
Darren menggandeng tangan lembut Queen menuju keluar bandara. Setelah tidur cukup lama akhirnya Darren terbangun dan mendapati kalau Queen masih membiarkan kepalanya diatas pangkuan.
Gadis cantik yang saat ini terlihat masih mengantuk itu tidak menyingkirkan kepalanya. Tadi Queen tertidur dengan nyenyak dengan menyandarkan kepala dikursi dengan tangan masih berada di kepala Darren. Dengan senyum tipis Darren dengan hati-hati menarik Queen mendekat dan memeluknya sampai penerbangan berakhir.
Dengan Queen yang terus berada di pelukannya selama penerbangan berlangsung, suasana hati Darren terlihat sangat bagus. Mata panda yang ada dimatanya pun sudah tak nampak. Meski masih tampak datar, Darren tetap terlihat mengeluarkan aura kebahagiaan.
Dengan langkah yang seirama sepasang kekasih itu terus melangkah dan mengabaikan tatapan kagum setiap orang. Queen yang memang memiliki paras yang sangat cantik sangat cocok bersanding dengan Darren yang memiliki tubuh menjulang tinggi dan wajah bak model. Mereka membuat orang-orang yang berada di bandara terlihat iri dengan keserasian tersebut.
Melihat kedua orang yang ada didepannya terus menarik perhatian, Gerrell yang berjalan dibelakang pasangan itu memutar bola matanya berkali-kali. Pemuda itu menarik dua koper yang mana salah satunya adalah milik kakaknya "ck.. Aku seperti kacung" gumamnya jengkel.
Apalagi semua orang tampak terpesona kepada mereka berdua dan mengabaikan dirinya, meski beberapa gadis tetap saja ada yang meliriknya akan tetapi terlihat kontras sekali perbedaannya.
"ck.. aku juga tampan kenapa mereka semua malah melirik dia" batinnya masih menggerutu sembari menatap jengkel punggung tegap milik kekasih kakaknya.
Sebenarnya Gerrell sangat tampan, namun saat disandingkan dengan Darren yang memiliki wibawa dan pembawaan seperti seorang bangsawan membuatnya dengan cepat menarik semua perhatian.
Gerrell saat ini masih memiliki wajah kekanakan karena usianya yang belum matang, sedangkan Darren yang memang lebih dewasa dari Gerrell terlihat lebih mempesona. Semakin matang usia seseorang, akan semakin karismatik jika dilihat.
#jadi Gerrell sabarlah sedikit, sebentar lagi kamu juga akan lebih manly seiring bertambahnya usia.
**
Saat mereka keluar dari bandara, seorang pemuda tampan tampak memperhatikan ketiga orang yang sangat jelas sekali menarik perhatian hampir semua orang. Dengan malas dia mengabaikan dan tetap melanjutkan bermain ponsel sembari menyandarkan tubuhnya diatas kap mobil.
"Gerald"
Barulah saat namanya dipanggil mau tak mau dia menoleh, dan mendapati wajah saudara kembarnya yang tampak berbinar menatapnya.
"Kukira kamu nggak mau jemput" ucap Gerrell saat sampai didepan Gerald. Dia yang sudah merengek minta dijemput pada saudaranya itu cukup terkejut karena tadi Gerald dengan tegas memberikan penolakan. Entah apa yang terjadi sehingga membuatnya ternyata menunggu mereka sekarang.
__ADS_1
"Mom yang maksa" ucap Gerald jujur karena memang mom Valey yang memaksanya untuk pergi menjemput kedua saudaranya itu.
"oh~" Gerrell hanya ber oh ria saja. Pantas saja saudara kembarnya itu mau, itu semua adalah andil tangan mom Valey.
"udah lama nunggu?" tanya Queen, dia mendekati Gerald dan memeluknya.
Saat tengah dipeluk oleh Queen, Gerald tanpa sengaja bertemu pandang dengan mata tajam Darren. Tak ada gentar yang terlihat dimanik cokelat milik Gerald, dia bahkan dengan berani menatap irish biru milik Darren.
Dapat Gerald lihat jika sebenarnya Darren keberatan Queen memeluknya. Meski membiarkan namun Gerald dapat melihat jika Darren menampakan kecemburuannya. Gerald bahkan merasa dongkol karena hal itu.
