QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
56. Ego


__ADS_3

"Ken!"


"Kenan tunggu!"


Queen terus berlari agar bisa mensejajarkan langkahnya dengan langkah Kenan yang sudah hampir hilang di belokan koridor.


"Aduh santai atuh nyet gak usah nerobos gitu!"


"***** ni cewek mau kemana sih? Gak bisa kalem gitu!?"


"Aw bahu gue sakit goblog!"


Dan masih banyak lagi umpatan-umpatan untuk Queen yang beberapa kali menabrak bahu murid-murid yang tengah berjalan di koridor sekolah.


Hari ini sekolah sedang ada acara kecil-kecilan. Tema acaranya 'Para Bintang' yang tak lain adalah orang yang mempunyai bakat harus menyalurkan bakat mereka di tengah-tengah lapangan indoor sekolah.


Tidak ada panggung, hanya ada sound sistem lalu yang akan menyalurkan bakat tampil di tengah-tengah seluruh murid yang duduk membentuk sebuah lingkaran.


"Kenan!"


Bruk!


"Aw,"ringis Queen dengan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya. Telapak tangannya sontak mengelus lututnya sendiri karena merasa sakit akibat terbentur ubin sekolah dengan lumayan keras.


Rasanya Queen ingin menangis saat itu juga kala mendengar tawa sebagian murid yang menontonnya terjatuh. Tapi bukan itu yang membuat hati Queen sakit, tapi karena seseorang yang sedari tadi ia panggil malah menghiraukan panggilannya bahkan menoleh kebelakang pun sama sekali tidak.


"*****-***** pangerannya mana nih!? Kok putri monyetnya jatuh gak di tolongin!?"


Semuanya kembali tertawa ketika mendengar cibiran salah satu Kakak kelas Queen yang saat ini sedang memandang Queen dengan pandangan penuh mengejek.


Queen hanya diam menunduk menyembunyikan air matanya. Sakit, itulah yang saat ini sedang Queen rasakan. Bagaimana rasanya jika dengan terang-terangan kita di bully seperti ini?


"Bangun dong oy! Ngalangin jalan itu!"


"Sok lemah banget *****! Jijik aing mah liatnya juga."


"Ngapain sih Neng nunduk-nunduk gitu? Nyari harga diri lo yang jatuh ya? Atau nyari topeng buat nutupin muka sok cantik lo itu!?"


Lagi-lagi mereka tertawa, Queen sudah mengigit bibir bawahnya. Dia tidak boleh terlihat lemah di depan semua orang yang merendahkannya.


"Ada apaan sih ini? Kok ada yang jatuh bukannya di tolongin?"


Suara itu... Queen sepertinya kenal. Kepalanya sedikit ia dongakan, dan alangkah terkejutnya Queen saat tahu siapa orang yang tadi baru saja berbicara. Nanda, orang itu Nanda.


"Ogah Nan nolonginnya juga. Nanti yang ada kulit gue gatel-gatel, kena kuman deh gue!"


Lagi-lagi mereka tertawa, padahal tidak ada yang lucu sama sekali. Nanda mendengus kesal, gadis itu menatap para murid-murid di sekolah ini yang membentuk lingkaran.

__ADS_1


"Gak lucu ya lawakan lo! Sumpah gue gak suka banget sama kelakuan kayak bocah kalian!"seru Nanda kesal.


Nanda berjongkok di hadapan Queen, gadis itu meringis ketika melihat Queen yang menahan tangisnya.


"Ke UKS yu Queen,"ajak Nanda lembut.


Queen hanya diam, tidak menjawab setiap ucapan Nanda tapi dia berdiri dan berjalan beriringan bersama Nanda.


"Makasih,"lirih Queen yang masih bisa di dengar oleh Nanda.


"Lo kok di hina dan di rendahin kayak tadi malah diem aja sih, Queen? Nyebelin banget sumpah, harusnya ya lo tuh ngelawan. Orang-orang kayak tadi itu sok jago, sok paling berani dan bakal terus ngehina kita kalau kitanya terus diem,"omel Nanda sambil mendudukan Queen di bangku yang berada di UKS.


Queen tersenyum paksa, dia kembali menundukan kepalanya karena lagi-lagi air di pelupuk matanya itu sudah berontak ingin keluar.


"Nangis aja Queen, cuma ada kita berdua kok."


Queen merasakan air mata itu mulai jatuh ke kedua pipinya. Tidak ada isak tangis, hanya ada air mata saja. Tapi percayalah, tangisan yang tidak mengeluarkan isak tangis itu dua kali lipat rasanya lebih sakit.


