QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
46. Gak mau Papa nikah lagi!


__ADS_3

Queen membuka pintu mobil milik Papanya yang di kendarai oleh supir, gadis itu langsung berlari ke lift untuk ke kamarnya yang berada di lantai atas. Bahkan Queen mengabaikan David yang memanggil-manggil namanya.


"Pa, Queen kenapa?"tanya Rere yang muncul dari arah dapur dengan segelas es jeruk di tangannya. Gadis itu masih memakai pakaian kantor.


Rere memang sudah bekerja dari hari Senin kemarin, dia di tempatkan sebagai karyawan biasa di kantor Papanya. Awalnya David ingin Rere mempunyai jabatan karena David percaya dengan kemampuan Rere, tapi sayangnya Rere malah menolak dan meminta untuk di tempatkan sebagai karyawan biasa.


Dan satu orang kantor sudah tahu bahwa David mengangkat Rere sebagai anaknya, bahkan nama Rere sudah ada di Kartu Keluarga. David juga rencananya akan mengadakan pesta nanti. Pesta untuk merayakan Queen yang kembali lagi padanya dan Rere yang resmi menjadi anaknya.


"Adik kamu ngambek,"jawab David sambil terkekeh pelan.


Kening Rere mengerut, matanya menatap pintu lift yang tertutup. Tidak biasanya Queen ngambek seperti itu.


"Ngambek kenapa?"tanya Rere penasaran.


David menghela nafasnya, pria tampan dan gagah itu merangkul bahu Rere lalu membimbingnya untuk masuk ke lift.


"Tadi Papa main ke rumah teman Papa yang tak lain adalah Bagas, Papa Kenan. Tadi Bagas menggoda Papa untuk menikah lagi dengan sekertaris Papa, kamu tahu kan? Dan ya... Queen ngambek, bahkan gadis itu mogok bicara sama Papa,"jelas David sambil mengelus rambut Rere.


Rere mengangguk-anggukan kepalanya, dia jelas tahu dan kenal dengan sekertaris David yang Rere akui memang... cantik. Memang sih, David dan Tiara terlihat seperti pasangan suami istri yang selalu kemana-mana bersama.


"Tapi Rere setuju aja kalau Papa mau nikah lagi."


David tertegun, pria itu mendengus geli sambil keluar dari lift di ikuti oleh Rere yang masih mengikutinya. Rencananya David akan berbicara dengan Queen di  kamar gadis itu.


"Papa sudah tua, Re. Mana ada yang mau sama Papa,"ucap David sambil berhenti di depan kamar anaknya.


Rere mengangkat bahunya acuh, gadis itu bersandar pada pintu kamarnya yang berada di hadapan kamar Queen. Di lihat dari segimana pun David masih terlihat muda. Wajahnya masih tampan dan terlihat semakin dewasa dan tubuhnya kekar.


"Papa masih ganteng kok, lagian nih ya Pa. Papa itu butuh pendamping, butuh orang yang bisa ngurus Papa. Memang sih Rere dan Queen bisa ngurus Papa, tapi Papa pasti ngertikan arti ngurus yang Rere maksud?"


David terdiam, matanya menatap Rere yang terlihat mirip dengan Yuna jika sedang berbicara bijak seperti itu.


"Rere bisa liat dari pancaran mata Papa dan Mbak Tiara, kalian punya perasaan tersendiri. Mbak Tiara baik dan yang penting dia masih sendiri, apalagi Mbak Tiara perhatian banget sama Papa. Umur Mbak Tiara berapa sih Pa?"tanya Rere sambil mengangkat alisnya.


"35 tahun,"jawab David pelan.


Bahkan Papanya mengingat jelas umur sekertarisnya sendiri. Biasanya sih Bos itu selalu lupa dengan umur sekertarisnya, bahkan ada yang masa bodo. Sedangkan David?


"Rere dukung apa pun yang bakal Papa lakuin kedepannya, menikah dengan Mbak Tiara pun Rere akan dukung. Rere mau Papa bahagia,"ucap Rere lalu memasuki kamarnya.


David termenung, apa dia terlalu kentara memperlihatkan perasaannya pada Tiara? Bahkan Rere bisa tahu bahwa David menyukai Tiara hanya lewat dari tatapan saja.


David menarik nafasnya, pria itu mengetuk pintu kamar Queen tapi tidak kunjung di buka. Dengan pelan David mencoba untuk membuka pintu kamar Queen, dia bernafas lega ketika pintu ini terbuka.


Mata elangnya bisa melihat Queen yang terbaring dengan posisi tengkurap di atas kasurnya. Nafas Queen memburu dan David jelas tahu bahwa anaknya belum tertidur.


Dengan pelan David menutup pintu kamar Queen, dia duduk di bibir kasur Queen lalu mengusap rambut anaknya dengan pelan.


"Queen, we need to talk."

__ADS_1


Queen yang memang belum memejamkan matanya hanya diam saja ketika mendengar ucapan David. Pikirannya sedang terbang kemana-mana.


"Kamu ngambek sama Papa karena candaan Om Bagas tadi?"tanya David pelan.


Queen menarik nafasnya, dia merubah posisinya menjadi duduk lalu menatap Papanya dengan pandangan tidak bisa di artikan. Matanya berkaca-kaca.


"Bercandaan? Apa bener?"tanya Queen sambil tersenyum mengejek.


David menghela nafasnya, dugaannya ternyata benar. Anaknya mengambil hati ucapan yang bermaksud candaan yang di lontarkan oleh Bagas.


