QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
42. Ingin bertemu Kenan


__ADS_3

Kenan menghela nafas bosan, cowok itu menatap teman-temannya yang sibuk bernyanyi bersama-sama.


Saat ini Kenan sedang berada di gunung Puntang, dia tiba-tiba di ajak untuk kemping bersama teman-temannya dan juga teman-teman kelas 11 lainnya. Mereka bilang ini untuk acara perpisahan karena di kelas 12 nanti mereka tidak akan satu kelas lagi meskipun masih satu angkatan. Yang ikut bukan dari jurusan Ipa saja tapi dari Ips juga ada, dan anak ceweknya juga ada termasuk Kristal. Ah iya, dan jangan lupakan ada si Liam juga.


"Besok balik, kan?"tanya Kenan pada Tegar yang duduk di sebelahnya.


Kebetulan malam ini mereka tengah duduk membentuk lingkaran dan di tengah-tengah mereka ada api unggun yang menyala untuk menghangatkan badan mereka dari dinginnya cuaca di sini.


"Yoi, besok kan minggu terus besoknya kita udah ulangan. Kenapa emang? Kok lo kayak yang gak nikmatin acara kita?"tanya balik Tegar sambil melirik Kenan sekilas.


"Aing sono ka si Queen euy,"jawabnya dengan mata yang menatap kobaran api.


Tegar tertawa kecil, dia merasa aneh saja dengan sikap Kenan yang tumben-tumbenan galau seperti ini. Selama berteman dengan Kenan, Tegar tidak pernah melihat dan mendengar Kenan yang mengatakan kerinduannya pada seseorang dengan ekspresi memelas. Bahkan saat Nanda pergi ke Jepang, Kenan tidak pernah tuh galau seperti ini.


"Besok sore juga balik kok, Ken. Tahan deh kangennya, besok lo kekepin tuh si Queen sampai puas."


Kenan berdecak pelan lalu memilih untuk masuk ke dalam vila yang telah di sewa. Kemping sih temanya, tapi mereka semua malah tidak ingin tidur di luar menggunakan tenda dan memilih untuk menyewa vila.


Cowok itu menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di tengah-tengah vila, dia mengecek ponselnya dan menggeram kesal kala sinyal belum juga ada.


"***** kemana sih ni sinyal? Susah banget kayak yang lagi nyari jodoh aja!"desis Kenan sambil melempar ponselnya ke meja kayu yang berada di hadapannya lalu memilih untuk menyandarkan tubuhnya ke badan sofa.


Dari Kenan datang ke daerah hutan ini dan saat dia ingin menghubungi Queen, cowok itu panik karena tidak ada sinyal. Kenan sudah berusaha untuk mencari tempat-tempat yang memungkinkan untuk dapat sinyal tapi nihil, tidak ada.


"Hai sayang! Sendiri aja sih."

__ADS_1


Mata Kenan melirik Kristal yang baru datang dari arah luar lalu dengan seenak jidatnya gadis itu duduk di samping Kenan dengan posisi menyamping dan tangan kiri gadis itu menopang sisi kepalanya.


"Jijik, anjing! Jangan panggil gue kayak gitu karena lo gak pantes,"ucapnya yang membuat Kristal mendelik sebal.


"Kenan, gue itu cinta sama lo tau! Kenapa sih lo gak pernah liat gue, huh? Kenapa lo lebih milih Queen? Lebih oke juga gue kamana-mana dari pada si Queen. Apa bagusnya si Queen itu, sih? Heran gue!"


Kenan diam, matanya masih menatap dinding di hadapannya dengan datar. Sebisa mungkin cowok itu tidak berprilaku kasar pada Kristal yang merendahkan Queen dari nada bicaranya.


"Lo gak inget status lo, huh? Lo baru aja seminggu yang lalu jadi perbincangan semua murid di sekolah karena lo yang pacaran sama siapa tuh kelas 12 yang bentar lagi lulus? Ah gue gak mau tau namanya, gak penting juga. Apa lo gak mikirin perasaan dia? Lagian apa gak cukup satu cowok doang buat jadi pacar lo?"cibir Kenan yang membuat Kristal tersentak.


Memang baru seminggu yang lalu Kristal menerima cinta dari kakak kelas yang sudah mengejar-ngejarnya dari Kristal kelas 10,cowok itu selalu ada di saat Kristal kesepian atau pun sedang sedih karena keluarganya yang tidak harmonis. Cowok itu juga sudah banyak berkorban untuk Kristal, apalagi dia selalu makan hati karena Kristal yang tidak pernah meliriknya sama sekali.


"Tapi gue cintanya sama lo Ken,"lirih Kristal dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kita udah dewasa, Kris. Gue gak bisa balas perasaan lo, gue udah punya malaikat dan pemilik hati gue sendiri. Lo pasti tau kan siapa orangnya? Asal lo tau, gue pernah ada di posisi lo. Suka sama seseorang, tapi seseorang itu gak suka sama gue. Maaf karena dulu gue sempet ngasih harapan ke lo, itu gak lebih sebagai tanda pengenalan gue ke lo. Gini aja deh! Lo udah punya cowok dan gue juga udah punya cewek. Lo lupain gue dan usahain buka hati lo buat cowok itu, lo pasti ngerasain gimana sakitnya gak di lirik sama sekali sama orang yang kita suka, kan? Itu yang di rasain sama cowok lo karena lo gak pernah lirik dia."


Setelah mengucapkan kalimat panjang lebar guna bisa di mengerti oleh Kristal akhirnya Kenan memilih untuk pergi ke kamarnya dan juga kamar teman-temannya. Cowok itu memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya dan memejamkan mata. Dia berharap mata hati Kristal terbuka lebar dan akhirnya gadis itu menuruti kata-katanya tadi.


...||||...


Di tempat lain Queen sedang membuatkan kopi di dapur kontrakan Rere untuk David dan Adi. Kedua pria itu tengah mengobrol di ruang tamu sedangkan Rere sedang mandi karena merasa badannya lengket.


"Papa, A Adi ini kopinya udah jadi!"seru Queen sambil meletakan nampan yang di atasnya terdapat dua gelas kopi itu di atas meja.


David tersenyum sambil mengelus rambut anaknya kala Queen duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Terimakasih, sayang."


Queen mengangguk, dia menyandarkan kepalanya di dada Papanya lalu memainkan dasi Papanya. Dia jadi flashback karena sewaktu dia kecil, dirinya selalu memainkan dasi sang Papa seperti ini.


"Queen si Kenan kok tumben gak main kesini? Bianya dia sampai malam masih di sini,"tanya Adi yang membuat kening David mengernyit.


"Kenan? Pacar kamu itu?"tanya David dengan suara penasaran.


Queen menelan ludahnya, gadis itu menegakan tubuhnya dengan pelan. Nada suara David terdengar dingin dan dalam.


"Iya Om, Kenan pacarnya Queen. Dia perhatian banget sama Queen, posesif juga. Bahkan waktu Queen sakit Kenan selalu jagain Queen,"


David menarik bibirnya ke bawah, dalam hati dia tersenyum sambil melafalkan nama 'Kenan Aldhika Badesta' anak dari pasangan sababatnya yang tak lain adalah Bagas dan Kania. Sebenarnya Queen sudah tahu siapa saja yang dekat dengan putrinya bahkan dia mencari tahu latar belakang mereka.


"Papa mau ketemu sama Kenan."


Kan. Gara-gara A Adi sih ah!


...||||...


Hayo, Kenan mau ketemu Papa mertua wkwk


*Translate


Sono itu kayak semacam kangen*:)

__ADS_1


__ADS_2