QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
belajar sabar


__ADS_3

"hallo sayang..."


Pekikan Queen membuat Darren yang baru saja membuka matanya tersentak kaget. Pria tampan itu sampai memegang dadanya. Bagaimana tidak terkejut jika mendengar suara dengan notasi tinggi tepat didepan wajahnya. Queen tengah mencondongkan tubuhnya ketubuh Darren.


"Hei. Ada apa? apa jantungmu pindah?" tanya Queen saat menyadari Darren terkejut akibat ulahnya. Lalu setelahnya gadis itu terkikik saat melihat Darren mendengus kesal.


"kau nakal sekali"


Queen tersenyum dan kemudian duduk ditepi ranjang "aku sudah menunggu matamu terbuka dari tadi. Jadi saat matamu benar-benar terbuka aku senang sekali sampai seantusias tadi. Maaf ya"


Darren tersenyum melihat tingkah lucu Queen. Sangat menggemaskan saat menjelaskan.


Queen yang tengah tersenyum melihat jika Darren menoleh kearah meja.


"kamu mau minum?"


Darren mengangguk.


Queen membantu Darren untuk duduk kemudian mengambil air putih yang tergeletak diatas meja. Dengan lembut membantu Darren minum.


"terima kasih"


"sama-sama. oh iya sayang.. mau makan? aku suapi oke?"


Darren menggeleng "nanti saja" ucapnya menolak.


Queen tidak memperdulikan ucapan Darren. Dia mengambil piring yang berisi dengan makanan dari rumah sakit "kau harus makan! karena sudah waktunya minum obat. Agar bekas operasi caesar itu lekas sembuh"


"operasi caesar?" tanya Darren dengan alis yang menukik.


Queen menatap Darren dengan senyum kecil "iya... Kau baru saja punya anak semalam" ujarnya sembari menahan tawa lalu tangan yang kiri meraih satu toples mini dan memberikannya pada Darren "mau kau beri nama siapa bayi ini?" tanya Queen.


Sebenarnya itu adalah peluru yang semalam bersemayam diperut Darren. Akan Queen hancurkan nanti karena peluru ini telah membuat pria yang dia cintai kesakitan.


Gadis yang sangat aneh sampai pada peluru saja dia dendam. Tapi itulah Queen dengan segala tingkahnya.


Darren mendengus "berhenti berbicara omong kosong!"


"hahaha.." tawa Queen menggelegar melihat Darren yang kesal.


"coba lebih lebar lagi Queen. sepertinya aku tadi melihat serangga terbang kearahmu"


Queen dengan cepat menutup mulutnya dengan tangan "mana?"


"hahaha" kali ini Darren yang tertawa melihat wajah panik Queen.


"ish.. ternyata kau membohongiku. nyebelin banget sih!" gerutunya.


Darren masih saja tergelak, dia mengusap kepala Queen dengan lembut. Sebenarnya Darren ingin menanyakan sesuatu tapi rasanya tidak pas sekali waktunya.

__ADS_1


Queen tersenyum saat Darren berbuat manis padanya, piring yang tadi berada dipangkuannya mulai Queen angkat, dia menyendokkan makanan lalu sendok tersebut dia arahkan kedepan mulut Darren "buka mulut mu sayang"


Darren menuruti ucapan Queen. Membuka mulutnya hingga Queen memasukan sendok yang berisi makanan masuk kedalam mulut.


Kunyah-kunyah sampai makanan habis. Padahal tadi pagi Darren yang akan disuapi oleh momnya menolak, tapi kali ini Darren menerimanya. Bahkan ia tampak senang diperhatikan oleh gadisnya.


"duh... anak pintar" ujar Queen sembari menoel pipi Darren. Kemudian ia mengambil obat yang tadi dokter berikan padanya. Meletakkan ditangan Darren kemudian menyuruhnya untuk ia minum.


Setelah selesai Queen hendak turun dari atas tempat tidur tapi tangannya ditahan oleh Darren. Queen menoleh "kenapa?"


"jangan pergi"


"aku hanya mau mengambil ponsel disana" menunjuk tasnya yang tergeletak diatas sofa.


Darren menahannya. Dia menarik Queen membuat gadis ini masuk kedalam pelukannya. Tangah kokoh ini mengusap kepala Queen, sesekali Darren mengecup pucuk kepala Queen.


"kau kenapa?" tanya Queen dengan bingung, dia mendongak agar dapat melihat wajah Darren.


"aku hanya merindukanmu saja"


Queen hanya beroh ria saja sembari mengangguk. Queen juga membalas pelukan Darren. Saat merasa Darren menoleh kekanan dan kiri Queen kembali mendongak "ada apa?"


