
"apa tuan masih ingin memelukku? kakek sudah pergi dari tadi" sindir Queen saat Darren masih memeluknya dari belakang.
Darren tidak peduli, ia semakin mengeratkan pelukannya. Wajahnya menempel kepunggung Queen. Beberapa kali mengusalkan wajahnya.
"aw.. jangan menggigit ku!" pekik Queen saat Darren tiba-tiba menggigit punggungnya.
Darren tergelak, dia melepas pelukannya dan menarik bahu Queen agar menghadap dirinya. Gadis cantik ini ternyata sedang memberengut masam memandang Darren. Membuat pria tampan ini terkekeh melihat keimutan gadisnya saat ini "jangan marah Queen. Aku hanya gemas saja tadi" ucapnya tanpa terlihat merasa bersalah sama sekali. Membuat Queen menatapnya sinis.
Darren tatap wajah cantik Queen. Lalu ia mengusap pipi halus dan putih milik Queen dengan tangannya. Memindai wajah yang tampak natural dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya. Bulu matanya sangat lentik dan tebal padahal Darren tahu sekali jika ia tak memakai maskara atau semacamnya sama sekali. Alis yang tertata dengan rapi membuat wajah Queen semakin terlihat menawan dan sempurna.
"kenapa?" tanya Queen sedikit salah tingkah saat Darren memperhatikan dirinya dengan begitu intens.
Darren menggeleng "aku hanya sedang memperhatikan wajah cantik tunanganku"
Queen menahan senyumnya dengan cara menggigit bibir bawahnya. Hatinya merasa senang hanya mendengar kata-kata seperti itu dari Darren.
Queen memundurkan wajahnya, lalu dia melengos karena merasa malu. Wajahnya bersemu merah setelah itu.
"gadis bar-bar sepertimu bisa malu juga?"
Dug
Queen memukul lengan Darren saat pria itu menggoda dirinya. Darren menangkap tangan Queen, menariknya perlahan kemudian mengecup punggung tangan tersebut.
"kyaaaaa..... bisa mati aku" batin Queen berteriak saat mendapatkan perlakuan manis dari Darren. Jantungnya berdebar begitu saja tanpa bisa Queen cegah.
Darren menahan diri untuk tidak tertawa melihat reaksi Queen. Gadis itu tampak diam kaku tapi wajahnya bertambah merah. Kelihatan sekali jika ia sedang blushing sekarang.
Darren tidak tahu saja jika Queen tengah berusaha keras agar tidak jatuh terjungkal kebawah. Berusaha dengan sangat keras agar dia tidak sampai guling-guling dilantai akibat meleyot akibat perlakuan manisnya yang tiba-tiba.
"tahan Queen.. kuasai dirimu . Tarik nafas buang. Tarik nafas buang"
"Queen aku sangat mencintaimu"
__ADS_1
deg deg deg
Bertambahlah debaran jantung Queen mendengar ungkapan cinta dari Darren. Wajah Darren yang tampan mendekati wajahnya.
"kamu tidak mau membalasnya?" tanya Darren dengan mata terus menatap manik coklat Queen. Tatapan matanya yang tajam itu benar-benar membuat Queen bertambah tergila-gila padanya.
"a-aku juga"
Darren menarik sudut bibirnya. Sedikit tapi terlihat seperti menyeringai "juga apa?"
"aku juga mencintaimu. puas?!"
Darren tergelak dan kembali memeluk tubuh Queen. "kalau kamu mencintaiku. Apa kamu akan terus merahasiakan sesuatu denganku? sesuatu yang kamu sembunyikan selama ini?"
deg
Queen melepaskan pelukannya, tatapan yang semula tampak memuja berubah menajam. Dia menatap wajah Darren penuh curiga.
Jelas Queen tahu apa yang ingin diketahui oleh Darren, mengingat kemarin ia membantu Darren saat ia tengah dikepung oleh ratusan orang yang mengincar nyawanya. Queen kemudian menggeleng "aku hanya ragu"
Alis Darren mengernyit mendengar ucapan Queen "apa yang membuatmu ragu?"
"Kamu berbicara dengan begitu manis, membuatku terbang dengan kata-kata manis seperti itu. Aku jadi merasa jika itu hanya bualan saja. Kamu hanya memancingku agar aku mau memberitahumu apa yang ingin kau tahu!"
Darren menghela nafasnya panjang "kamu salah paham Queen"
"salah paham?" Queen tergelak setelah berucap "aku hanya berbicara seperti apa yang aku lihat" ucapnya terdengar malas.
