QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
sungai Seine


__ADS_3

Mbrooom


Hanya ada suara deru mobil yang terdengar, tak ada obrolan atau apapun yang terjadi didalam mobil.


Sunyi dan sepi karena gadis yang biasanya banyak bicara hanya diam saja sedari tadi.


Matanya memindai dan memperhatikan jalanan yang cukup lengang malam ini.


Beberapa kali menoleh kesamping, menatap keluar jendela dimana banyak sekali toko-toko yang berjejer.


Darren sesekali melirik Queen, dia tidak tahu kenapa gadisnya tiba-tiba saja diam.


huuhh


Terdengar helaan nafas lelah. Membuat Darren kembali menoleh kearah Queen "kenapa menghela nafas?" tanyanya setelah sekian lama hanya diam.


Queen menggeleng "tidak papa" jawab Queen sekenanya. Gadis itu kembali menatap keluar jendela.


Pikirannya kembali berkelana "setelah apa yang terjadi tadi, aku harus bersiap-siap mendapatkan serangan dari wanita gila itu" batin Queen, dia menyandarkan tubuhnya kesandaran jok mobil. Memikirkan Jane membuat kepalanya sedikit pusing.


Jane memang bukan ancaman bagi Queen, akan tetapi Jane membuatnya kerepotan. Sungguh menyebalkan sekali.


Lalu matanya melirik Darren yang sedang fokus menyetir. Pria yang menurutnya begitu sempurna. Wajar saja jika ada banyak wanita yang menginginkan Darren sebagai contohnya adalah Jane. Darren sangat tampan dan gagah. Ditambah lagi dia kaya raya.


Darren adalah salah satu daftar pria yang diinginkan oleh wanita, termasuk dirinya.


"kau lelah?"


Queen menoleh kearah Darren saat pria itu bertanya "tidak" jawabnya singkat.


Darren mengangguk dan kembali fokus kejalan. Hal itu membuat Queen mendengus.


*


*


tuk tuk


Queen menoleh kearah Darren sambil menyernyit saat pria itu mengetuk keningnya dua kali "kenapa? "


"turun!"


Alis Queen semakin menukik lalu dia menoleh kekanan dan kiri, tadi dia memilih memejamkan matanya saat Darren tak kunjung mengajaknya bicara.


Tanpa Queen sadari Darren membawanya untuk melihat keindahan sungai Seine.

__ADS_1


Kerlip lampu-lampu menambah keindahan dari tempat yang mereka datangi ini. Queen selalu takjub saat datang kenegara ini karena negara ini menurutnya sangat indah.



Gadis itu membuka saltbelt yang dia gunakan saat melihat Darren telah turun dan duduk didepan cup mobil.


Queen segera turun dan menghampiri Darren.


Darren segera turun dari cup mobil dan kemudian berdiri menghadap gadisnya. Tangannya terulur kearah Queen.


"yaaa!! apa yang kau lakukan?!" pekik Queen terkejut saat Darren mengangkat tubuhnya.


Ternyata Darren hanya membantu Queen duduk dicup mobil. "ehem-- aku sebenarnya bisa sendiri" ucapnya salah tingkah. Apalagi sekarang Darren berdiri didepan Queen dan tangannya dia letakan dikedua sisi tubuhnya.


Tatapan tajam pria itu memindai wajah cantik gadis yang ada didepannya.


Queen terpaku pada tatapan mata Darren, sungguh dia sangat menyukai tatapan tajam pria itu.


Deg


Darren mengusap wajah cantik Queen, membuat gadis itu berdebar saat tangan besar itu menyusuri wajahnya. Apalagi saat ini Darren sengaja mengusap bibir tipis miliknya. Gerakan lembut dan terasa sensual itu membuat tubuh Queen benar-benar meremang "sial.. aku tidak bisa mengontrol diriku"


"Queen"


"hmm kenapa?" tanya Queen dengan gugup.


Mata Queen membola, bukankah jika ingin mencium ya cium saja? saat Darren bertanya dan meminta persetujuan darinya seperti itu malah membuatnya bingung untuk menjawab apa, dan dia juga jadi malu setengah mati.


