QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
07. Kemarahan Kenan


__ADS_3

Kening Queen bergelombang pelan ketika mobil yang di kendarai oleh Kenan memasuki basement apartmen cowok itu. Sedari tadi dalam perjalanan Queen hanya bisa menangis sambil menatap ke jendela mobil, makannya dia tidak sadar bahwa Kenan membawanya ke apartmen cowok itu.


"Ka-kamu ngapain bawa aku kesini?"tanya Queen sambil sesegukan karena habis menangis.


Kenan tidak menjawab, cowok itu keluar dari mobil dan memutari bagian depan mobil lalu membukakan pintu untuk Queen.


"Turun,"suruhnya dingin.


Queen meneguk air ludahnya kasar, perasaannya tidak enak. Dia tahu Kenan masih marah kepadanya, dia tahu cowok itu ingin melampiaskan amarahnya dengan cara memarahi Queen. Tapi kenapa dia membawa Queen ke apartmen?


"Jawab dulu, Ken. Kenapa bawa aku kesini?"tanya Queen pelan.


Kenan menghembuskan nafasnya kasar sambil memutar bola mata malas, tanpa di duga cowok itu menarik tangan kiri Queen dengan paksa sehingga Queen keluar dari mobilnya. Queen sontak tersentak kaget ketika Kenan menutup pintu mobil dengan kencang hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras , apalagi setelah itu Kenan menarik tangan Queen agar mengikuti langkah lebarnya yang membuat gadis pendek itu kewalahan.


"Kenan, pelan-pelan."


Dihiraukan. Kenan seperti menganggap ucapan Queen itu sebagai angin lalu. Mereka memasuki lift, Kenan memencet angka 25.


"Aku mau pulang,"bisik Queen takut.


Telinga Kenan masih mendengar apa yang Queen katakan, keadaan hening di antara mereka membuat Kenan masih bisa mendengar bisikan Queen.


"Kenan kamu denger aku, kan?"


Kenan masih terdiam, cowok itu malah menyenderkan tubuhnya kebelakang dinding lift lalu memejamkan matanya, kedua tangan cowok itu di masukan ke dalam saku celana.


Mata Queen kembali memanas, ketika Kenan sama sekali tidak meresponnya. Perasaan gadis itu tak menentu sekarang. Dia ingin marah kepada Kenan karena sudah membuat Liam sekarat, tapi dia juga sadar jika Kenan melakukan itu karena kesalahannya juga.


"Mau aku seret lagi atau jalan sendiri?"tanya Kenan datar yang membuat Queen tersentak dalam lamunannya.


"A-aku jalan sendiri."


Kenan memilih berjalan di depan Queen dan menghiraukan gadis di belakangnya.


Bagaimana nasib Liam sekarang? Apa ada warga atau siapa pun yang menolong cowok baik itu?


"Masuk."


Suara dingin dan menuntut itu membuat lagi-lagi Queen tersentak kaget, dia bahkan tidak sadar jika sudah berada di depan pintu apartmen milik Kenan. Dengan ragu, gadis yang memakai dress itu masuk ke dalam apartmen Kenan.


Tidak asing bagi Queen memasuki apartmen luas milik kekasihnya itu, bisa di bilang Queen ini sering main di apartmen dengan Kenan dan teman-teman cowok itu.

__ADS_1


"Kita ngapain?"tanya Queen sambil menunduk.


Kenan hanya diam, cowok itu menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menatap gadisnya yang masih berdiri dengan kepala menunduk. Dia sadar dia telah membuat Queen takut karena dia tadi membentaknya, meneriakinya. Tapi itu semua karena Kenan sedang marah, dia kecewa dengan gadisnya yang berbohong.


"Maunya lo ngapain?"


Queen terdiam, gadis itu ketakutan setengah mati. Dengan perlahan gadis itu mengangkat kepalanya untuk menatap Kenan, dia meneguk air ludahnya secara kasar ketika melihat tatapan tajam namun dingin Kenan yang sedang menatapnya.


"Duduk,"suruhnya sambil melirik tempat kosong di sebelahnya.


Queen nurut, dia menyimpan tas selempang berwarna hitam di sebelahnya. Queen juga meremas tangannya untuk menetralkan rasa takutnya ketika berada di sisi Kenan.


"Lo tau apa yang gue rasain sekarang?"tanya Kenan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, posisi cowok itu sedikit membungkuk.


"Kamu marah, kamu kecewa sama aku,"jawab Queen lirih.


Kenan tersenyum miring, cowok tampan yang terlihat acak-acakan itu menegakan tubuhnya lalu memposisikan duduknya agar bisa menghadap ke arah Queen yang sudah ketakutan.


"Apa yang buat gue kecewa sama lo, Queen?"tanya Kenan mirip desisan.


Queen menunduk, gadis itu setengah mati menahan agar dirinya tidak menangis ketika melihat raut wajah kecewa serta marahnya Kenan.


Kenan menggeram, dia mengangkat dagu gadisnya dengan mencengkram dagu gadis itu. Dan saat itu juga air mata Queen mengalir lagi, gadis itu ingin menjauhkan wajahnya agar cengkraman itu terlepas, tapi tidak bisa karena cengkramannya sangat kuat.


"Ak-aku, aku jalan sama Kak Liam. Aku bohongin kamu Ken, ak-aku hiks ngejauhin kamu dari kemarin, aku gak ngangkat telpon dari kamu."


