
Kania terlihat sangat bersemangat sekali ketika menyiapkan masakannya, sebenarnya dia tidak menyiapkannya sendiri. Ada dua pembantu yang membantunya memasak serta menyiapkan semuanya ini.
"Si Nyonya keliatan seneng banget ya hari ini,"celetuk Bi Alpa sambil tersenyum jahil.
Wanita berusia 38 tahun yang masih terlihat sangat cantik itu tersenyum lebar, dia sedikit menyelipkan anak rambut yang keluar dari ikatannya ke belakang telinga.
"Harus atuh Bi, bakal ada calon mantu saya main kesini."
"Non Queen, Nya?"tanya Bi Janah riang. Dia memang senang jika pacar anak majikannya itu main ke rumah besar keluarga Badesta ini.
"Iya dong! Siapa lagi emang?"
"Wah! Non Queen si geulis mau main kesini, euy!"serunya senang.
Satu jam yang lalu Kenan menelponnya, katanya dia akan membawa Queen main ke rumah. Jelas hal itu membuat Kania bersemangat dan dia cepat-cepat meminta bantuan kepada dua pembantu rumahnya untuk membantu dia memasak.
"Oh iya, Nya. Aden Keano mau di jemput kapan?"tanya Bi Alpa dengan kening mengerut.
"Oh iya ya, Keano sampai lupa saya jemput. Saya minta Kenan buat jemput Adiknya aja Bi,"jawabnya sambil terkekeh.
Bi Alpa dan Bi Janah tertawa pelan, mereka senang melihat majikannya juga senang.
Kania merogoh saku roknya, wanita berambut panjang itu menunggu Kenan untuk mengangkat panggilannya. Tak lama suara berat anak pertamanya itu menyapa.
"Assalamualaikum, Bun!"salam Kenan di ujung sana.
"Waalaikum salam, Ken ini lagi dimana sekarang posisinya?"
"Kenan lagi kejebak macet di lampu merah yang mau ke rumah, Bun. Kenapa?"
Kania mengerutkan dahinya pelan, posisi anaknya ternyata sudah dekat dengan rumah, sementara Keano sekarang berada di rumah temannya.
"Kenan, Bunda minta tolong bisa?"tanya Kania lembut.
Kenan terdiam sejenak, mata cowok itu melirik sekilas Queen yang sedang sibuk memainkan tangan kirinya.
"Bisa kok Bun, minta tolong apa?"
Kania tersenyum senang, anaknya memang tidak bisa menolak keinginan Kania.
"Tolong kamu jemput Keano di rumah Tante Anis, ya."
Di ujung sana kening Kenan terlihat mengerut tipis.
"Yang di Mekar Wangi itu bukan, Bun?"
"Iya, Nak! Bener,"jawab Kania riang.
"Oke, Bun. Ya udah, Assalamualaikum."
"Waalaikum salam, sayang!"
...||||...
"Ada apa?"tanya Queen sambil mendongak menatap wajah Kenan.
Dahi gadis yang masih memakai seragam sekolah itu mengernyit ketika Kenan membelokan kembali mobilnya. Perasaan jalan untuk ke rumah Kenan itu lurus.
"Aku di suruh Mama buat jemput Keano,"jawab Kenan sambil mengelus pipi Queen. Matanya fokus menatap jalanan.
Mata Queen mendadak berbinar, gadis itu merasa senang ketika mendengar nama Adik dari kekasihnya itu. Queen memang sangat menyukai anak kecil, bahkan saat dia dan Keano bertemu mereka bisa langsung akrab.
__ADS_1
"Serius?"
"Serius."
"Yes! Akhirnya bisa ketemu sama Kean lagi!"serunya senang.
Kenan mendengus sebal, dia lupa jika gadis di sisinya ini akan sangat senang bila bertemu dengan Keano. Saking senangnya, Queen akan melupakan dia untuk sejenak dan memilih menghabiskan waktu bersama Keano.
"Nyesel,"gumamnya pelan.
Saat sudah menghabiskan waktu yang tidak terlalu lama, akhirnya mobil Kenan berhenti di depan gerbang rumah yang tidak terlalu besar milik teman Mamanya itu. Kenan keluar dari mobilnya, sebelumnya dia menyuruh Queen agar tetap di dalam mobil. Lagian dia hanya akan mengambil Keano saja.
"Assalamualaikum!"
Tak lama setelah dia mengucapkan salam, seorang gadis sebayanya yang memakai celana pendek serta kaos pendek di balut kemeja muncul sambil menggandeng tangan Keano. Gadis berambut panjang berwarna ungu itu tersenyum manis kala sudah berada di depan Kenan.
Di dalam mobil Queen melihat semuanya, entah kenapa dia merasa risih ketika melihat gadis berambut ungu itu memeluk Kenan tapi tak lama Kenan melepaskannya dengan sedikit memaksa.
"Ken, udah lama kamu gak ke rumah ini."
"Gue sibuk,"ucap Kenan ketus.
Gadis berambut ungu itu sedikit mencebikan bibirnya, tapi tak lama senyumnya kembali mengembang.
