QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
makan malam bersama


__ADS_3

Queen menggandeng lengan Darren . Membawa calon suaminya memasuki rumah yang cukup luas itu. Beberapa kali Queen mengajak Darren berbicara meski hanya dibalas seadanya oleh Darren.


Meski sangat menyebalkan Queen terlihat begitu sabar menghadapi pria dingin yang sedang ia gandeng ini.


"nona"


Queen menoleh saat disapa oleh seseorang. "apa opa dan Oma dirumah?"


"tuan dan nyonya besar dirumah, mereka sedang minum teh diruang keluarga. Mari saya antar" ucap sopan seorang pelayan.


"tidak perlu, aku tahu kok dimana tempatnya" ucapnya dengan riang kemudian menarik tangan Darren agar mengikutinya.


"Opa Oma.."


Kedua pria dan wanita tua yang tengah duduk santai menoleh kesumber suara. "Queen" ucap keduanya hampir bersamaan . Mereka berdiri dan menyambut pelukan Queen ketika gadis cantik itu merentangkan tangannya.


Mereka berpelukan secara bergantian.


"Bagaimana keadaan kalian? Aku sudah lama sekali tidak datang kemari, jangan marah yaa"


Oma Marry menepuk kening Queen "kamu anak nakal, bagaimana Oma tidak marah? kamu kemari seratus delapan puluh dua hari yang lalu. Kamu memang tidak sayang Oma ya?"


Mata Queen terbelalak "Oma menghitungnya? luar biasa sekali" ucapnya dengan raut wajah tidak percaya.


"Ayo kita hitung sama-sama kalau kamu tidak percaya"


Queen menggeleng dengan cepat "tidak! tidak perlu, aku percaya kok pada omaku yang cantik jelita ini" ucapnya sembari menaruh kepalanya dibahu Oma Marry.


"oh iya Oma Opa.. Aku mau mengenalkan seseorang. Kata mom kalian ingin melihatnya" Queen menarik Darren agar mendekat. "lihat, ini calon suamiku tampan bukaaaan?"


"lumayan" ucap Oma Marry sembari memperhatikan Darren.


"Dia sangat tampan dan tinggi. Tubuhnya juga bagus, dia punya otot perut yang sangat sexy loh. Aku sangat mencintainya"


Mata kedua orang tua yang ada dihadapan Queen membola mendengar ucapan Queen barusan. Mereka menatap prihatin cucunya ini ketika standar yang ia gunakan untuk memilih calon suami Queen jabarkan secara terbuka dihadapan mereka. Mereka menggeleng tak percaya.


Darren mendengus lalu membungkam mulut Queen dengan tangannya. Memelototi mata Queen agar gadis ini diam.


Queen menampik tangan Darren "aish.. baiklah aku akan diam" memberi isyarat seperti mengunci mulutnya lalu ia diam.


"Saya Darren Austin Keith calon suami cucu kalian"


Queen mendengus saat Darren hanya berucap beberapa kata saja dihadapan opa dan omanya. Dia tetaplah Darren si kaku dan dingin, tidak akan berubah menjadi pria manis yang mengharapkan sebuah restu dari keluarganya. Memikirkan hal ini membuat Queen menjadi kesal bukan main.


Opa Ibran terlihat memperhatikan Darren baik-baik. Matanya yang masih terlihat tajam meski usianya sudah tua memindai penampilan Darren dari atas kebawah. Wajah Darren memang tampan seperti yang Queen ucapakan barusan, wajahnya tegas dengan dihiasi sorot mata tajam. Melihat bagaimana ia memperkenalkan diri, dapat opa Ibran simpulkan bahwa temperamen Darren ini hampir sama dengan menantunya, Arsenio.


Jangan-jangan Queen menyukainya hanya karena sekilas mirip dengan Arsenio.


"bagaimana kalau kita duduk dulu?" Oma Marry mulai berucap karena melihat tatapan kedua pria itu begitu sengit. Pemuda tampan yang dibawa oleh Queen dengan berani menatap manik mata suaminya sehingga aura dingin dan canggung mulai terasa.


"iya.. Ayo duduk dulu sayang" Queen menarik tangan Darren agar segera duduk.