Darren kembali menggenggam tangan Queen. "aku sangat mencintaimu. Sungguh. Tidak ada alasan atau lebih kasarnya hanya bualan untuk kata-kata tadi. Aku benar-benar tulus berbicara seperti itu. Aku benar-benar mencintai dan menyayangi mu" ucapnya dengan wajah yang serius. Tatapan matanya dalam saat menatap mata Queen.
Terdengar tanpa keraguan dan keseriusan disetiap katanya, membuat Queen kembali menghela nafasnya panjang. Dia menarik tangannya yang sedang digenggam oleh Darren. Tapi Darren menahan tangannya dengan erat.
"jangan dilepas" ucap Darren.
__ADS_1
Queen berdecak tapi tetap mempertahankan dan memperbolehkan tangannya digenggam oleh Darren "apa yang ingin kau tahu sebenarnya?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapan tajamnya pada Darren.
Darren menarik tangan Queen. Menghentaknya sampai membuat tubuh Queen menubruk tubuh kekarnya. Darren memeluk tubuh Queen agar gadisnya ini tidak marah.
Darren tahu jika gadisnya ini sedikit keberatan untuk berbicara dan memberitahunya sesuatu yang selama ini ingin Darren ketahui kebenarannya melalui mulut Queen langsung.
Meski ia dapat menebak latar belakang Queen. Tapi ia hanya ingin dengar secara langsung dari mulutnya. Dan dari kelompok mana gadisnya ini berasal.
Darren sungguh penasaran. Apalagi ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Queen tanpa merasa takut membu-nuh para musuhnya kemarin. Tanpa keraguan dan dengan ketepatan yang sangat akurat saat menembak. Darren tahu sekali jika Queen sudah terlatih. Entah itu mental ataupun fisik.
Dibalik wajah Queen yang cantik seperti bidadari, tersimpan sifat brutal dan kejam. Hal itu sungguh mengejutkan untuk Darren.
Saat Darren melihat hal itu untuk pertama kalinya saat Queen dan Gerrell menghabisi pembu-nuh bayaran yang diperintahkan oleh Jane. Darren shok dan tidak akan percaya kalau ia tak melihat nya sendiri. Bagaimana bisa gadis secantik Queen bisa bela diri dan lagi menghabisi nyawa orang-orang tanpa rasa kasihan sama sekali.
Queen yang tampak manis dan cantik dihadapan Darren, ternyata menyimpan fakta yang begitu mencengangkan.
Saat ia menyelusuri dan mencari tahu kebenaran itu, Darren kesulitan untuk mencari informasi. Darren dapat menyimpulkan jika Queen berada didalam kelompok yang sangat kuat. Dan karena itulah Darren memilih untuk bertanya pada Queen secara langsung karena merasa penasaran.
"aku hanya ingin tahu sesuatu yang selama ini kamu rahasiakan sayang. Kalau kamu tidak mau memberitahuku aku tidak keberatan asal kamu tidak marah. Dan jangan ragukan perasaanku ini. Kumohon." Meski ingin mengetahui semuanya, Darren tidak mau memaksa Queen.
Queen menggeleng lalu mendongak agar dapat melihat wajah tampan Darren "aku tidak keberatan sebenarnya. Tapi kamu bermulut manis sebelum bertanya. Aku jadi ragu kalau kamu itu tulus mencintaiku" ucapnya terdengar seperti gerutuan.
Darren menarik tangan Queen. Meletakkannya didepan dada bidangnya sebelah kiri "kamu dapat merasakan bagaimana reaksi jantungku saat kita sedang berpelukan sekarang"
Queen memejamkan matanya. Detak jantung Darren sama seperti dirinya sekarang. Berdetak dengan sangat kencang dan cepat.
"aku sangat mencintaimu. Kamu jangan sampai meragukan rasa cintaku ini Queen"
Queen melepaskan tangan yang ada didepan dada Darren. Melingkarkan tangan tersebut kepunggung Darren "aku percaya padamu, maafkan aku tadi yang bersikap kekanakan" ucapnya pelan setelah tadi ia meragukan Darren.
Darren membalas pelukan Queen. Mengusap kepala Queen dengan lembut. Mengecup pucuk kepala Queen beberapa kali.
Queen yang membenamkan wajahnya kedada bidang Darren menikmati perlakuan lembut tersebut. Menghirup aroma maskulin Darren yang membuatnya menjadi tenang. "aku akan menceritakan semuanya. aku berjanji"
__ADS_1