"mana mom ku? aku baru mengingatnya tadi pagi dia disini"


Queen menyernyitkan keningnya "kau baru menyadarinya? cih.. anak durhaka"


Darren mencubit dagu Queen "aku lupa karena kamu ada disini. Aku akan melupakan segalanya saat bersamamu"


Padahal yang sebenarnya Queen hanya ingin berduaan dengan Darren, jadi dia mengusir calon mertuanya itu dengan cara yang halus. Queen merasa tidak bersalah karena hal ini juga disukai oleh mom Emily.


Queen menyeringai saat teringat akan kelakuannya tadi. Ternyata mudah membujuk mom Emily.


"apa yang kau pikirkan?" tanya Darren saat Queen hanya diam saja.


Queen mendongak "tidak ada, aku hanya sedang menikmati pelukan mu ini"


Cukup lama Darren mendekap tubuh Queen, sampai dia harus merelakan melepas pelukannya karena Queen ingin pergi ke toilet.


Setelah selesai dengan urusannya, Queen berjalan keluar dengan santai. Lalu Queen duduk dikursi sisi ranjang.


Darren terus menatap Queen. Dia menatap wajah cantik Queen dengan tatapan yang dalam.


Queen yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah "kenapa kau menatapku seperti itu?"


"aku hanya penasaran saja"


Queen menelan saliva nya susah payah "penasaran apa sih sayang?" berusaha tetap tenang.


"dia pasti sangat curiga padaku setelah kejadian kemarin malam. kupikir dia lupa ingatan karena sedari tadi tidak bertanya"

__ADS_1


"kenapa kamu bisa ada ditempat kemarin? dari mana kau tahu jika aku dalam keadaan berbahaya? dan lagi kamu sebenarnya menyembunyikan apa dariku?"


Queen menghela nafasnya panjang, sudah Queen duga pertanyaan ini yang akan Darren tanyakan padanya.


Darren sudah menahan keingin tahuannya tadi, dan akan bertanya saat ia telah keluar dari ruang sakit. Tapi entah kenapa dia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran ini. Darren menatap dalam mata Queen saat gadis ini masih saja diam.


"sebenarnya aku--"


tok tok tok


Darren mendengus dan menatap tajam pintu dimana ada seseorang yang datang diwaktu yang tidak tepat "sial.!"


Begitupun dengan Queen, dia menoleh kearah pintu "masuk" ujar Queen mengizinkan siapa saja yang ada dibalik pintu untuk masuk kedalam ruang rawat ini.


"mooom" panggil Queen saat melihat mom nya datang bersama dengan dad Arsen.


Darren yang tadi mengumpat dalam hati menghela nafasnya panjang. Ternyata yang datang adalah calon mertuanya, untung saja tadi dia mengumpat dalam hati kalau tidak bisa marah Queen padanya.


"Hay my Queen.." ucap mom Valey dengan bersemangat. Dia yang membawa satu keranjang buah meletakkannya diatas meja. Dad Arsen hanya diam dan berjalan dengan gaya cool seperti biasa.


Valey berjalan kearah ranjang "ya ampun.. bagaimana keadaanmu nak?"


Arsen dengan sigap menahan baju bagaian belakang Valey saat melihat istrinya mencondongkan tubuhnya. Tahu sekali sifat Valey yang sembarangan seperti ini, sudah dipastikan jika wanitanya akan mengecup pipi Darren.


Valey memutar kepala nya "apa yang kau lakukan?!"


"jangan macam-macam!" ucap Arsen dengan nada menekan.


Valey mendengus "dia calon menantu kita. Sayang.. aku sudah menganggapnya seperti twins"


"jangan menyamakan dia dengan twins! kalian tidak ada hubungan darah!" Bahkan pada anaknya sendiri saja Arsen terkadang cemburu, apalagi pada Darren yang memang bukan keluarga mereka.


Setelah Valey menegakkan tubuhnya barulah Arsen melepaskan kerah baju Valey. Valey mendengus kembali dan menatap kesal suaminya.


"untung dad tepat waktu. Kalau tidak kau akan dikecup oleh tante-tante" bisik Queen didekat telinga Darren sembari memperhatikan perdebatan yang sering kali Queen lihat antara mom dan dad nya.


Darren terkesiap dan menatap wajah Queen. Apalagi melihat wajah Queen yang saat ini tengah menatapnya dengan senyum jahil dibibirnya.


"Darren apa yang kau lakukan?!"


Darren kembali terkesiap saat mendengar suara tuan Arsenio memekik "saya tidak melakukan apapun"


"kau jauh-jauh dari mu princess!!" ucap Arsen sembari menarik Queen menjauh.


Darren tampak cengo. Padahal Queen lah yang mendekati dirinya tadi. Hendak menyangkal tapi nanti calon mertuanya itu bertambah kesal dan melampiaskan kekesalan setelah berdebat dengan istrinya padanya. Darren memilih diam untuk menyelamatkan hidupnya.


Mulai saat ini Darren harus belajar sabar menghadapi keluarga aneh ini "lapangkan dadaku Tuhan..." ucap Darren berdoa dalam hati.


***

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya sayang.... 🤗


__ADS_2