**


Minuman dan makanan ringan sudah terhidang diatas meja, kedua wanita yang ada disana asik mengobrol sedangkan dua orang lainnya hanya diam dan memperhatikan satu sama lain.


Tak ada yang memulai pembicaraan.


"Darren, apa yang kamu kerjakan akhir-akhir ini?"


Darren menoleh kearah wanita tua yang mengajaknya bicara "saya disibukan dengan persiapan pernikahan dan mengurus beberapa pekerjaan"


"kamu pasti kesulitan karena tidak bisa bekerja di kantor" tentu saja Oma Marry mengetahui latar belakang calon suami Queen, Valey sudah banyak bercerita mengenai calon menantunya ini.

__ADS_1


"tidak juga. Saya bisa menghandle semuanya dari sini. Asisten saya sangat kompeten sehingga semua pekerjaan berjalan dengan semestinya"


"Bagaimana dengan orang tuamu?"


"Mereka baik."


Oma Marry mengangguk "apa kamu benar-benar mencintai cucu kami?"


Darren mengangguk dengan pasti "ya. Aku sangat mencintainya" ucapnya sembari menatap manik mata Queen.


Binar cinta terlihat jelas ketika melihat saling tatap.


"aaa... Aku juga sangat mencintaimu" ucap Queen sembari tersenyum senang.


"uh.. Ternyata Queen kita sudah besar, dia bahkan sudah bucin sekali pada kekasihnya" ucap Oma Marry kemudian. Dia menatap wajah suaminya yang hanya diam saja sejak tadi.


Queen terkekeh mendengar ucapan gaul dari wanita tua ini "Oma keren sekali, tau bahasa anak muda zaman sekarang"


"tentu saja tahu, Oma ini selalu up to date tahu. Oh iya, kalian berdua makan malam disini saja ya? Oma siapkan" wanita tua itu berdiri dengan semangat.


"Aku akan bantu, sayang mengobrol lah dengan opa aku mau kedapur dulu"


Darren mengangguk, setelah kedua wanita itu pergi kecanggungan semakin terasa. Apalagi tak ada satupun dari mereka yang berbicara satu sama lain.


"Kamu harus melindungi Queen!"


Darren sedikit terkejut saat pria tua yang sejak tadi mendiami dirinya tiba-tiba saja berbicara.


"Kalau kau sampai menyakitinya, akan kupatahkan tulang rusukmu itu!"


Darren menatap heran ucapan pria tua yang ada didepannya ini, bagaimana caranya pria dengan tubuh renta seperti ini mematahkan rusuknya? sebelum itu terjadi pinggang pria ini pasti sudah encok. Tapi, Darren tidak mau pria yang disayangi oleh Queen ini membencinya dan berakhir mengangguk dan mengiyakan ucapannya.


Lagian ia juga akan melindungi Queen. "saya akan melindungi Queen dan tidak akan menyakiti nya"


**


Keempat orang yang ada dirumah makan malam bersama.


Kehangatan keluarga seperti ini selalu membuat hati Darren tenang. Meski ia juga dibesarkan dikeluarga yang utuh, namun kedua orang tuanya selalu sibuk dan selalu mengabaikan hal-hal kecil seperti makan besama. Dia lebih sering berinteraksi dengan kakek Keith dibanding dengan kedua orang tuanya sendiri.


Kehangatan itu hilang saat tiba-tiba saja ada seseorang yang memekik dari luar.


"Omaaa huaaa"


Darren dan Queen saling tatap dengan heran melihat seorang gadis manis langsung memeluk tubuh renta Oma Marry.


"ada apa Asya?"


"Oma.. Aku sedih sekali, pacarku ternyata selingkuh" ucapnya mulai bercerita.


"apa?! kau punya pacar?"


"eh--?" Asya melepas pelukannya lalu menoleh kearah sumber suara. "kak Queen?" ucapnya penuh tanya, dia cukup terkejut melihat sepupunya ternyata ada disana. Karena masih merasa emosi, Asya tidak memperhatikan sekitar dan langsung memeluk omanya.