Tangan Darren berpindah untuk mengusap pipi Queen, menekankan jarinya disana "pipimu semerah tomat"


Queen semakin terbelalak lalu membuang muka kesamping. Gadis itu benar-benar malu sekali.


Darren tergelak lalu menghambur untuk memeluk gadisnya "kamu sangat menggemaskan"


Karena masih malu, Queen hanya diam saja tidak merespon ucapan Darren.


"sayang.. sebenarnya kamu kenapa hmm?" tanya Darren, dia peka sekali saat melihat perubahan ekspresi gadisnya.


Karena Queen masih diam, Darren mendongak "tolong ceritakanlah apapun yang kamu rasakan, aku akan senang sekali jika kamu mau berkeluh kesah padaku" ucapnya serius.


Kedua sudut bibir Queen tertarik, dia sebenarnya sangat senang dan sedikit terharu saat pria yang menurutnya dingin ini bisa peka dan begitu perhatian padanya.


Queen melepaskan pelukan mereka, dia menatap mata biru Darren dengan tatapan yang sangat dalam "aku tidak papa, percayalah"


"aku memang tidak ada masalah, jika ada masalah yang disebabkan oleh wanita jelek itu kedepannya, aku bisa mengatasinya sendiri"

__ADS_1


Darren mengangguk pasrah, karena gadisnya tidak mau berbicara berterus-terang. Dia memilih untuk duduk disisi Queen.


"sungai Seine memang sangat menakjubkan" ucap Queen mengalihkan pembicaraan.


Darren mengangguk "benar, apa kamu mau menyusuri sungai ini dengan menggunakan kapal itu?" Darren menunjuk kapal yang memang bisa disewa untuk umum. "kamu bisa menikmati keindahan sungai Seine dari lantai teratas untuk mendapatkan pemandangan terbaik"


Queen menoleh kearah Darren dengan wajah berbinar "apa boleh?"


Darren mengangguk "jika kamu mau"


Queen mengangguk dengan antusias "tentu saja aku mau" ucapnya dengan riang.


Darren tersenyum dan mengusap kepala Queen "tunggu sebentar"


Darren mengambil ponsel dan segera menghubungi seseorang "aku ingin berlayar menyusuri sungai seine sekarang!"


Darren tampak diam dan setelah itu Darren mematikkan panggilan itu.


"hanya seperti itu?" tanya Queen sedikit heran.


Darren tergelak "jangan kampungan Queen! kamu itu berasal dari keluaraga kelas atas tentu saja kamu tahu bagaimana kekuatan seorang boss"


"diih.. sombong"


Darren turun dari mobil dan membantu gadisnya untuk turun dari sana. Lalu Darren juga membukakan pintu untuk Queen juga.


"tuan.. kamu sweet sekali" ucap Queen memuji.


"hanya padamu" Darren menjawab sembari menoel dagu Queen.


brug.


Pintu tertutup dan Darren juga segera masuk kedalam mobil lalu melajukannya.


Dan sesampainya disisi sungai, benar saja kapal besar beberapa lantai yang tadi Queen lihat sudah menepi ditepi sungai. Dia menatap wajah Darren, sedikit mendongak karena tinggi mereka yang cukup jauh "the power of boss tamvan" ucap Queen sembari mengacungkan kedua ibu jarinya.


Darren tergelak dan mengusap kepala Queen. Lalu dia menggandeng gadisnya untuk segera naik kedalam kapal.


"silahkan tuan"


Darren mengangguk saat salah satu anak buahnya yang sudah berada disana menunduk dan menyuruhnya naik.


Kapalnya benar-benar luas, tapi menurut Queen suasananya kenapa janggal sekali. "bukankah ini kapal yang disewakan kepengunjung? lalu dimana semua orang?"


"aku usir!" jawab Darren cuek, kemudian Darren menyeringai setelah mengatakannya.

__ADS_1


"oh ya ampun" ucap Queen sembari menggeleng, ia tak habis fikir akan kelakuan Darren yang mau menghabiskan untuk menyewa perahu pesiar ini.


__ADS_2