QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
masih dengan kedua orang tua Queen


__ADS_3

Darren menatap satu keluarga yang ada didalam ruangannya.


Darren memperhatikan keluarga yang menurut nya aneh tapi terlihat hangat itu. Pria tampan ini menatap tuan Arsenio, dapat dia ketahui jika sikap dan sifatnya sangat bertolak belakang jika sedang dekat dengan keluarganya. Sifat dinginnya mencair saat menghadapi istrinya yang aktif dan ekspresif. Pasangan yang saling bertolak belakang tapi akan saling melengkapi dengan kekurangan masing-masing.


Lalu Darren menoleh kearah kekasih yang sekarang sudah naik pangkat menjadi tunangannya.


Wajahnya cantik sekali seperti ibunya dan karakternya juga sama. Tapi ada sisi lain didalam diri Queen yang selalu membuat Darren terkesima. Dimana Queen seperti sang Daddy.


Saat dia sedang marah dan serius aura Arsen sangat melekat di diri Queen. Bisa Darren simpulkan jika Queen adalah perpaduan antara dad dan mom nya.


Darren tersenyum menatap wajah Queen yang sedang diberi arahan untuk tidak terlalu dekat dengannya. Kalau saja Arsen bukan calon mertuanya, akan Darren buat pingsan melihat keposesifan pria paruh baya itu pada anak gadisnya. Menjengkelkan sekali menurutnya.


Darren tak menyadari saja jika dia juga melakukan hal yang sama pada Queen. Yang tidak rela jika kekasihnya itu bahkan dekat-dekat dengan pria lain bahkan adiknya sendiri.


Darren sangat-sangat mencintai Queen. Meski awalnya dia membohongi Queen perihal dirinya yang sudah menodainya ketika ia sedang mabuk dan kemungkinan sampai saat ini Queen masih mengira jika dia sudah tak lagi perawan.


Darren terkekeh dalam hati saat melihat Queen beberapa hari sebelum pulang kenegara ini terlihat sangat bahagia saat dirinya datang bulan. Yang menandakan jika dia tidak hamil.


Darren tidak memberitahu Queen perihal ia berbohong. Biarlah waktu yang menjawabnya nanti. Saat dia bermalam pertama nanti.


Hah? malam pertama?


Darren menggeleng mengenyahkan pikiran anehnya barusan, wajahnya tiba-tiba saja terasa hangat saat memikirkan hal itu. Disaat-saat seperti ini malah dia berfikiran mesum. Otaknya memang tidak berakhlak sama sekali.


"sayang wajahmu kenapa?"


Darren menoleh saat Queen bertanya. Dia memegang wajahnya sendiri. Ternyata dia blushing saat memikirkan hal tak masuk akal barusan.


"kok merah?" tanya Queen lagi.


"dia pasti sedang memikirkan wanita sexy!"


Queen menoleh kearah sang Daddy saat mendengar suara datarnya. Lalu gadis ini kembali menatap wajah Darren, menatap dengan wajah yang menyelidik.


Darren mendengus "aku hanya kepanasan, tidak ada hubungannya dengan apa yang dad mu katakan tadi. Kalaupun aku memikirkan wanita aku akan memikirkan mu saja sayang"


Arsen tampak mendengus "cih.. di hadapanku kau berani merayu Queen? kalau aku tak ada disini kau pasti akan terus merayunya dan menciumnya! aku paham sekali dengan pikiran mesum pria sepertimu!" ucapnya dengan ketus. Hilanglah sudah wibawa Arsen jika berhubungan dengan anak kesayangan nya.

__ADS_1


Darren menghela nafasnya panjang "kalau itu sih benar"


Arsen tampak terkesiap lalu menatap tajam kekasih anaknya itu "apa yang kau ucapkan?!"


"aku hanya membenarkan ucapan anda tuan"


"kau pria baji-- hmmmppt--" Arsen menoleh kearah sang istri yang membekap mulutnya. Dia menatap kesal wanitanya ini.


"jangan marah-marah didepan orang yang sakit! lagian Darren pasti hanya bercanda saja. Benar kan Darren?"


Arsen menarik tangan Valey, menghela nafasnya dengan kasar melihat istrinya yang selalu berbuat seenaknya. Hancur sudah harga dirinya didepan Darren.


"benar nyonya, saya hanya bercanda tadi"


Queen menahan tawanya melihat wajah jengkel dad Arsen.


"nah benar kan.. kalau Darren hanya bercanda saja, jangan marah ya sayang" ucap Valey sembari menyandarkan kepalanya dilengan kekar suaminya. Dia akan bersikap manja agar amarah suaminya reda.


