QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
obrolan singkat


__ADS_3

Queen dan kedua laki-laki yang ada didalam mobil turun dari dalam mobil.


Mereka bertiga memasuki tempat tinggal Queen sementara itu.


Darren menarik pinggang Queen agar lebih dekat dengan dirinya.


Sedangkan Gerrell yang memang berjalan dibelakang sepasang kekasih itu mendengus tidak suka. "parasit" gumam Gerrell pelan sekali.


Darren menoleh kebelakang dan menatap tajam adik dari gadisnya itu "nyamuk" ucapnya membalas ucapan Gerrell tadi.


Gerrell terkesiap dan melototkan matanya dan hendak melayangkan tinjuannya.


"Reeell" tegur Queen dengan suara rendah membuat Gerrell mengurungkan niatnya yang tadinya hendak menyergah Darren. Dia memilih menggerutu dan memanyunkan bibirnya.


"Duduklah disana, aku akan membersihlan diri dulu" ucap Queen menunjuk sofa saat baru saja masuk kedalam penthouse. Lalu gadis yang merasa gerah itu segera melenggang pergi tanpa mendengar jawaban dari Darren.


"eiittss... tunggu!" Gerrell yang melihat Darren hendak mengikuti kakaknya itu mencegah dengan cara mencekal lengannya.


"lepas!"


Gerrell menggeleng dan semakin mempererat cekalannya "kau disini saja!"


Darren tidak menjawab, dari sorot matanya terlihat sekali jika Darren sangat tidak suka akan tidakan Gerrell padanya. Selama ini tidak ada yang berani mencegah dirinya melakukan sesuatu hal.


"jangan menatapku begitu tuan! duduklah disini dan biarkan kak Queen mandi, kau tidak mau dimarahi kak Queen karena memasuki kamar saat kak Queen sedang mandi, nanti kau dikira pria cabul"


"aku memang pria cabul!"


Gerrell melototkan matanya saat mendengar jawaban dari Darren, tapi meski dia kesal Gerrell bernafas dengan lega karena pria dingin dan angkuh itu menuruti ucapannya.

__ADS_1


Lalu Gerrell duduk disofa yang berhadapan dengan Darren.


"selama ini tidak ada yang berani melarang tindakanku. Dan aku merasa kau cukup punya nyali" ucap Darren dengan suara baritonnya.


Gerrell tergelak "percayalah tuan, aku dikelilingi oleh pria seperti dirimu, jadi aku sudah terbiasa mendapatkan penolakan dan tatapan mengintimidasi seperti tatapanmu tadi, jadi.. aku tidak takut padamu"


Darren mengangguk, dia tahu sekali jika dad Gerrell dan saudara kembarnya memang memiliki aura yang hampir mirip dengannya. Dingin dan tidak tersentuh. Pantas saja jika pemuda ini tidak takut padanya karena sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.


"kau masih sekolah menengah atas bukan?"


Gerrell menatap penuh curiga Darren "kenapa memangnya?"


"tidak.. hanya saja aku merasa kau mempunyai ambisi yang luar biasa, aku menyukai semangat anak muda seperti mu"


Gerrell menyernyit tidak mengerti "apa maksudmu? aku pria normal.. jadi aku tidak sudi disukai olehmu!"


Gerrell semakin penasaran mendengar ucapan Darren, bagaimana bisa pria itu mengetahui nama panjangnya?


"kau mulai belajar dan menggaet target yang bisa menguntungkanmu kelak saat kau akan terjun kedunia media bukan?"


Gerrell terbelalak "bagaimana kau tahu?!" pekiknya tidak percaya, Gerrell memang mulai meniti karirnya didunia entertainer, memang benar dia sekarang sedang gencar mendekati CEO CEO perusahaan berita dan pemimpin agensi-agensi yang sudah terkenal dan besar. Itu bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan rekan serta memiliki banyak koneski nantinya.


Gerrell juga memanfaatkan pertemanan itu untuk mendapatkan ilmu secara langsung yang memang tidak bisa didapatkan dimanapun. Karena pengalaman setiap individu bisa dia jadikan reverensi untuknya kelak jika benar-benar sudah terjun langsung kedunia itu.


Darren menyeringai, sebenarnya sulit sekali mendapatkan informasi mengenai keluarga dari tuan Arsenio. Sepertinya latar belakang keluarganya sangat dijaga ketat olehnya. Bahkan informasi yang dia dapat ini, tidak mudah untuk mencarinya.


Tidak heran sih, mengingat bagaimana berpengaruhnya latar belakang dan kesuksesan tuan Arsenio. Dia pasti menjaga keamanan keluarganya.


Terkesan sangat misterius, karena disetiap pencarian diinternet tidak ada yang menampilkan keluarga dan anak-anak dari tuan Arsenio.

__ADS_1


Sebenarnya Darren sangat penasaran sekali, dengan orang tua Queen yang terlihat misterius sekali. Tapi dia kesulitan mencari informasi.


"hey calon kakak ipar kalau jadi, kau tahu dari mana hah?!"


Darren mendengus "aku akan segera menikahi kakakmu! bicara sembarangan lagi, habis kau!"


Sekarang giliran Gerrell yang mendengus, dia menyandarkan tubuhnya kesofa, Lelah lama-lama berbicara dengan Darren. Kalau saja dia tidak takut pria itu masuk kedalam kamar kakaknya sudah pasti Gerrell malas untuk terus menemani pria angkuh dan dingin itu.


Darren menatap serius Gerrell "aku bisa saja mendukung keinginanmu, itupun jika kau mau"


Gerrell menegakkan tubuhnya "kau serius?!" pekiknya tidak percaya.


Darren hanya mengangguk.


"apa kau punya uang?" tanya Gerrell sembari tersenyum mengejek.


brrak


Darren menggebrak meja "kau meremehkanku?!"


"wowowo santai bung" ujar Gerrell.


Darren adalah pria yang sangat kaya raya, bahkan usahanya sekarang sangat sukses karena telah mengembangkan perusahaan yang dulunya hampir bangkrut. Sekarang perusahaan miliknya berjaya menempati posisi teratas dinegara ini. Bahkan sekarang sedang mengembangkan bisnisnya ini ke berbagai negara besar yang sudah berkembang. Contohnya adalah negara yang telah mempertemukannya dengan gadis yang sekarang mengisi hatinya,Queen.


Gerrell yang tadi duduk diseberang meja sekarang mendekat dan duduk disisi Darren "apa kau serius? kalau serius aku akan sangat senang sekali" ujarnya mulai ramah, bahkan sekarang pemuda itu tengah tersenyum lebar kearah Darren.


Darren mendorong kepala Gerrell yang semakin mendekat kearahnya dengan jari telunjuk "kita bahas nanti, sekarang aku akan pergi kekamar kakakmu untuk membersihkan diri"


Gerrell mengangguk dan membiarkan Darren pergi "oke, kita bahas nanti" saking senangnya Gerrell melupakan jika dirinya sedang menjaga agar Darren jangan sampai pergi kekamar sang kakak.

__ADS_1


__ADS_2