QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
75. Makan Siang Bersama


__ADS_3

Kenan baru saja sampai ke rumah, dan dia harus terkejut akan sosok Nanda yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu sembari melipat kedua tangannya di depan dada.


Sempat hening beberapa saat, sampai akhirnya Nanda menghela napas. "Kamu akhir-akhir ini selalu pulang telat, ya? Anak-anak selalu nanyain kamu, loh."


Kenan mendengus pelan. Dia menatap ke arah lain dengan lelah. Sepertinya pembicaraan mereka malam ini akan berakhir tidak baik.


"Aku sibuk, kamu sendiri tau itu. Soal anak-anak, aku masih bisa main sama mereka waktu weekend, kan?"


Nanda berdecih, merasa bahwa ucapan suaminya sangat tidak masuk akal.


Menemani anak-anak saat weekend, katanya?


"Percuma Ken, waktu weekend juga kamu tetap sibuk. Kamu udah nggak ada waktu lagi buat anak-anak dan ... aku."


Kenan tidak sanggup membalas perkataan Nanda lagi. Demi Tuhan, ini sudah tengah malam. Kenan sangat lelah, bahkan dia berencana untuk langsung tidur dengan pakaian kantor yang masih melekat di tubuhnya.


Ketika Kenan mulai ingin menaiki undakan tangga, suara Nanda lagi-lagi menahannya.


"Kamu sibuk apa sebenarnya? Nggak mungkin urusan kantor," kata Nanda. Suaranya masih sangat tenang dan terkontrol.


Kenan tidak mungkin terang-terangan menjawab bahwa dia sibuk mengejar perhatian mantan pacarnya lagi, kan? Meski dia tidak cinta kepada Nanda, tetapi sepertinya jawaban jujur akan membuat dirinya semakin terlihat jahat untuk wanita itu.


"Aku capek, Nan. Aku pengen istirahat, please."


Setelahnya, Kenan pun kembali menaiki tangga dan menghiraukan Nanda yang kini sedang menunduk dalam. Wanita itu meremas rambutnya sendiri.


Kenan tidak biasanya seperti ini. Sesibuk apa pun pria itu, dia tidak akan lupa untuk meluangkan waktu demi Nanda dan anak-anak.


Sebenarnya apa yang merasuki pria itu?


Tidak ada pikiran apa pun di benak Nanda sekarang tentang alasan mengapa suaminya berbeda, kecuali ... selingkuh.


Apa mungkin Kenan selingkuh?


Nanda pun menggelengkan kepalanya. Tidak, suaminya tidak mungkin berselingkuh.


......••••......


Kenan:


Good morning, Queen.


Kenan:


Semangat menjalani aktivitas pagi ini.


Kenan:


Aku beliin bunga buat kamu. Kalau bunganya udah sampe kabarin ya, Queen.


Queen pun lantas melirik buket bunga yang sangat cantik. Dia baru saja menerimanya saat sampai ke toko kue pagi ini.

__ADS_1


^^^^^^Queen: ^^^^^^


^^^^^^Aku baru terima bunganya^^^^^^


^^^Queen:^^^


^^^Beautiful flower. ^^^


Pesannya langsung dibaca. Apakah Kenan segabut itu ya? Mata Queen melirik jam digital di meja kerjanya, seharusnya di jam segini Kenan sedang sibuk.


Kenan:


Kayak kamu.


^^^Queen: ^^^


^^^Bunganya? Really?^^^


Kenan:


Iya, lah. Kayak siapa lagi coba?


"Cheesy," guman Queen sembari meletakkan handphone di meja.


Dia memutuskan untuk fokus bekerja saja daripada meladeni gombalan garing Kenan, yang jujur tidak menggambarkan sosok Kenan sama sekali.


Dulu, rasanya sangat sulit menerima gombalan dari Kenan. Dan sekarang? Bahkan Kenan sendiri yang menggombal.


Saking asyiknya bekerja dan melihat layar laptop, Queen sampai tidak menyadari bahwa pagi sudah berganti jadi siang.


Perempuan yang sekarang memakai mini dress pas body itu meregangkan ototnya yang terasa kaku.


Dia menutup mata sekejap dan merasakan perutnya yang sudah berbunyi pertanda minta diberi makan.


Dia meraih ponselnya, dan menaikkan satu alis ketika melihat bahwa nama Kenan ada di barisan atas pada kolom chat di WhatsApp.


**Kenan:


Udah makan siang belum?


Kenan:


Kalau belum, kita makan siang bareng.


Queen memikirkan ajakan Kenan. Dia mau sih makan siang bareng pria itu. Tetapi Queen sedang malas beranjak dari kantornya sendiri.


^^^Queen*: ^^^


^^^Belum makan siang, sih. Tapi aku lagi males cari makan ke luar, sorry*. ^^^


Kenan:

__ADS_1


Kalau makannya di kantor kamu, boleh?


Lagi-lagi Queen berpikir terlebih dahulu sebelum membalas Kenan.


Tidak ada salahnya juga membolehkan Kenan datang ke sini untuk makan siang. Lagipula Queen sangat lapar.


^^^Queen: ^^^


^^^Sini aja.^^^


Kenan:


Mau makan apa?


^^^Queen: ^^^


^^^Terserah. ^^^


Kenan tidak membalasnya lagi. Mungkin pria itu sedang bingung akan membawa apa untuk makan siang mereka.


Tetapi Queen memang sengaja membuat Kenan kebingungan.


Hampir setengah jam kemudian, akhirnya Kenan datang membawa keresek besar yang mungkin berisi makanan.


Queen sangat lapar, sungguh.


Mereka duduk bersisian di sofa yang mengarah kepada meja.


Queen dibuat melongo saat Kenan mengeluarkan berbagai jenis makanan khas Indonesia.


"Kamu nggak lagi bercanda, kan?" tanya Queen, masih melongo tidak percaya.


"Kenapa?"


"Makanannya."


Kenan menengok sekilas kepada Queen. "Ada yang salah sama makanannya? Kok reaksi kamu gitu?"


"Nggak ada yang salah, tapi ya kira-kira aja. Kita cuma berdua, tapi makanannya cukup buat satu keluarga."


Kenan terkekeh pelan, masih sibuk menata makanan yang dia bawa.


"Kita sama-sama lapar, jam makan juga udah lewat beberapa menit. Maaf ya nunggu lama, kamu pasti lapar banget."


Queen tidak membalas. Dia terlalu fokus menatap setiap makanan yang dibawa Kenan.


"Itu apa aja, sih?" tanyanya sembari menunjuk semua makanan di meja.


"Ayam geprek sama nasi, mie goreng, soto ayam madura, oseng pakis, sama satai kambing."


Secara tidak langsung, Kenan menyuruhnya untuk tidak diet dan menambah berat badan kan?

__ADS_1


__ADS_2