"Masuk dulu, yu! Gue mau ngob–"
"Gue kesini cuma mau ngambil Keano, bukan mampir!"potong Kenan malas.
"Ya gak apa-apa, lagian Keano pasti oke-oke aja kalau kita ngobrol di dalem. Iya kan Kean?"tanya gadis itu meminta persetujuan Keano.
Keano mendongak, bocah itu menggeleng.
Gadis bernama Nisa itu diam-diam kesal dengan bocah satu ini.
"Kenapa? Nanti kamu bisa istirahat bareng deh di kamarnya Alzo. Mau ya?"bujuk Nisa memaksa.
Kenan menghela nafasnya kasar, dengan cepat dia menggendong Adiknya yang terlihat sangat lelah itu. Matanya menatap tajam Nisa, anak teman Mamanya.
"Adik gue udah kecapean main di rumah ini."
Nisa hanya bisa mendengus keras-keras ketika Kenan melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobil, cowok itu masuk ke dalam mobil dan Nisa pun kembali masuk ke rumahnya.
...||||...
"Keano!"sapa Queen riang ketika Kenan sudah masuk ke dalam mobilnya dengan Keano yang berada di gendongannya.
Mendengar suara halus yang sangat di rindukannya, Keano spontan menatap ke arah kiri. Matanya berbinar dengan senyum yang mengembang lebar ketika dia menemukan Queen yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Teteh, En!"serunya sambil meloncat ke pangkuan Queen.
Kenan yang melihat itu hanya bisa melotot kesal, cowok itu menjalankan kembali mobilnya dengan sesekali melirik sinis kedua orang yang sudah sibuk mengoceh satu sama lain.
"Di lupain kan gue,"desisnya pelan.
"Teh En kemana aja? Aku miss you."
Queen tertawa, dia mengacak gemas rambut bocah tampan di pangkuannya.
"Tau dari mana kata miss-miss itu, hm?"tanya Queen lembut.
Keano terdiam, alis bocah laki-laki itu mengerut dalam tapi tak lama kerutannya memudar karena ibu jari Queen mengelusnya.
__ADS_1
"Tau dari Bang Ken!"jawabnya sambil menunjuk Kenan yang meliriknya sinis.
"Apaan bawa-bawa nama gue?"
"Kenan! Bahasanya ih,"desis Queen sambil melotot, tapi Kenan hanya tersenyum miring kepadanya.
"Emang Abang yang ngajarin Kean, katanya miss itu bisa bikin cewek-cewek jatuh love sama Kean."
Mata Queen tambah melotot, rasanya dia ingin menyumpal mulut Kenan yang sekarang sudah terbahak mendengar perkataan polos Adiknya.
"Kean gak boleh dengerin omongan-omongan ngaco Abang Ken lagi, ya."
"Kenapa?"
Queen terdiam sejenak.
"Turutin aja ya, Kean."
"Siap, Teteh!"
Tak lama Queen dan Keano kembali berbicara dengan seru. Keano banyak bercerita soal sekolah TKnya kepada Queen yang mendengarkan dengan baik. Meskipun usianya baru lima tahun, Keano termasuk anak yang cepat tanggap. Makannya Bagas dan Kania memutuskan untuk memasukan Keano ke Taman Kanak-Kanak.
"Ken,"panggil Queen pelan.
"Apa?"sahut Kenan tanpa menatap ke arah Queen.
"Kean kalau tidur lucu ya, mirip kamu banget."
Keano membunyikan klakson mobil untuk meminta satpam rumahnya membuka gerbang tinggi. Tak lama gerbang itu terbuka dan mobil Kenan melaju untuk masuk ke garasi. Setelah mobil berhenti mata Kenan pun menatap Queen yang sibuk mengusap kepala belakang Adiknya dengan penuh kasih sayang.
"Aku juga mau di posisi Keano,"ucapnya pelan.
Queen terkekeh kecil, tangan gadis itu tergerak untuk menyingkirkan rambut bagian depan Kenan yang sedikit menghalangi mata cowok itu.
"Berat kalau kamu yang ada di posisi Keano."
Kenan tersenyum nakal, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Queen tapi gadis itu malah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Keano.
"Idih."
"Ngapain ngedeketin muka kamu sih, Ken?"tanya Queen dengan masih bersembunyi.
"Lah, emang kenapa?"tanya Kenan sambil mengelus puncak kepala Queen.
"Ya kan aku... grogi,"jawab Queen sambil menatap Kenan dengan malu.
Kenan menggigit bibir bawahnya, demi apapun dia gemas dengan tingkah Queen yang sangat menggemaskan.
"Jujur banget sih, Yang. Sini Keanonya, biar aku yang gendong."
Saat Kenan bersiap untuk menggendong Keano, tiba-tiba saja bocah itu semakin mengeratkan pelukannya di leher Queen, bocah itu juga menyembunyikan wajahnya di leher Queen.
"Geli,"desis Queen sambil menahan tawanya.
Kenan memutar bola matanya malas, dia menatap punggung Adiknya dengan sinis.
"Tukang modus emang."
...||||...
Kenan cemburu sama Adiknya sendiri😂🔫
__ADS_1