QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
67. Kehidupan Baru


__ADS_3

Tangis bayi terdengar di telinga Kenan yang semula sedang pulas tertidur, pria yang sekarang sudah berumur 23 tahun itu membuka matanya dan wajah Nanda yang juga tengah pulas tidur langsung terlihat.


Masih tidak percaya bahwa yang akan dia lihat waktu dari bangun tidur itu adalah Nanda, bukan Queen. Pria itu bangun dan mengusap kening Nanda yang sedikit berkeringat karena lelah mengurus dua anak mereka. Pria itu juga menaikan suhu AC di kamar sebelum setelahnya berjalan ke kamar anak kedua mereka yang memang terhubung dengan kamarnya.


"Kenapa nangis, hm?"tanya Kenan lembut.


Dia membawa baby girl di box bayi ke gendongannya, dengan sangat lembut Kafka menimang-nimang anak kandungnya itu hingga tangis baby bernama Alaia pun tidak terdengar lagi.


"Nah, kalau gak nangis kan cantik anak Daddy. Jangan nangis lagi, okay? Mom kamu lagi pulas tidurnya,"bisik Kenan dan Alaia hanya bisa menggeliatkan tubuhnya.


Anak pertama Kenan juga Nanda berjenis kelamin cowok, namanya Arthur dan dia sudah berumur 5 tahun. Meski Arthur bukan anak kandung Kenan, tapi pria itu menyayangi Arthur sama dengan cara dia menyayangi Alaia.


"Kenapa kamu nangis? Padahal tadi kan tidurnya nyenyak,"gumam Kenan, tangan kanannya sedikit mengelus kepala sang anak.


Alaia bergerak gelisah di gendongan Kenan, dan saat Kenan raba bagian pantatnya ternyata Alaia pup. Kenan terkekeh pelan di buatnya, pria itu mau membangunkan Nanda tapi tidak tega karena dia tahu Nanda sebelum tidur tahu sudah lelah mengurus semuanya.


"Kamu pup ternyata, pantes nangis. Bentar ya Daddy mau ambil perlengkapan buat bersihin kamu dulu."


Alaia di taruh ke dalam box baby lagi oleh Kenan, pria itu lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil ember kecil juga lap kain agar bisa membasuh kotoran di pantat Alaia.


Kenan menikmati perannya sebagai seorang Ayah bagi dua anaknya, dan dia mulai sedikit demi sedikit membuka hati untuk Nanda. Sesekali Kenan memang akan mengingat Queen, yang ntah bagaimana kabarnya sekarang. Dan Nanda juga sabar sekali menunggu Kenan punya perasaan kepadanya.


"Lucu banget, Laia."Kenan gemas saat Alaia tertawa karena kedua kakinya di angkat Kenan agar pria itu bisa membasuh area disana.

__ADS_1


Setelah di rasa beres, Kenan pun membuang pampers kotornya ke tong sampah kecil yang ada di kamar mandi. Pria itu membasuh tangan sebelum kembali menggendong Alaia dan dia bawa ke kamarnya.


"Kamu tidur disini sama Dad and Mom, ya. Jangan berisik, okay?"


Alaia menggerak-gerakan tangannya ke udara, matanya membulat saat melihat Kenan yang tengah menidurkan tubuh Alaia ke tengah-tengah dia dan Nanda.


Karena merasa terganggu Nanda pun bangun, matanya menyipit karena melihat Alaia ada disini dan Kenan tidak tidur.


"Loh, Ken? Kenapa nggak tidur?"tanyanya, suara Nanda serak karena baru bangun tidur.


Kenan menggaruk keningnya yang tak gatal, padahal dia tidak ingin Nanda bangun. Pria itu memilih untuk membaringkan badannya terlebih dahulu.


"Tadi Alaia nangis dan ternyata pup, jadi ya aku kebangun."Kenan menjawab dengan tangannya yang tidak berhenti memainkan jari-jari mungil Alaia.


Nanda diam sebentar, dia terlihat masih sangat mengantuk.


"Kamu keliatan nyenyak."


Kepala Nanda menggeleng pelan, dia padahal akan sangat siap jika di bangunkan oleh Kenan. Lagipula Nanda tidak enak kalau harus suaminya yang membersihkan pup Alaia.


"Lain kali bangunin aku aja,"bisiknya sambil memeluk tubuh Alaia.


Kenan sedikit mengubah posisinya menjadi bangun, dia mengecup kepala Nanda sekilas hingga yang di kecup mematung.

__ADS_1


"Kamu capek, udah ngurus Arthur sama Alaia seharian. Gak tega kalau harus bangunin lagi."


Pipi Nanda merah karena malu, mata wanita cantik itu menatap Kenan dengan malu-malu. Tumben sekali kan Kenan mengecup keningnya seperti itu.


"Malu,"gumam Nanda dan Kenan hanya terkekeh pelan saja.


"Lagi gak?"tanya Kenan pelan, ntah kenapa dia ingin menggoda Nanda.


Nanda mengangguk pelan dan Kenan pun bangun lagi lalu mengecup bibir Nanda beberapa kali.


"Ih, Alaia liatin!"desis Nanda sambil sedikit mendorong Kenan hingga pria itu berbaring lagi.


Kenan melihat Alaia yang ternyata sedang menatap kedua orang tuanya dengan wajah polos, anak bayi itu bertepuk tangan lalu tertawa kecil hingga orang tuanya gemas sendiri.


"Dia gak akan paham juga."


Nanda menenggelamkan wajahnya di bantal, jantungnya berdetak tak karuan.


"Ah, aku malu."Nanda bergumam.


Kenan tersenyum tipis, dia memeluk Nanda juga Alaia sekaligus.


"Tidur lagi."

__ADS_1


...||||...


hai! jangan lupa mampir ke lapak aku yang lain ya, judulnya Aletta with her posesif husband.


__ADS_2