QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
tergoda?


__ADS_3

Selamat berbuka puasa untuk kalian yang sedang menjalankan 🤗


Jangan lupa like komen dan kasih bunga/coffee ya nanti 🤭


kuy.. back to story 🍀


"emmh" Queen menggeliat, dia mulai membuka matanya perlahan. Matanya menyipit saat cahaya ruangan mulai memasuki kornea matanya. Samar-samar gadis itu melihat ada sosok yang sedang memperhatikannya.


Queen terkesiap dan membuka matanya dengan lebar "ahhhk" pekiknya karena merasa terkejut, Queen secara refleks mundur kearah sandaran sofa. Ternyata orang yang sedang memperhatikannya adalah Darren.


Pria itu duduk dilantai dan memperhatikan wajah cantik dan tenang Queen saat tertidur. "kamu kaget Queen?"


Queen mendengus "aku baru saja bangun tidur dan melihat sosok pria dengan mata tajam menap diriku, tentu saja aku terkejut. Untung saja aku tidak terkena serangan jantung" gerutunya sembari mengusap dada.


Darren melembutkan pandangannya, tangannya terulur untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Queen. "kalau terkena serangan jantung, serang balik saja"


krik


krik


krik


Queen menatap sebal Darren, guyonan Darren sungguh garing sekali.


"nggak lucu ya?" tanya Darren sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wajahnya polos sekali.


"hahaha" tawa Queen malah memecah melihat wajah Darren saat ini "kamu yang lucu" ucap Queen sembari mencubit pipi Darren dengan gemas.


Darren hanya diam. Membiarkan Queen melakukan hal itu, dan kedua sudut bibirnya naik keatas. Menandakan bahwa dia tidak keberatan sama sekali. Malah Darren menyukainya.


"kau kenapa duduk dilantai?" tanya Queen setelah tawanya reda.


"aku ingin saja" ucap Darren dengan acuh, dia segera berdiri dan membantu Queen untuk duduk.


Sebenarnya dia hanya ingin melihat wajah lembut Queen saat tertidur. Queen seperti malaikat saat tertidur. Hal itulah yang membuatnya rela duduk dilantai hanya untuk memperhatikan wajah Queen.


Tapi Darren tentu saja tidak mau mengatakan hal ini. Kenapa? jawabannya sudah pasti karena dia gengsi.


tok tok tok


Queen dan Darren menoleh kearah pintu saat mendengar pintu diketuk dari luar.


"masuk!" ucap Darren mengizinkan masuk.


ceklek


Masuklah seorang pria tampan dengan langkah pastinya menghamipir Darren, pria tampan berkacamata itu adalah Jonathan asisten Darren.


Setelah sampai dihadapan Darren, Jonathan menunduk terlebih dahulu "tuan, meeting sudah selesai. Dan hasil meeting tadi sudah saya kirim ke email anda"

__ADS_1


Darren mengangguk "apa ada kendala?"


"ada, tapi sudah saya bereskan, dan orang yang membuat ribut sudah saya--"


ehem


Ucapan Jonathan terhenti saat mendengar dan melihat sorot mata Darren agar dia diam. Jonathan melirik Queen yang memang sedang memperhatikan mereka berdua. "ehem" Jonathan merapikan dasinya yang sama sekali tidak berantakan. "intinya saya sudah membereskan semuanya"


"mengapa mereka berdua tampak menyembunyikan sesuatu?" batin Queen.


Darren dan Jonathan membahas pekerjaan yang memang harus mereka bahas.


Queen memperhatikan interaksi Darren dan Jonathan. Dia yang tadi curiga entah kenapa melihat ketampanan Darren dia melupakannya begitu saja.


"ah-- tuan Darren sangat berwibawa dan keren" puji Queen dalam hati. Sungguh Queen merasa Darren tampak begitu tampan saat sedang berbicara serius dengan Jonathan.


Sampai saat Darren menoleh kearah dirinya yang masih asik melamun dengan segala pikirannya.


tuk tuk


Queen terkesiap saat keningnya diketuk oleh Darren.


"apa isi kepalamu ini?" tanya Darren ambigu.


Queen mendengus "tentu saja berisi otakku yang sangat cerdas dan pintar" jawabnya acuh.


