QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
13. SETIA (Setiap Tikungan Ada)


__ADS_3

Kenan tersenyum geli ketika melihat wajah cemberut kekasihnya. Bagaimana tidak, Queen terlihat menggemaskan ketika kedua pipinya ternodai oleh es krim vanila yang Kenan oleskan.


"Ih Kenan! Lengket nih jadinya,"rengek Queen sambil menarik bibir bawahnya.


Kenan menaikan satu alisnya, dia memakan es krim stroberinya dengan santai dan matanya tidak teralihkan dari sosok gadis di hadapannya.


"Cuci pakek air Queen,"saran Dea sambil memakan rotinya.


"Yaudah deh, aku ke toilet dulu."


"Temenin jangan?"tanya Dea tanpa menatap Queen.


"Gak usah De, aku ke toilet sebentar ini kok."


"Oh oke,"ujar Dea dengan ibu jari kanan yang teracung.


"Kalau di tengah koridor sekolah ada yang ganggu bilang ya!"seru Kenan karena Queen telah berjalan keluar kantin.


"Dea,"panggil Verrel.


Dea mendongak, dia mengernyitkan keningnya ketika melihat ekspresi Verrel yang terlihat memelas.


"Apaan?"


"Bobogohan jeung urang, yu!"


Mata Dea terbelalak, beda halnya dengan Kenan, Andra dan Tegar yang sudah terbahak.


"Mbung aing mah bobogohan jeung maneh, teu sudi!"tolak Dea jutek.


"Lah napa? Temen gue ini ganteng kok De, meskipun rada sengklek,"sahut Tegar sambil merangkul bahu Verrel yang langsung di tepis keras oleh cowok itu.


"Ganteng sih, tapi percuma kalau pacaran sama cowok SETIA kayak dia,"ujar Dea sambil menunjuk Verrel tak suka.


"Kalau dia setia bagus dong!"timbrung Andra sambil tersenyum.


Melihat senyum Andra, gadis itu pun terdiam. Dalam hatinya dia merasa senang karena melihat bibir cowok itu mengembang.


"Setia itu singkatan Ndra,"ucap Dea pelan.


"Singkatan apaan emang?"tanya Kenan penasaran.


"SETIA. Setiap Tikungan Ada!"


... ||||...


Queen memasuki toilet wanita di sekolahnya, gadis itu tersenyum ketika mendapati ada segerombolan Kakak kelasnya di ujung wastafel toilet. Sebenarnya Queen merasa tidak nyaman ketika senyumnya tidak di balas oleh para Kakak kelasnya itu, ini sudah biasa padahal.


Dengan sedikit ragu, Queen berjalan ke arah wastafel. Dia menyalakan kran dan membasuh kedua pipinya dengan tissue yang kebetulan berada di saku rok abu-abunya, matanya beberapa kali melirik para Kakak kelas itu yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


"Eh, kalian tau gak? Di akun IG-nya gosip sekolah Garuda kan setiap bulannya ngadain vote gitu buat orang-orang berkualitas dan famous di sekolah ini, nah! Gue kemarin nemu nominasi pasangan terhits tahun ini di sekolah! Dan kalian tau girls? Temen kita si cantik Kristal masuk nominasi pasangan terhits di situ. Dan yang buat gue seneng, Pasangan Kristal itu ternyata Kenan!"


Gerakan tangan Queen yang sedang mengusap pipi kanannya mendadak terhenti, gadis itu sedikit terkejut ketika mendengar salah satu seruan Kakak kelasnya yang berambut coklat.


"Emang ya, girls! Kristal itu pantesnya di pasangin sama Kenan! Yah... meskipun mereka gak pernah pacaran, tapi setidaknya mereka pernah deket dulu!"seru salah satu gadis berambut sebahu sambil terang-terangan menatap Queen melalui kaca.


Queen menelan ludahnya. Entah kenapa perkataan-perkataan para Kakak kelasnya itu membuat dia merasa panas, dia tahu bahwa pacarnya pernah dekat tapi tidak berpacaran dengan sosok Kristal–gadis populer di sekolah Garuda.


