QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
86. Cemburu


__ADS_3

Queen di antar oleh Mas Abi ke toko roti miliknya. Alasan Mas Abi mau repot-repot mengantarnya sih, katanya dia ingin membeli roti untuk dibawa ke kantor dan dibagikan di sana. Queen senang-senang saja, toh dia sedang malas menyetir dan pastinya itu menguntungkan untuk tokonya.


Selama membelah jalanan di Ibu Kota yang macetnya kadang merusak suasana hati, Queen dan Mas Abi banyak mengobrol. Mereka ternyata lumayan cocok sampai tidak kehabisan topik yang membuat suasana di mobil menjadi hening.


"Aku masih terkagum-kagum sama kamu yang sekarang, Queen."


Queen tak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak tertawa. Alhasil, perempuan itu tertawa anggun sembari menutup mulutnya dengan tangan kanan. "Emang aku yang sekarang gimana?"


Mas Abi tersenyum tipis, dia sedikit melirik Queen. "Kamu yang sekarang ... bener-bener dewasa. Beda jauh sama yang aku temuin waktu itu. Dulu waktu liat mata kamu, aku tau kalau kamu tipe orang yang gampang insecure. Ketakutan dan gak percaya diri terlihat jelas lewat mata kamu itu."


Queen merasa ada sesuatu yang menghantam hatinya, sampai dia merasa tidak tahu harus merespon ucapan Mas Abi dengan seperti apa.


Yang diucapkan Mas Abi benar adanya. Queen tidak menyangka bahwa ada orang lain yang menyadari hal itu.

__ADS_1


"Tapi sekarang, saat aku lihat mata kamu, gak ada ketakutan lagi. Gak ada rasa gak percaya diri lagi. Semuanya hilang, dan itu yang bikin aku kagum. Lihat kamu sekarang. Mata kamu memancarkan kalau kamu nyaman sama diri kamu yang sekarang. Kamu percaya diri dan gak ragu sama diri kamu."


Queen hanya bisa tersenyum tipis. Dia menatap wajah Mas Abi dari samping dengan tatapan tulus. Pria itu ternyata mengenalnya dengan dalam, padahal mereka tidak terlalu akrab waktu dulu.


"Kamu merangkap jadi Psikolog juga ya, Mas?" tanya Queen sembari diakhiri oleh tawa.


Keduanya tertawa untuk beberapa saat sebelum obrolan kembali mengalir. Kemacetan yang sedang mereka hadapi jadi tidak terasa memuakkan di pagi hari ini.


Suasana toko roti sangat sepi karena ini masih pagi. Para karyawan memberikan senyum ramah juga memberikan sapaan ketika melihat bosnya, beberapa di antara mereka saling menyikut ketika melihat sosok Mas Abi yang berada di belakang Queen.


Mungkin mereka menyangka bahwa Mas Abi itu adalah pacar Queen.


"Pilih-pilih aja rotinya, Mas."

__ADS_1


Saat Queen akan pamit untuk naik ke ruangannya, lengan atasnya ditahan oleh tangan besar milik Mas Abi. Queen pun menunduk sekilas sebelum akhirnya menatap Mas Abi dengan senyum yang terpampang di bibirnya.


"Kenapa, Mas?" tanyanya.


"Bisa temani aku? Soalnya aku gak terlalu paham, sih."


Dengan senang hati Queen pun melayani Mas Abi. Dia merekomendasikan beberapa roti yang memang menurutnya sangat enak.


Tanpa keduanya sadari, saat mereka berinteraksi ada mata tajam yang mengawasi mereka dengan pandangan liar dari luar toko roti. Interaksi mereka membuat sebuah tangan mengepal untuk menahan rasa cemburu yang kini terasa membakar hatinya.


Ya, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Kenan.


Niat hati datang untuk mencari ketenangan hati dan memperbaiki mood yang akhir-akhir ini berantakan, dia justru harus makan hati karena melihat Queen begitu dekat dengan pria lain.

__ADS_1


__ADS_2