QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
tidak akur


__ADS_3

"aaahhhkkk"


Pekik Gerrell tiba-tiba, dia merasa kepalanya sakit saat ada seseorang yang menarik rambutnya kebelakang dan dia kemudian melepaskan pelukannya pada bahu Queen karena tubuhnya tertarik kebelakang.


Queen yang terkejut segera menoleh kebelakang, begitupun dengan Gerrell "tuan Darren" ucapnya cengo saat melihat Darren yang masih saja menarik rambut adiknya.


"hey kau! lepasin" ucap Gerrell, dia menarik tangan Darren tapi bukannya terlepas malah sekarang tambah kencang. "aduh aduh.. kak help me" ucapnya mengadu dan meminta pertolongan pada kakaknya.


"tuan! lepaskan rambut Gerrell, aduh.. kalau sampai botak aku akan--em akan mentertawakannya"


Gerrell memelototkan matanya "kaaaak.. kau tega sekali padaku"


Queen terkesiap lalu memukul tangan Darren "lepaskan! kalau sampai satu rambut adikku lepas aku tidak akan mau menemuimu"


"kau dengar! kalau sampai aku botak kakak akan membencimu" ucap Gerrell.


Darren mendengus dan segera melepaskan tangannya "kau bicara apa? aku tidak dengar" ucapnya datar.


"aku tidak bicara, aku kentut!" ucap Gerrell ketus, dia mengusap kepalanya yang terasa pedas "jahat sekali kau menjambak anak kecil sepertiku"


Darren melengos dan mengabaikan Gerrell, dia tadi merasa kesal karena Queen dipeluk oleh pemuda itu. Dan secara spontam langsung menarik rambut Gerrell karena merasa kesal. Terdengar tidak masuk akal tapi itulah yang Darren rasakan tadi.


Pria itu menatap penampilan Queen dari atas sampai bawah.


"apa yang kau lihat?!" tanya Queen ketus, dia merasa risih diperhatikan seperti itu oleh Darren.


Darren melepas jass yang dia kenakan "rentangkan tanganmu!"


Queen menyernyit tidak mengerti tapi tetap menuruti perintah Darren. Queen terkejut saat Darren memakaikan jasnya.


"ck.. kenapa memakaikan jass milikmu? sekarang musim panas wahai pria berwajah dingin! aku kegerahan" keluh Queen.


"kau berjalan-jalan tidak mengenakan celana! apa kau kurang waras?"


Queen menyernyit, dia menunduk memperhatikan penampilannya.



(style Queen)


Queen menyingkap kaos yang dia kenakan "lalu ini apa?" tanya Queen dengan ketus sembari memperlihatkan celana hotpants yang dia kenakan.


"kau berpenampilan seperti ini saat keluar! mau menggoda siapa hah?!" ucap Darren, dia menekan kening Queen.


Queen memutar bola matanya malas "ck.. banyak yang lebih sexy dariku, kau berlebihan sekali"


"tidak ada yang berlebihan! aku tidak mau milikku dilihat oleh orang lain" ucap Darren, dia memperhatikan Queen sekarang, tapi sepertinya pria itu belum puas.

__ADS_1


"siapa yang milikmu?"


"tentu saja dirimu"


Sekarang Darren kembali melepaskan jassnya dan melingkarkan lengan jass tersebut lalu mengikatnya diperut Queen.


Queen menghela nafasnya panjang, pria tampan ini sejak kapan begitu posesif padanya.


"ck.." Gerrell berdecak melihat bagaimana Darren memperlakukan Queen, terlihat begitu berlebihan sekali.


"ayo pulang!" Darren menarik pinggang Queen menuju mobilnya.


"tunggu.. kita bawa mobil" ujar Queen, dia yang tadi memarkirkan mobilnya jauh dari tempat itu karena mereka asik jalan kaki.


Darren tempak menggoyangkan jari telunjuknya, dan setelah itu seorang pria berbadan besar mendekat "berikan kunci mobil padanya!"


Queen mengangguk dan kemudian menyerahkan kunci tersebut.


"hey.. bagaimana denganku?!" pekik Gerrell saat melihat kakaknya kembali ditarik oleh Darren.


Darren menoleh kebelakang "kau bukan anak kecil, pulang sendiri ! atau kau ikuti anak buahku!"


Queen melepaskan pelukan Darren lalu merangkul leher Gerrell "dia masih kecil, ayo ikut kakak saja"


Gerrell tersenyum penuh kemenangan kearah Darren, bahkan dia menjulurkan lidahnya sekarang. Mengejek pria berwajah dingin itu.