Dengan seringai tipis Gerald melingkarkan tangannya ditubuh Queen "kakak lama sekali perginya? Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan" ucapnya sembari memeluk Queen dengan erat. Saat melihat Darren memalingkan wajah barulah Gerald melepaskan kakaknya "posesif!!" umpat Gerald sembari mendengus.
Sedangkan Darren, dia merasa kesal sekali. Apalagi sepertinya pemuda yang satu ini memang sulit untuk didekati.
Pemuda yang belum dewasa itu bahkan berani menatap matanya. Biasanya tak ada orang yang berani menatap matanya karena aura intimidasi yang menguar.
Tidak dipungkiri jika Darren memang merasa cemburu, namun melihat sifat kekanakan Gerald yang sepertinya hanya ingin memancing amarahnya saja membuat Darren berusaha dengan keras menahan emosi saat Gerald memeluk kekasihnya dengan begitu eratnya. "kekanakan!!"
"Kita bicarakan nanti" ucap Queen.
Gerald mengangguk, dia meraih koper yang ada disalah satu tangan Gerrell untuk meletakkannya dibagasi. Dan setelah itu mereka masuk kedalam mobil.
Gerald yang memang bertugas sebagai driver duduk bersisian bersama dengan Gerrell sedangkan Queen tentu saja duduk dengan kekasihnya dikursi belakang.
Gerald sesekali menimpali ucapan bodoh dan konyol adiknya. Meski dia selalu dongkol namun setelah lama tak bertemu rasanya tidak terlalu buruk mendengarkan celotehan itu.
"Kau tak lelah setelah perjalanan jauh?" gerutu Gerald pada akhirnya saat Gerrell tak kunjung diam. Dia mulai lelah mendengar cerita tak berujung dari saudaranya itu.
Gerrell menoleh kemudian menggeleng "aku memiliki 99% energi untuk berbicara dan mengganggumu" ucapnya dengan diakhiri senyum usilnya. Dia memang suka sekali mengganggu Gerald karena menurutnya menyenangkan.
__ADS_1
Gerald berdecih mendengar ucapan tersebut "harusnya kau tak usah pulang. Rumah rasanya damai sekali saat kau pergi"
Suara Gerald terdengar serius sehingga Gerrell memutar matanya dongkol "Mulutmu itu kenapa selalu beracun sih?! Merusak suasana hatiku saja" keluhnya sembari melipat tangannya didepan dada. Dia jengkel.
"Aku bicara apa adanya... Kau itu terlalu cerewet Rel. Sepertinya kau akan cocok jika bersanding dengan ibu-ibu komplek yang julid sembari memilih sayur" ucap Gerald dengan nada suara datar seperti biasanya.
"Sialan kau!" pekik Gerrell kemudian mengulurkan tangannya untuk meraih rambut Gerald. Dia segera menjambaknya.
"Ah.. Kurang ajar!" ucap Gerald yang merasa tak terima. Dia yang sedang mengemudi tidak bisa membalas perbuatan Gerrell sehingga membuatnya emosi.
"Hey kalian! Berhentiiiii"
Gerrell menoleh kekursi belakang dimana kakaknya yang terlihat marah.
"Lepaskan tanganmu! Kau mau membuat kita kecelakaan?!" ucap Queen sembari memelototi Gerrell.
"Sepertinya dia memang berniat membuat kita pindah kealam baka"
Gerrell menatap sinis Gerald karena menimpali ucapan Queen, dia menambah kekuatan untuk menarik rambut saudaranya ini.
"Aduh! sakit sialan!"
"Lepas Rel!"
Gerrell segera melepaskan tangannya saat mendengar bentakan Queen, dia mendengus kemudian kemudian duduk dengan tenang kembali "nyebelin"
"Iya.. Kau yang nyebelin" Gerald kembali menimpali ucapan Gerrell. Kepalanya terasa sakit namun entah kenapa dia merasa senang saat bertengkar dengan Gerrell.
"Kalian berdua diamlah! kakak rasanya ngantuk sekali. Kalau ada yang berisik lagi kalian akan tahu akibatnya!" ucap Queen geram dengan intonasi menekan dan diakhir dengan ancaman sehingga hal itu membuat kedua adiknya takut.
__ADS_1
"Maaf kak" ucap kedua adik Queen itu.
Dan setelah teguran Queen, kedua pemuda itu tak ada yang berani membuka mulut sampai mobil berhenti didepan pintu mansion utama.