"cih.. kau memang pandai merayu"


Valey tergelak mendengar gerutuan Arsen.


Mata Darren terus terfokus pada wanitanya saja. Dia terus menatap wajah cantik Queen yang sedang asik mengobrol.


Queen yang sadar menoleh dan mengangkat alisnya tinggi-tinggi, raut wajahnya saat ini seolah bertanya kenapa pada Darren.


Darren menggeleng dan tersenyum membuat Queen menyernyitkan keningnya tidak paham. Tapi setelah itu dia angkat bahu dan kembali menatap momnya.


"Darren.."


Darren pada akhirnya menoleh saat namanya dipanggil oleh mom Valey "ya nyonya?"


"panggil aku mom saja Darren! agar lebih dekat" ucap Valey sembari tersenyum.


Darren menatap wajah wanita paruh baya itu kemudian ia mengangguk ragu.


"jangan ragu sayang.. aku kan calon mom mu kelak, jadi biasakan memanggilku mom oke? dan kamu juga harus memanggilnya dad" ucapnya sembari menunjuk Arsen " benar kan sayang?"

__ADS_1


Darren menatap wajah tuan Arsenio yang mengangguk malas, pria paruh baya ini benar-benar mengikuti semua perkataan istrinya meski dia tampak enggan dan tidak setuju.


"baiklah m-mom.." ucap Darren sembari memaksakan senyum. Lalu dia menoleh kembali kearah tuan Arsenio.


Senyum penuh arti tiba-tiba saja tercetak dibibir Darren "Daddy" panggilnya tiba-tiba membuat Arsen terkesiap dan menatap jengkel Darren.


Ternyata benar jika tuan Arsen tidak suka dipanggil seperti itu oleh nya. Darren tentu saja akan terus memanggilnya seperti itu agar pria paruh baya ini kesal.


"aduuh manis sekali kan sayang?" tanya Valey heboh saat mendengar Darren memanggil suaminya Daddy, terdengar sedikit kaku tapi tidak papa Valey memakluminya karena ini adalah pertama kalinya bagi Darren memanggil mereka seperti itu.


Arsen hanya mendengus dan malas untuk menjawab. Dia menatap kesal wajah calon menantunya yang sekarang menatap dirinya dengan pandangan menjengkelkan. "bocah tengil" batin Arsen mengolok Darren.


***


Valey mengangkat tangan, memperhatikan jam tangan mewah yang ia kenakan. Ternyata dia sudah lama disana. Hampir satu setengah jam lamanya. "sayang ayo pulang" ajak Valey pada suaminya.


Padahal sedari tadi Arsen sedang mengobrol dengan Darren, mereka membicarakan bisnis sehingga keduanya nyambung dan akur. Saling bertukar pendapat mengenai kerja sama yang memang baru terjalin belum lama ini.


Arsen menoleh kearah sang istri "ayo"


Valey mengangguk dan mendekati ranjang. Tadi dia sedang duduk di sofa. Begitupun dengan Queen yang sekarang sudah tertidur disana.


Arsen menatap puterinya yang tertidur disofa. Melihat bagaimana pulasnya Queen tidur membuatnya tidak tega untuk membangunkannya. Padahal dia berniat untuk mengajaknya pulang.


"biarkan dia disini. Takutnya nanti dia pusing karena baru saja terlelap" ucap Valey.


Arsen sebenarnya tidak rela jika puterinya berduaan dengan Darren tapi dia lebih tidak rela lagi jika nanti Queennya merasa pusing saat tidurnya diganggu. "baiklah. ayo pulang!"


Sebelum itu Arsen menoleh kearah Darren "jangan macam-macam dengan my princess! ingat aku memiliki mata dimana-mana!" ucapnya memperingatkan.


Darren mengangguk karena tahu sekali akan apa yang baru saja Arsen ucapkan, didalam ruangan ini banyak dipasang CCTV, bahkan disetiap sudut "baik daddy~"


Mata Arsen membola mendengar lagi-lagi Darren menyebutnya Daddy.


"cih.. terdengar menyebalkan saat kau yang memanggilku begitu! dasar bocah tengil!" ucap Arsen dengan ketus lalu menarik istrinya untuk segera keluar dari sana.


Darren tergelak saat pria paruh baya itu telah pergi, menurutnya tuan Arsenio sangat lucu sekali.

__ADS_1


***


Jangan lupa dukungannya gengs.. 💜💜


__ADS_2