"cih" Darren berdecih dan kemudian mengikuti mereka berdua yang berjalan kearah mobil yang tadi dia tunjukan.


"kenapa lagi sih? dari tadi kau mencari masalah terus" keluh Gerrell karena merasa kesal.


"kau duduk didepan!" mendorong tubuh Gerrell dan segera masuk menyusul Queen yang sudah duduk didalam mobil.


"ck.. kau kekanakan sekali tuan!" meski kesal Gerrell menurut dan duduk disisi supir.


Gerrell menoleh kebelakang dan melihat pria dingin yang tadi mencari masalah terus padanya sedang melendoti kakaknya. "cih.. budak cinta!!" batin Gerrell lalu dia kembali menghadap kedepan.


Gerrell ingat sekali jika Darren adalah seorang pria dingin yang begitu arogan, tapi entah kenapa saat disisi Queen pria itu berubah 360 derajat. Seperti anak kucing.


Jika flashback saat pertama kali Gerrell melihat dan berinteraksi dengan Darren saat dibandara, pria itu bahkan tampak dingin dan enggan untuk melayani kakaknya yang menggila akibat melihat ketampanan Darren.


Tapi sekarang lihatlah pria dingin itu, sekarang kok seperti terbalik. Queen yang tampak acuh sedangkan Darren yang terus menempel dan menggoda kakaknya itu.


"apa yang kau lihat anak kecil" ucap Darren saat menyadari bahwa Gerrell sedari tadi memperhatikan dirinya melalui cermin yang ada diatas kepala Gerrell.


Gerrell menoleh kebelakang "aku tidak melihat apapun" ucapnya acuh.


"kau kira aku tidak melihatnya tadi?"

__ADS_1


"sudahlah.. kenapa kalian sedari tadi bertengkar" keluh Queen yang merasa lelah.


"itu karena dia menyebalkan sekali, menjambak rambutku sampai kepalaku sakit, huhh.."


Darren menatap jengah Gerrell "itu karena kau memeluk wanitaku!"


"hahahaha lihatlah kak, apa dia itu bodoh? aku adalah adik kandung kak Queen, wajar jika kami saling memeluk satu sama lain, itu adalah tanda bahwa kita saudara yang saling menyayangi"


Queen menoleh kearah wajah Darren "kau cemburu padanya?"


"tidak! aku hanya kesal saja padanya sayang" jawab Darren.


"itu sama saja" ucap Gerrell menimpali obrolan mereka. "oh iya kak~ katanya kita mau ke club?"


"ke club?" ucap Darren dengan nada rendah, lalu dia menatap tajam Queen dan Gerrell secara bergantian "mau apa kalian pergi kesana?"


Gerrell segera menghadap kedepan, pria itu begitu menakutkan "auranya kenapa begitu kuat dan menakutkan sekali"


"itu kemauan Gerrell kok, aku mana mau pergi mengajak anak kecil" ucap Queen.


"lalu kalau tidak bersama dia kau akan pergi?"


Queen terkesiap, saat dia salah bicara. Queen bingung hendak menjawab apa sekarang.


"ternyata kak Queen kalah telak saat ditekan oleh tuan Darren, hihihi.. ternyata pria jelek itu boleh juga" batin Gerrell.


"ck.. kenapa kau jadi marah padaku?" keluh Queen, dia melipat tangannya didada dan melengos kesamping.


"aku tidak marah!"


"lalu itu apa? kau bicara datar seperti itu dihadapanku" gerutu Queen dengan nada merajuk.


"tidak.. aku tidak marah sayang, maaf"


Gerrell melongo saat melihat perubahan sikap Darren, dimana pria keren yang tadi sempat dia puji itu?


"minggir, aku kesal padamu" ucap Queen mendorong tubuh Darren saat Darren mencoba memeluknya.


"jangan marah sayang, aku tadi salah, maafkan aku"


Gerrell melipat mulutnya kedalam, menahan tawa saat mendengar Darren mencoba merayu dan meminta maaf pada kakaknya. "aku cabut kata kataku saat mengatakan dia boleh juga! dia sungguh enggak bangeeet"


Belum tahu saja jika spesies yang bernama wanita itu susah dipahami dan yang paling utama adalah tidak mau disalahkan.


Queen terus saja merajuk dan Darren terus menerus berusaha minta maaf.


"ternyata dia takut, hahaha.. pasangan yang aneh sekali"

__ADS_1


***


Jangan lupa like komen dan kasih tips berupa bunga/ coffee..


__ADS_2