"Lo tau Queen apa yang udah buat gue marah sama lo?"


Queen terisak pelan, gadis itu merasakan panas di dagunya yang di cengkram kuat oleh Kenan dengan keras. Bukan hanya karena merasa sakit karena di perlakukan kasar oleh Kenan, tapi gadis itu juga merasa sangat merasa bersalah kepada Kenan sebab sudah membohongi cowok itu.


"Gue nyuruh lo jawab, bukan nangis!"sentak Kenan.


Mata Queen terpejam, dia menggigit bibir bawahnya ketika dengan kasar Kenan menghempaskan cengkramannya sehingga membuat Queen semakin ketakutan.


"Aku jalan sama Kak Liam, dan itu yang buat kamu marah!"jawab Queen lantang.


"Salah satunya memang itu. Tapi ada yang lebih buat gue sakit Queen, dan gue tambah kecewa karena lo sama sekali gak ngakuin kesalahan lo yang paling fatal itu!"ucap Kenan lemah.


Di tengah tangisannya dahi Queen bergelombang, gadis itu tidak mengerti dengan maksudnya Kenan. Apalagi kesalahannya?


"Lupa atau pura-pura lupa, huh?"tanyanya sinis.

__ADS_1


"A-apa? Aku gak tau,"ujar Queen takut.


Kenan sedikit terperangah mendengar ujaran yang keluar dari bibir Queen, matanya semakin menatap tajam gadis di hadapannya yang terlihat bingung.


"Gue kecewa sama lo, Queen."


Badan Queen mematung, hatinya mencelos ketika melihat Kenan beranjak dari duduknya dan meninggalkan Queen sendiri di ruangan tersebut. Queen bisa mendengar suara pintu yang di tutup dengan keras. Tak lama tangis gadis itu kembali pecah, Queen terbaring di sofa lalu mengigit ujung lengan dress putihnya dengan kuat agar suara isakannya bisa sedikit mereda.


Gue kecewa sama lo, Queen.


Queen semakin merasa bersalah ketika mendengar nada kekecewaan yang sangat kentara saat Kenan berucap tentang ungkapannya yang kecewa terhadap Queen.


Setelah hampir lama menangis, tanpa sadar gadis itu ketiduran.


...||||...


Kenan meminum minuman alkoholnya dengan sekali tenggak, cowok itu sudah menghabiskan tiga botol gelas. Kamarnya juga sudah bau oleh alkohol, tapi Kenan tidak perduli. Cowok itu malah menatap tajam foto dirinya dan Queen di galeri ponsel. Mereka terlihat bahagia dengan berpose saling berhadapan dan tangan Kenan yang memegang punggung gadis itu, lalu tangan Queen yang memegang pipinya.


"Cewek polos kayak lo yang bisa bikin gue kayak orang gila?"tanyanya entah pada siapa, lalu tak lama cowok itu tertawa.


Tidak, Kenan tidak mabuk. Cowok itu belum mabuk hanya karena sudah menghabiskan tiga gelas alkohol. Sudah biasa menurutnya.


Sakit ternyata ketika Queen sama sekali tidak menyadari kesalahan fatalnya yang membuat Kenan tambah kecewa pada gadis polos itu. Kenan tersenyum sinis ketika mengingat kondisi Liam yang di tinggalkan olehnya dengan kondisi sekarat.


"Gue harap lo mati!"desisnya sambil membanting ponsel mahalnya ke lantai dengan keras sehingga membuat ponsel itu hancur.


Dia berdiri, berjalan keluar kamar untuk memastikan keberadaan Queen. Cowok itu terdiam ketika melihat gadisnya sudah terlelap di sofa ruang tamu. Dengan helaan nafas, Kenan menghampiri Queen lalu berjongkok sehingga membuat wajah Queen sejajar dengan wajahnya.


Dia bisa melihat wajah cantik Queen ketika gadis itu sedang tertidur, dia juga bisa melihat mata sembab gadisnya dan juga bekas air mata di ujung mata Queen. Setelah puas meneliti wajah gadisnya, Kenan pun berdiri, cowok itu dengan pelan membuka kedua flat shoes yang masih berada di kedua kaki gadisnya. Cowok itu kembali ke kamar lalu tak lama kemudian membawa selimut tebal serta satu bantal untuk Queen agar tidur gadis itu semakin nyenyak.


Setelah memakaikan selimut serta bantal kepada gadisnya, Kenan kembali berjongkok. Cowok itu mengamati wajah Queen lagi. Queen hanya miliknya, selama gadis pendek ini masih berada dalam genggamannya, jangan harap cowok lain akan merebut gadis pendek ini darinya.


"Gue cowok egois, Queen. Gue kasar dan juga gak berperasaan. Cowok kayak gue gak seharusnya dapetin cewek malaikat kayak lo. Tapi mau gimana lagi, Queen? Gue gak bisa nahan keinginan gue buat bisa milikin lo dan genggam lo supaya gak di rebut sama orang lain. Egois? Ya, gue akui gue egois Queen. Tapi lo harus tau, di balik sikap gue yang kayak gini. Gue sayang lo Queen, gue cinta lo, apa belum cukup? Lo milik gue,"bisik Kenan pelan dan lembut.


Cowok itu mendekatkan wajahnya, lalu mencium kening Queen dengan waktu yang lumayan lama.


... ||||...


Gimana menurut kalian nih? Udah pada baper belom?


...Ini cast Kenan sama Queen:))...

__ADS_1



__ADS_2