnya


"sialan, kenapa ada titisan prabu Wira Sanjaya disini, dan lagi aku tidak memiliki urusan dengan mu," kata wanita itu marah.


"Sulastri kau harus mati!!" teriak Sekar yang menyiramkan darah ratu kearah wanita itu.


"Argh...." teriak makhluk wanita santet yang langsung kehilangan separuh kekuatannya.


Arkan pun melemparkan tasbihnya yang sudah di bacakan bersama garam krosok dan berhasil membuat mahluk itu makin melemah.


sedang Aryan baru naik ke lantai dua kaget melihat tangan ratu terluka. tapi dia harus fokus pada saudaranya.


Arkan pun melesatkan tombak Cokro Geni dan juga keris bersamaan, dan tepat menyerang makhluk itu.


tanpa di duga Aryan melompat dan menancapkan sebuah tusuk konde di rambut mahluk itu.


"bacakan surat pemusnah jin dan penghancur santet Arkan!!" teriak Aryan yang terpental setelah itu.


Arkan pun membaca ayat-ayat yang di ajarkan oleh Raka, kemudian melemparkan pada makhluk itu hingga terbakar hangus.


"sialan, seharusnya aku membunuhmu dari awal," kata wanita itu.


tapi tak terduga, ratu yang terluka berlari kearah Arkan dan langsung menusuk dada Arkan dengan tusuk konde yang di gunakan oleh Aryan tadi.


"Arkan!!!" teriak Sekar menarik dan melempar ratu ke lantai bawah.


semua keluarga masuk dan kaget melihat ratu yang jatuh dari lantai atas, opa Joseph dan Raka berlari ke lantai atas.


pak Setyo pun memeluk ratu yang langsung mati seketika karena tubuh gadis itu tertancap kaca yang pecah.


"innalilahi wa ilaihi Raji'un," kata Wulan melihat tubuh ratu.


Raka kaget melihat Aryan pingsan, sedang Arkan tergletak dengan tusuk konde tertanam di dadanya.


"Raka bantu aku, aku akan menyelamatkan putra mu sebelum dia berubah jahat," kata Sekar

__ADS_1


Raka datang langsung membaca ayat kursi dan menarik tusuk konde itu dan langsung terlepas.


Sekar pun mengunakan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan Arkan.


"ayah ... aku tau kamu membenciku, aku hanya satu permintaan tolong jaga putriku, aku mungkin tak bisa lagi menemaninya, tolong jangan tinggalkan dia lagi, setelah aku dan suamiku pergi," kata Sekar yang perlahan memudar.


jantung Arkan pun perlahan sembuh dari luka, Emily yang sadar pun kaget melihat Sekar.


"mama!!!" teriak Emily


"kamu sudah tau sayang, maaf mama harus pergi dan demi menolong pemuda ini yang merelakan hidupnya demi menyelamatkan dirimu," kata Sekar yang tersenyum.


"mama tidak boleh pergi, cukup papa yang pergi, mama tinggallah disini demi aku!!" tangis Emily pecah.


Sekar pun makin melemah dan memeluk Emily, sedang Raka pemeluk Arkan yang harus kembali terluka.


"aku mohon tetap bersamaku, jika pergi bawa aku bersama ku!!" teriak Emily.


kelopak kedua kembali gugur, Sekar pun kembali menjadi wujud manusianya meski lemah.


"kita bawa ke rumah sakit," kata Raka yang mengendong Arkan.


opa Joseph membantu setan yang masih pingsan dan Emily memapah tubuh Sekar.


mereka bertiga turun, Wulan juga di masuki Arsana ternyata, dan Setyo tergletak di sana di samping tubuh putrinya.


"kalian lekas pergi, pria bodoh ini hanya pingsan jangan khawatir aku sudah menelpon polisi dan ambulans," kata Wulan yang bermata merah.


"Arsana ingat Amma mu sedang hamil," kata Raka menginggatkan.


"tenang ayah, aku sudah tau jika sebentar lagi akan punya adik," kata Arsana dengan centil.


"hei ingat itu tubuh ibumu," kesal Raka melihat tingkah Arsana.


"maaf..."


mereka pun pergi dengan mobil, meski sedikit sempit tapi semua bisa masuk dan segera di bawa ke rumah sakit.


sedang opa Joseph yang akan tinggal di rumah itu, dan Wulan naik ke motor Arkan karena mobil tak muat.


opa Joseph merasa bersalah meninggalkan semua sendiri, "seharusnya aku menjaga dia, karena dari awal aku tau jika Sulastri bisa sangat berbahaya untuk Emily, dan sekarang Sulastri benar-benar membuat putrinya mati," kata opa Joseph.


dia tak mengira jika dua putranya memilih jodoh yang salah, tapi setidaknya Sekar terus melindungi putrinya.


tapi Setyo yang selalu jadi pilihan juga melakukan kesalahan dengan menikahi putri dari seorang dukun santet asal pulau Jawa yang sudah terkenal sangat tersohor.

__ADS_1


__ADS_2