Hal itu membuat Jonathan yang memang masih disana menahan tawanya.


Darren menoleh dengan tatapan tajamnya kearah Jonathan, membuat pria itu menundukan kepalanya karena takut. "tuan kesal? gawat"


"ayo kita pulang!"


Queen menggeleng "jangan pulang dulu! lihatlah aku baru saja bangun, sangat berantakan"


Darren mengusap rambut panjang Queen, dia menyisir rambut lembut itu dengan jarinya "kamu cantik"


"cantik? dih.. cantik dari mana? mataku saja rasanya sembab sekali" gerutunya. Sebenarnya Queen tidak mempermasalahkan penampilannya jika saja mereka tidak akan pergi kemansion milik keluarga Keith.


Mengingat disana ada seorang nyonya besar yang sangat fasionable. Bagaimana bisa Queen kesana dalam keadaan berantakan begini.


Darren menghela nafasnya, lalu menarik tangan Queen agar segera mengikutinya.


"hey sebentar dulu, aku mau cuci muka dan merapikan wajahku ini"


"tidak perlu Queen! kau masih sangat cantik sekarang" bukan hanya bualan, karena yang Darren katakan adalah benar. Queen terlihat cantik sekali sekarang.


"kau bohong!"


Darren menoleh kebelakang "aku bicara serius, benar kan Jo?" tanya Darren meminta pendapat dari asistennya yang mengikuti mereka berdua.

__ADS_1


"benar nona Karren. Anda sangat cantik sekali. Wajah anda benar-benar menawan, bahkan selebriti saja kalah cantik dari anda" jawab Jonathan dia lebih-lebihkan agar tuannya tidak marah.


"ketara sekali kau bohong kak!" ucap Queen ketus.


"hahaha benaran kok nona, anda sangat cantik sekali"


Darren melirik Jonathan tidak suka.


"gawat! tuan tambah marah!" batin Joanthan, menjadi asisten seorang Darren sungguh tidak mudah. "bukan marah astaga, ternyata tuan cemburu" gumamnya lagi saat melihat Darren merangkul pinggang ramping Queen.


Jonathan memilih menghindari tatapan tajam Darren.


Mereka memasuki lift dan segera turun kelantai dasar. Lalu lalang orang masih terlihat. Tampaknya sekarang memang waktunya jam pulang kerja. Sehingga tampak begitu ramai sekali.


Tidak ada yang berani menyapa Darren, semua orang menunduk saat Darren melewati para karyawan.


Queen menoleh kearah Darren, aura pemimpinnya sangat kuat sekali. Tatapan matanya yang tajam dan sangat dingin itu membuat semua karyawan Darren takut tapi tetap menghormatinya.


"apa aku sangat tampan sampai membuatmu terpesona?"


Queen melengos dengan wajah memerah "sial.. kenapa aku tanpa sadar terhipnotis oleh karismanya, memalukan sekali"


Joanthan membukakan pintu agar tuan dan nonanya masuk kedalam mobil "hati-hati dijalan tuan nona" ucapnya sopan.


Queen mengintip dari balik tubuh Darren "terimakasih kak jo.. bye~" melambaikan tangan dengan riang.


Darren menekan wajah Queen agar tidak memperhatikan Jonathan lagi.


"kau! kau tidak sopan sekali" gerutu Queen.


"jangan bicara dengannya!"


Queen kembali mendengus, lalu dia memilih merogoh tas yang tadi dia bawa. Queen meraih bedak dan liptint yang sengaja dia bawa dari penthose.


Queen mulai mengoleskan bedak kewajahnya, kemudian gadis itu mengoles liptint warna merah muda pada bibirnya.


Darren diam saja memperhatikan, dia menatap Queen yang sedang mengoles bibirnya dengan liptint tersebut.


gluk


Tanpa sadar menelan salivanya, dia merasa gadis yang ada disisinya seperti tengah menggoda dirinya.


Entah kenapa gerakan sederhana itu sungguh membuat Darren gerah.


Bibir yang tampak begitu segar itu membuat Darren ingin sekali menciumnya.


ehem


Berdehem untuk menguasai dirinya, dia memilih menatap jalanan dari pada terus tergoda oleh gadisnya itu. "sial.. sepertinya aku harus cepat-cepat menikahinya"

__ADS_1


__ADS_2