
Dengan satai Queen mengendarai mobilnya. Ia sengaja membawa mobil tersebut kesebuah tempat terpencil yang sunyi.
"kak" Gerrell memecah keheningan.
"hmm?"
"kau tahu tempat seperti ini dari mana?" tanya Gerrell sembari menatap ke arah jendela mobol. Disana terlihat bangunan tua yang sudah tidak terpakai.
Queen tampak enggan menjawab, ia memilih melemparkan ransel yang tadi dia bawa kepangkuan Gerrell. Membuat pemuda itu menyernyitkan keningnya.
"pilih salah satu benda yang ada didalam tas itu"
Gerrell segera membuka ransel tersebut. Matanya terperangah setelah melihat isi didalamnya "woow" ucapnya tampak kagum. Bagaimana tidak kagum kalau saat ini ia melihat berbagai senjata api yang sangat keren "aku sudah curiga saat kakak membawa ransel sebesar ini tadi" ujarnya Gerrell sembari mengeluarkan salah satu senjata.
Queen tergelak "aku sudah memperkirakannya Rel.. makanya kakak bawa banyak senjata"
Gerrell mengangguk, berarti kakaknya itu sudah tahu jika akan adanya penyerangan saat ia keluar. Dan sudah dipastikan Queen mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.
Queen menghentikan mobilnya. Ia mengambil permen karet yang ada didasbord kemudian memakannya. "lets play" ucapnya sembari tersenyum simirk, ia membawa senjata yang dibutuhkannya. Queen menyimpannya dibalik jaket levis yang ia kenakan.
Gerrell mengikuti Queen yang keluar dari mobil, dia juga sudah memilih beberapa pistol.
Beberapa orang pria berbadan kekar segera keluar saat melihat target mereka keluar dari dalam mobil. Mereka segera berjalan kearah dua orang yang sejak tadi mereka ikuti.
"waah.. ternyata target kita sangat cantik boss" ujar salah satu dari mereka. Dia menatap Queen dengan pandangan yang tampak lapar. Jika dilihat dari foto saja gadis itu tampak sangat cantik, ternyata secara real jauh lebih cantik.
"bagaimana kalau kita bermain dengannya saja, baru kita rusak wajah mulusnya itu?"
"benar boss.. sayang sekali gadis secantik ini kita lewatkan"
Gerrell yang mendengar obrolan yang menurutnya begitu menjijikan itu mengepalkan tangannya "baji-ngan kalian semua!!" ucapnya geram. Dia benar-benar marah saat kakak tersayangnya dilecehkan dengan kata-kata kotor seperti itu.
"lihatlah.. pria kecil itu marah.." ucap salah satu pria itu sembari menatap remeh Gerrell yang disambut tawa renyah dari rekannya.
"dia juga sangat tampan, aku sih pria wanita makan saja" ucap mereka lagi.
"breng-sek!!" Gerrell semakin geram.
Queen tetap berdiri santai, sesekali meniup permen karet yang sedang ia makan. Tangannya terlipat didepan dada tapi tatapan matanya setajam silet sekarang. Tentu saja gadis cantik ini marah saat ia mendengar pria-pria itu melecehkannya melalui kata-kata tidak bermoral itu.
"kalian tangkap gadis cantik itu!" titah seseorang yang tadi dipanggil dengan sebutan boss. Sudah dipastikan jika dia adalah pemimpinnya.
"bagaimana dengan pemuda itu?"
"bereskan juga!"
Mereka semua mengangguk dan segera berjalan mendekati Queen dan Gerrell. Mereka masih terlihat percaya diri "ikutlah dengan kami nona, nanti kita akan membuatmu merasakan nikmatnya surga dunia" tangannya terulur untuk meraih tangan Queen.
greb
Tanpa ia duga, gadis cantik ini menangkap tangannya "kenapa? jangan melawan nanti aku akan pelan-pelan kok, tenang saja" ucapnya dengan tidak tahu malu, bahkan dia sekarang memperlihatkan wajah cabul dihadapan Queen. Membuat Queen saat ini menjadi mual.
"bawa aku jika kau bisa!" ucap Queen dengan dingin.
__ADS_1
Pria itu tertegun, ia merasa aura gadis didepannya ini kenapa menjadi menakutkan sekali.
"kak" seru Gerrell.
Queen menoleh dan mengangguk menandakan dia baik-baik saja. Gerrell yang merasa tenang segera mendekati segerombol pria-pria yang akan dia lawan.
"kau menantangku?"
Queen mengangguk dan menatap remeh pria ini "ya, aku menantangmu!"
"hahaha.. kau menarik juga ya gadis cantik" pria itu berusaha menarik tangannya tapi entah kenapa sulit untuknya melepaskan tangannya itu, karena Queen semakin erat mencengkeram tangannya.
"kenapa? sulit?" tanya Queen dengan suara datar, ia kemudian menyeringai.
braak
"aaahhk" pekik pemuda itu saat Queen berhasil memelintir tangannya dan membantingnya kebawah.
"hahahaha.. krupuk sepertimu mau membawa diriku? cuuih.. nggak akan bisa!" ujarnya sembari menginjak perut pria tersebut. Tatapan matanya mengeluarkan aura membunuh yang begitu kuat.