Nanda hanya bisa memeluk tubuh rapuh Queen dalam diam. Dia tidak bisa mengomentari kelemahan Queen sekarang.


Queen masih menangis tanpa suara. Rasa sedih, malu, marah dan kecewa terasa campur aduk di hatinya. Pokoknya Queen berharap supaya Papanya tidak mengetahui hal ini, dia tidak mau Papanya marah.


...||||...


Bugh!


Saat ini Kenan, Tegar, Verrel dan Andra tengah berada di rooftop sekolah. Mereka malas untuk menonton para murid yang menunjukan bakatnya. Tapi suara-suara dari lapangan indoor sekolah sangat jelas terdengar ke rooftop sekolah ini karena kebetulan letak gedung lapangan indoor ada di sisi gedung sekolah.


Bugh!


Lagi-lagi Tegar memukul Kenan namun saat ini di hidung hingga hidung Kenan mengeluarkan darah.


Bugh, bugh, bugh!


Kenan membalas pukulan-pukulan Tegar ke wajah cowok itu sebanyak tiga kali hingga membuat Tegar tersungkur. Kenan mencengkram kerah seragam Tegar dan menatap sahabatnya itu dengan tajam.


"Anjing lo! Ngapain lo tiba-tiba pukul gue *******!?"bentak Kenan di hadapan Tegar.


Tegar meludah lalu dia membalas tatapan mata Kenan tak kalah tajam.


"Lo pantes di pukul goblog! Lo itu cowok brengsek! Gak punya otak!"


"Diem ****! Maksud lo apa hah!?"


Andra dan Verrel hanya diam menonton sambil sesekali terkekeh geli ketika melihat argumen di antara keduanya.


"Cowok gak bertanggung jawab lo anjing. Ceweknya manggil-manggil sambil rela lari buat nyamperin lo malah lo-nya pura-pura tuli! Bahkan sampai ceweknya jatuh dan di ketawain sama murid-mirid di koridor lo malah terus jalan ke kelas! Terus lo gak khawatir gitu sama keadaan cewek lo yang tadi di bully habis-habisan sama murid-murid, hah!?"

__ADS_1


Kenan mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan arah pembicaraan Tegar. Tapi tak lama dia mengerti arah pembicaraan Tegar kemana.


"Emang cewek gue perduli sama gue? Dia perduli sama perasaan gue? Enggak *****. Dia gak perduli! Jadi buat apa gue perduliin dia!?"teriak Kenan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"PUTUS GOBLOG! Percuma hubungan kalian masih di pertahanin kalau salah satu di antaranya gengsi dan egonya masih tinggi!"


"Enak aja lo suruh putus!"pekik Kenan kesal.


"Lumayan tuh kalau si Queen putus dari Kenan, bisa gue embat!"sahut Verrel memanasi.


"Awas lo kalau berani!"ancam Kenan sambil menunjuk Verrel.


"QUEEN DI MOHON KE DEPAN UNTUK BERNYANYI!"


Kenan, Tegar, Verrel dan Andra terdiam ketika mendengar suara anggota OSIS yang di tugaskan menjadi host nampak menyebutkan nama Queen dengan lantang.


"HAI NAMA AKU QUEEN, AKU PERWAKILAN DARI KELAS 11 JURUSAN IPS. DISINI AKU MAU NYANYI LAGU YANG LAGI BIKIN AKU BAPER BANGET. JUDULNYA LEBIH DARI EGOKU DARI MAWAR EVA. HOPE U GUYS LIKE IT!"


Tak lama petikan gitar nampak indah ketika suaranya menggelegar di pengeras suara yang berada di beberapa titik sekolah. Lalu tak berselang lama suara milik Queen mulai bernyanyi dengan penuh perasaan.


Verrel bernyanyi keras saat di bagian reff, matanya menatap Kenan yang terdiam dengan pandangan mengejek.


Aku yang minta maaf


Walau kau yang salah...


Aku kan menahan walau kau ingin pisah...


Karena kamu penting lebih penting...


Dari semua yang ku punya...


Jika kamu salah aku akan lupakan


Walau belum tentu kau lakukan yang sama


Karena untukku kamu lebih penting


Dari egoku...


"Resapin setiap liriknya ya, Kang!"


...||||...


**Tegar bagian mukul, Verrel bagian nyindir dan Andra bagian yang nonton aja wkwk.


Jangan lupa di like juga komen**!

__ADS_1


__ADS_2