"Om Bagas hanya bermaksud untuk bercan–"


"Papa ada hubungan apa sama sekertaris Papa?"tanya Queen cepat.


David terdiam sejenak, pria itu mengusap rambut anaknya tapi anaknya malah menghempaskan tangan David pelan.


"Cuma sebatas atasan dan bawahan Queen, gak lebih."


"Bohong! Papa suka sama sekertaris Papa?"tanya Queen memaksa.


Iya! David menyukai Tiara entah sejak kapan, yang pastinya perasaan itu tumbuh begitu saja. Tiara adalah orang yang selalu menemaninya dari wanita itu berumur 26 tahun. Meskipun menemani dalam artian pekerjaan tapi entah kenapa rasa itu terus membuncah.


"Queen Papa... i dont know why, Bu-but Papa harus mengakui bahwa Papa memang tertarik pada Tiara dan Papa menyukai–"


"Gak! Papa gak boleh suka sama sekertaris Papa, Papa gak boleh tertarik sama dia! Papa gak boleh nikah lagi,"sela Queen sambil terisak.


"Iya sayang Papa tidak akan menikah lagi,"gumamnya sangat pelan.


Queen masih menangis di pelukannya, gadis itu mencengkram erat jas yang di kenakan oleh Papanya. Perasaan tidak rela hadir di benak Queen ketika membayangkan bahwa David akan menikah dengan Tiara.


"Papa gak boleh nikah lagi, Papa gak boleh hiks. Qu-Queen gak mau Papa nikah hiks nikah lagi, Queen gak mau punya Mama selain Mama Yuna hiks."


...||||...


Keesokan harinya Queen berubah menjadi sedikit murung, gadis itu bahkan sama sekali tidak bersuara saat di meja makan tadi.


Rere hanya bisa menghela nafasnya lalu pamit kepada David karena dia ada janji dengan Adi.


Sore harinya Queen di bantu Bi Arisa membereskan baju dan perlengkapan yang akan Queen bawa untuk nanti liburan bersama Kenan dan teman-temannya. Queen tidak terlalu banyak membawa bawaan jadi koper kecilnya tidak akan terlalu berat nanti.


"Non bawa baju hangat, ya? Pulau-pulau gitu pastinya dingin Non,"saran Bi Arisa sambil membawa dua baju hangat di tangan kanan dan kirinya.


"Iya Bi masukin ke koper aja. Pokoknya yang menurut Bibi harus di bawa sama Queen nanti buat liburan bawa aja,"ucap Queen sambil memasukan alat-alat make up kepada kantong kecil.


Saat tengah asik memilih-milih make up mana saja yang akan di bawa tiba-tiba dering ponselnya mengganggu. Queen memutar bola matanya malas lalu memilih untuk mengangkat panggilan yang ternyata dari Kenan.


"Hallo sayang, lagi apa?"


Pipi Queen bersemu merah, gadis itu meringis ketika melihat senyum Bi Arisa yang seperti menggodanya. Queen memang me- loudspeak panggilan dari Kenan karena tangannya sibuk membereskan barang-barang yang di bawa.

__ADS_1


"Jangan gitu Ken ih, malu!"


"Malu kenapa?"


"Ada Bi Arisa di kamar aku,"jawab Queen sambil memasukan kantong kecil untuk make up kedalam koper.


"Emang di louds panggilannya?"


"He'em,"dehem Queen.


"Hai Bi Arisa! Saya Kenan pacarnya Queen, salam kenal ya Bi! Oh iya, jaga Queen ya Bi kalau Queen nakal bilangin ke saya nanti saya hukum. Bi, saya gak salah pilih pacar kan Bi? Queen cantik ya Bi."


Bi Arisa tertawa karena merasa lucu dengan ucapan Kenan, sedangkan Queen? Gadis itu sudah menutup wajahnya sendiri yang memerah.


"Iya Tuan Kenan, salam kenal juga. Tuan gak salah pilih kok, Nona Queen sangat baik dan cantik."


"Bibiiiii apaan sih?"rengek Queen sambil memanyunkan bibirnya.


Terdengar tawa Kenan di ujung sana, mungkin cowok itu gemas karena suara Queen yang merengek.


"Yasudah ah Bibi mau kembali ke bawah lagi. Kerjaan Bibi membantu Non sudah beres, Bibi permisi Non. Jika Nona Queen membutuhkan sesuatu panggil saya atau yang lainnya ya Non,"pamit Bi Arisa lalu keluar setelah Queen mengucapkan terimakasih.


"Gimana Queen persiapan buat besok?"


"Udah beres semua Ken. Aku nanti tinggal nunggu kamu jemput dan kita pergi deh buat liburan!"


"Seneng nggak mau liburan sama aku?"


Queen terdiam lalu tak lama menyeringai karena mendapatkan ide untuk menjahili pacarnya.


"Lebih tepatnya aku seneng karena mau liburan sama temen-temen aku,"jawabnya sambil menahan tawa.


"Yakin?"


"Yakin dong! Ini kan liburan pertama aku sama mereka,"jelas Queen yang membuat Kenan mendengus kuat-kuat.


"Ini juga liburan pertama aku sama kamu, Queen!"


"Ah masa?"goda Queen yang membuat Kenan menahan gemas di ujung sana.


"Liat aja disana nanti ya, Queen. Kita emang lagi liburan sama temen-temen kita, tapi nanti... aku bakal jadiin ini kayak liburan kita berdua."


"Gak ngerti,"ujarnya dengan kening mengerut.


"Pokonya liat aja nanti!"


...|||||...


Cie mau liburan wkwk, jangan lupa di like juga komen✨

__ADS_1


__ADS_2