"ahhhkkk.. boss tolong" pekiknya meminta bantuan.
Queen mendongak dan menatap beberapa orang yang berlari hendak menyergah dirinya.
duaaag
"aaahhhhhkkk" pekik pria yang tadi dia injak karena saat ini Queen menginjak masa depannya sekuat tenaga.
"sekarang kau bahkan tidak akan memiliki keturunan lagi hahaha" tawa Queen menggelegar. Tawa yang terdengar sangat menyeramkan.
"kalian ingin sepertinya juga?" tanya Queen dengan nada suara rendah "dia menatapku cabul sedari tadi, tatapannya sangat menjijikan sekali membuatku ingin muntah" ujarnya bercerita.
"serang dia!"
Beberapa orang itu saling pandang karena merasa sedikit ngeri.
"dia hanya seorang gadis! cepat tangkap dan rusak wajahnya sesuai dengan perintah client kita" salah satu mengintrupsi. Dia adalah boss mereka semua.
"apa sebelum itu kita boleh memakannya terlebih dahulu boss?"
"tentu saja! kita gantian nanti"
Mereka mengangguk sembari tersenyum, dan mereka segera mendekati Queen dengan tatapan cabul. Mereka sudah tidak sabar menikmati tubuh indah gadis ini.
dor
dor
dor
Pria yang tadi mengintrupsi membelalakan matanya saat orang yang tadi dia perintah menggelepar dibawah. Dia menatap tidak percaya saat temannya itu tergeletak dan sudah tidak bernyawa.
Dan hal yang membuatnya shok adalah luka tembak tersebut berada diarea sensitif mereka semua. Sungguh gadis ini sangat mengerikan sekali.
__ADS_1
"upss.. sorry uncle anak buahmu mati semua... sudah aku katakan bukan jika aku jijik saat ditatap seperti itu" ujar Queen.
"aku jadi menembak burung mereka kan" tambah Queen dengan santainya. Wajahnya sungguh terlihat biasa saja setelah membunuh.
Pria yang Queen yakini pemimpin diantara mereka ini tampak pucat pasi. Apalagi dia tidak membawa senjata api karena yang dia tahu gadis yang akan dia celakai itu adalah gadis lemah.
Tapi ternyata gadis ini selain tidak tampak lemah, dia juga sangat santai saat menghabisi anak buahnya. Sungguh gadis yang sangat kejam dan berdarah dingin.
Queen melirik Gerrell yang sedang menghabisi beberapa orang dengan senjatanya. Lalu ia menatap pria yang berdiri agak jauh darinya itu lagi "siapa yang memerintahmu?"
Pria itu mendengus "aku tidak akan bilang!"
"hahahaha... padahal nyawamu sudah diujung tembak ini loh" Queen mengelus ujung pistolnya dengan pelan.
deg
Pria itu mulai ketakutan sekarang.
"tapi kau tidak mau bicara?"
Pria itu menoleh kekanan dan kiri, matanya terpejam sejenak saat melihat anak buahnya sudah menggelepar ditanah, mereka semua sudah tidak lagi bernyawa.
Pria itu sekarang sungguh merasa takut, dia mengabil pisau yang ia simpan dibalik jaket. Hanya sebuah pisau karena dia tidak menyangka jika gadis ini membawa senjata api. Dia sudah kalah telak dan hendak kabur.
wuussshh
Pisau tersebut dia lempar kearah Queen dengan begitu cepat "mati kau!!"
"kaaak" pekik Gerrell saat menyadari jika keselamatan kakaknya terancam.
Queen dengan cepat menghindar, tapi karena pisaunya melesat dengan cepat membuat lengan Queen tergores sedikit padahal ia mengenakan jaket.
"sial" umpat Queen saat merasa tangannya perih.
Queen mengangkat tangan dan mengarahkan pistolnya, ia membidik kaki pria itu saat melihatnya hendak kabur.
Gadis itu menatap nyalang pria yang sudah jatuh diatas tanah itu "brengsek!!" umpatnya lagi saat tangannya terasa sakit.
Queen kembali menembaki kaki pria itu sampai tidak terhitung jumlahnya. Tapi Queen memastikan agar pria itu tidak mati.
"sudah kak" ucap Gerrell saat melihat kakaknya yang emosi. Pemuda itu memeluk kakaknya.
Nafas Queen naik turun karena emosi, tapi saat adiknya memeluknya dengan erat Queen segera menghentikan aksinya yang brutal itu.
"sudah kak, ayo kita obati lukamu dulu" ucap Gerrell.
Queen mengangguk "telfon anak buah kita dan suruh mereka membawa pria itu!" gadis itu merasa belum puas menyiksanya setelah lengannya terluka.
"iya iya.. ayo kita pulang sekarang" Gerrell melepaskan pelukannya.
Queen mengangguk.
Tapi saat mereka berbalik badan hendak pergi kemobil. Keduanya tersentak kaget saat melihat ada seseorang yang tengah berdiri dan menatap tajam mereka berdua.
__ADS_1
**
siapa dia?