QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
35. Membuntuti


__ADS_3

"Queen lo kenapa sih? Kok kita tumben gak ke kantin?"


Queen menghela nafasnya, dia menatap sampul buku di hadapannya dengan kosong. Saat ini Queen dan Dea sedang berada di perpustakaan, mereka memilih untuk menghabiskan waktu istirahatnya di tempat penuh buku ini dari pada di kantin sekolah.


"Lo gak mau ketemu Kenan?"tanya Dea sambil mencolek lengan Queen.


Gadis itu menghela nafasnya sambil membenarkan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan, di lehernya masih di lingkari syal berwarna putih yang menghalangi bercak merah hasil Kenan itu.


"Gue emang lagi ngehindarin Kenan, De. Ra-rasanya selalu sakit kalau ngeliat muka Kenan, gue selalu inget kejadian malam itu."


Dea menghembuskan nafasnya kasar, tangannya terkepal saat kembali mengingat cerita yang keluar dari bibir tipis Queen. Jika Dea berada di pisisi Queen, mungkin gadis itu akan membenci Kenan dan memutuskan cowok laknat tersebut.


"Kenapa gak lo putusin aja sih Queen si Kenan, huh?"


Memutuskan Kenan? Jika itu bisa, mungkin Queen akan melakukannya. Queen sudah terlanjur nyaman dan cinta pada cowok bernama Kenan tersebut, gadis itu sudah terlanjur menjadikan Kenan sebagai tempatnya menopang hidup.


"Gak bisa De, gak bisa,"bisiknya sambil menunduk.


Dea memutar bola matanya malas, dia hanya ingin sahabatnya itu bahagia, tapi bukan dengan Kenan! Kenan adalah cowok brengsek yang selalu menyakiti hati wanita. Lihat saja mantan-mantannya yang menjadi korban Kenan.


Sebagai seorang sahabat tentunya Dea tidak akan membiarkan Kenan memperlakukan Queen layaknya Kenan memperlakukan para mantannya. Dia akan melindungi Queen dengan segenap hatinya.


"Kenapa harus Kenan sih Queen yang bisa buat lo nyaman? Kenapa harus cowok brengsek itu, huh? Padahal masih ada cowok yang lebih baik dari dia, masih banyak cowok yang mau sama lo."


Queen tersenyum kecut sambil mengedikan bahunya. Dia juga tidak tahu kenapa hatinya berlabuh pada Kenan.


"By the way, si Givani mana? Ngilang mulu perasaan."


Queen terdiam, perasaan kesal langsung hinggap saat mendengar nama gadis yang membuat Queen cemburu tadi pagi.


"Gak tau, gak ngurusin juga."


Kening Dea mengernyit, dia bingung melihat sahabatnya yang mendadak terlihat murung.


"Napa lo?"tanya Dea.


Queen mencebikan pipinya, matanya terus menatap Dea yang sangat kentara sekali sedang penasaran.


"Tadi pagi gue liat Givani lagi ketawa-tawa bareng Kenan dan temen-temennya yang lain. Bukan masalah Givani ketawa sama Kenan dan temen-temen lainnya yang bikin gue sakit hati dan cemburu tadi pagi. Cuma...gue liat jaket Kenan di pakek di pinggangnya Givani dan Givani keliatan akrab banget sama Kenan."


Mata Dea terbelalak, gadis itu terkejut ketika mendengar penuturan Queen. Givani memang akhir-akhir ini entah kenapa selalu dekat dengan Kenan, gadis itu juga seperti membela dan melindungi Kenan ketika Dea mengamuk pada cowok itu kemarin lalu....lalu kenapa Dea baru sadar!?

__ADS_1


"Gue curiga sama Givani."


...||||...


Kenan memicingkan matanya saat melihat Queen yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah, cowok itu memakai helmmya dan mulai menyalakan motornya. Oke, hari ini Kenan akan membuntuti Queen, dia akan mencari tahu dimana gadis itu tinggal untuk saat ini.


Jujur, dari kemarin malam Kenan terus mengkhawatirkan Queen. Perasaan bersalah semakin hinggap di hatinya ketika melihat tatapan terluka dan benci yang di tunjukan Queen pada Kenan tadi pagi.


Kening Kenan mengernyit ketika melihat Queen yang memasuki sebuah gang kecil, gang itu hanya bisa di masuki oleh motor. Kenan lebih memilih memarkirkan motornya di warteg yang berada di depan gang, cowok itu sedikit berlari kala tidak melihat sosok Queen lagi.