Tangannya menghapus air mata yang ada diwajah cantiknya, dia kemudian menoleh kesebelah Queen dimana ada seorang pria yang menatapnya dengan tatapan mata tajam. "astaga.." dia kemudian memilih menatap mata cokelat sepupunya dari pada ia mati berdiri karena ketakutan. Calon suami sepupunya ini terlihat menakutkan sekali.


"Jawab pertanyaan ku! kau punya pacar tapi tidak memberitahu aku? oke mulai saat ini kita putus hubungan!"


"aduh.. kak Queen aku hanya belum mau bercerita, kenapa kakak kekanakan sekali. Malu tahu sama calon suami mu itu"


brak


Semua orang menoleh kearah opa Ibran karena pria tua itu memukul meja "cepat selesaikan makan kalian! dan kamu Asya, duduk dan ikut makan!" ucapan opa Ibran sangat tegas sehingga semua orang diam dan menurut. Mereka pada akhirnya makan dalam diam karena aura kekesalan muncul di wajah opa mereka.

__ADS_1


***


"Kau berhutang penjelasan padaku" ucap Queen pada sepupunya. Setelah makan malam, mereka tidak sempat berbicara karena Darren ada pekerjaan mendadak. Dia tidak bisa mengerjakan pekerjaannya disana karena semua data ada didalam leptop yang ada dikediamannya.


"iya.. Aku akan datang padamu besok" jawab Asya sedikit malas, dia hanya mengiyakan.


"Opa Oma.. Aku pulang dulu" Queen memeluk opa dan omanya secara bergantian.


Namun saat Asya merentangkan tangannya, Queen melengos.


"kakak jahat sekali padaku." keluhnya sembari mengerucutkan bibirnya.


"bodo!"


Setelah berpamitan, Queen dan Darren berjalan kearah mobil. Dengan gantle Darren membukakan pintu mobil. Hal itu tak luput dari padangan opa Ibran. Melihat bagaimana cucunya diperhatikan seperti itu, hatinya


Menjadi tenang.


"hati-hati dijalan"


Queen tersenyum dan melambaikan tangan lalu menghela nafasnya panjang saat mobil telah meninggalkan kediaman omanya.


"Ada apa ?"


Queen menoleh, Darren yang dingin ini selalu tahu bagaimana perasaannya "tempat ini cukup membuatku nyaman. Disini banyak sekali kenangan saat aku masih kecil"


"kita bisa datang kemari lagi jika kamu mau"


Queen tersenyum dan mengangguk "terimakasih " menyandarkan kepalanya di lengan Darren. Rasanya nyaman sekali apalagi Darren mengelus rambutnya dengan lembut. "sayang"


"hmm?"


"Apa kamu tidak akan menyesal menikah denganku?"


ckiiiit


Queen terkejut saat tiba-tiba saja Darren menghentikan mobilnya. "ada apa?" tanya Queen panik.


Darren melepas saltbelt dan kemudian menatap irish cokelat milik Queen "kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"apa?" karena dia panik, Queen melupakan ucapannya barusan.


"Aku tidak akan menyesal menikah denganmu! Aku sangat mencintaimu sehingga aku tidak akan pernah menyesal."


Melihat kesungguhan dari setiap ucapan Darren, Queen tersenyum.


"Atau jangan-jangan kamu yang menyesal? kamu tidak berniat untuk menyingkirkan aku kan? kalau kamu berniat seperti itu, aku akan mengikatmu agar terus berada di sisiku!" ucapan egois dan mengancam terlontar begitu saja.


"Kamu ternyata seegois ini ya? aku baru tahu"


"Aku memang sangat egois, kamu jangan kaget jika aku akan sangat egois jika itu mengenai hubungan kita" diujung ucapannya Darren melembut.


Melihat itu Queen memeluk Darren "aku juga sangat egois. Aku akan menempel padamu seumur hidup mu. Jadi, jangan pernah menyesal"


"Kau tidak akan menyesal"


Setelah perdebatan itu, mereka melanjutkan perjalanan kembali.


**


note: Asya adalah sepupu Queen, anak dari Victor dan Tata. ada di chapter 1 jika kalian semua lupa sama simanis Asya Naura Wilson.


Sorry slow update

__ADS_1


Bab berikutnya, kita mulai kepernikahan.. Jadi staytuned


__ADS_2