"Shit! Dia kemana?"gumamnya bingung, cowok itu mengacak rambutnya saat tahu bahwa dia tidak berhasil untuk membuntuti Queen.


Tapi paling tidak Kenan sudah tahu bahwa Queen tinggal di gang ini, dia bisa sedikit tenang dan akan membuntuti Queen lagi besok.


Cowok itu menghela nafas lalu membalikan tubuhnya, dia akan pulang ke rumah orang tuanya yang sudah pergi. Tapi saat dia membalikan tubuhnya tanpa sengaja cowok itu menabrak seseorang, dia spontan memegangi tangan seseorang itu untuk mencegahnya yang hampir terjungkal.


"Maaf, gue gak sengaja,"ucap Kenan pelan.


Gadis tersebut berdecak pelan sambil mengangguk, matanya menatap sosok cowok tampan di hadapannya dengan mata memicing. Sepertinya dia pernah melihat cowok ini, tapi dia lupa dimana melihatnya.


"Ke-Kenan?"


Kening Kenan mengernyit, dia menatap bingung gadis di hadapannya.


Gadis tersebut tersentak, ternyata benar! Cowok ini Kenan kekasih Queen.


"Lo bener... Kenan?"


Alis Kenan terangkat, matanya menatap intens wajah asing gadis di hadapannya. Kenapa gadis ini tahu namanya?


"Lo siapa?"tanya Kenan dingin.


Gadis itu tergagap lalu menggeleng sambil berjalan menjauhi Kenan yang masih penasaran. Kenan menatap punggung gadis itu dengan bingung, lalu dia menggeleng pelan.


"Gue ganteng, yang ngikutin gue di Instagram banyak. Mungkin dia salah satu pengikut gue kali ya?"


Sementara yang di tabrak oleh Kenan tadi kini sudah berlari untuk cepat-cepat sampai ke kontrakannya. Dia sesekali melirik kebelakang entah karena apa.


"Queen, Queen!"serunya sambil membuka pintu kamar.


"Queen, lo dimana?"

__ADS_1


"Aku lagi di kamar mandi, Teh. Kenapa?"


Mata Rere menatap pintu kamar mandi yang terbuka, Queen muncul dengan pakaian santainya saat ini.


"Lo punya foto Kenan?"tanya Rere yang berhasil membuat kening Queen mengerut.


"Kok nanya foto Kenan? Kenapa sih, Teh?"tanya balik Queen.


Rere menormalkan deru nafasnya terlebih dahulu, wanita itu juga menyimpan keresek berisi kotak susu miliknya ke meja rias.


"Tadi di depan gang, gue liat Kenan. Dia ada di daerah sini."


Mata Queen membulat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rere. Kenan di daerah sini? Cowok itu pasti membuntutinya.


"Pasti dia ngikutin aku, Kak. Ya ampun, kenapa sih aku gak sadar kalau dia pasti ngikutin?"tanya Queen pada dirinya sendiri.


Seharusnya dia tahu kalau Kenan pasti tidak akan tinggal diam begitu saja, cowok itu akan membuntutinya untuk tahu tempat tinggalnya yang sekarang.


"Tapi kayaknya dia gak tau deh dimana lo tinggal, maksud gue gini. Kenan emang tau daerah tempat tinggal lo, cuma dia belum tau di rumah mananya lo tinggal."


Queen mengangguk-anggukan kepalanya dengan kening mengerut, gadis itu masih merasa khawatir jika Kenan sampai tahu rumah yang menjadi tempat tidurnya.


"Semoga aja dia gak tau dan cuma tau nama daerahnya doang,"gumam Queen yang hanya di respon oleh senyuman tipis Rere.


"Laper gak, Queen?"


Queen tersenyum lebar sambil menganggukan kepalanya, gadis itu selama di sekolah tadi tidak memakan apapun.


"Laper, Teh. emang Teteh mau masak apa? Biar Queen bantu."


Rere tersenyum sambil merangkul Queen dan membawa gadis itu untuk pergi ke dapurnya yang kecil.


"Ada bahan buat bikin nasi goreng. Lo suka pedes gak, nih?"tanya Rere sambil menyiapkan bahan-bahan.


"Suka, Teh. Asal jangan yang pedes banget,"jawab Queen sambil membawa talenan juga pisau.


"Oke, kita bikin nasi goreng pedes aja. Lo potong bawang daunnya ya, biar gue bikin sambel goreng dulu."


Dan setelahnya kedua gadis itu pun sibuk memasak.


...||||...

__ADS_1


Kira-kira Kenan bakal tau nggak ya tempatnya Queen tinggal itu di rumah yang mana?😀


__ADS_2