"Menurut gue nih ya, Kenan itu gak pantes sama pasangannya yang sekarang. Bagaikan jarak dari bumi ke matahari deh, jauhhhh banget!"timpal gadis lainnya sambil tersenyum sinis ketika melihat tubuh Queen menegang.


"Eh, eh udah jangan ngomongin pasangannya Kenan yang sekarang, ah! Nanti orangnya nangis lagi."


Queen mengerjapkan matanya, tanpa berkata apa-apa gadis itu berlari keluar dari toilet. Bahkan hatinya tambah nyeri ketika mendengar tawa menggelegar dari dalam toilet itu.


Seharusnya Queen sadar dan harus kuat dengan apa yang di ucapkan oleh para Kakak-Kakak kelas cantiknya itu. Memang benar, Queen jauh jika di bandingkan dengan Kristal, sangat jauh!


"Queen!"


Kaki Queen berhenti melangkah, dia membalikan badannya lalu berusaha tersenyum ketika melihat teman satu ekskulnya.


"Ada apa, Giv?" tanya Queen ramah.


Gadis cantik yang tadi memanggil Queen pun tersenyum, dia terlihat semakin cantik saat tersenyum.


"Lo abis dari mana?"tanyanya ramah.


"Dari kelas, sih!"jawabnya sambil tersenyum lebar.


Givani Nayana Radexa itu gadis yang banyak di gemari oleh siswi serta siswa di sekolah ini. Wajar saja sih, wajah gadis itu cantik, dia juga ramah, suka menolong. Banyak para siswa yang jatuh cinta kepadanya, tapi Givani tidak merespon mereka semua, entah karena apa.


"Gak ngantin?"tanya Queen dengan kedua alis yang terangkat naik.


Givani memiringkan bibir tipisnya, dia menggeleng pelan dengan tatapan yang di buat sesedih mungkin. Queen tertawa, ekspresi Givani sangat menggemaskan menurutnya.


"Kenapa?"


"Gak ada temen,"jawab Givani sambil tersenyum miris.


"Temen kamu banyak kok Giv,"ujar Queen.


Givani tersenyum sinis, gadis itu mengedarkan pandangannya. Memang ada banyak sekali teman, namun Givani tidak pernah merasa mempunyai sosok teman.


"Gak ada yang bener-bener pengen temenan sama gue, Queen. Mereka semua cuma nunjukin topeng mereka buat narik perhatian gue buat  jadiin mereka semua teman, tapi apa Queen? Setelah mereka gue jadiin temen, mereka cuma ada butuhnya doang ke gue, mereka morotin gue dan gue sadar akan hal yang satu itu."


Queen tersenyun maklum, dia berjalan di ikuti Givani di sampingnya. Givani memang selalu menjadi korban orang-orang munafik yang hanya memporoti harta Givani saja. Givani seorang anak dari pengusaha perhiasan sukses di Asia, wajar jika banyak yang ingin berteman dengan gadis itu, meski hanya ingin berteman dengan uangnya saja.


"Apa kamu juga nganggap aku sama kayak mereka?"tanya Queen sambil sedikit melirik gadis di sisinya.


"Nggak Queen, gue gak nganggap lo dan Dea sama kayak mereka. Lo sama Dea itu beda dari yang lain, lo sama Dea itu di tawarin jus di kantin aja nolak. Makannya gue berteman sama lo dan Dea,"paparnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tapi banyak yang bilang aku gak pantes temenan sama anak konglomerat kayak kamu,"ujar Queen pelan.


Givani menghela nafasnya, dia merangkul bahu Queen lalu berbelok untuk ke kantin. Dia berjalan ke arah meja Kenan dan kawan-kawan.


"Gak usah dengerin orang lain, Queen. Gue nyaman temenan sama lo, dan orang lain gak tahu apa-apa tentang frustasinya gue yang selalu di porotin,"ujarnya lalu menyapa seluruh teman-teman Queen.


"Kok lama?"tanya Kenan dengan dahi yang mengerut tajam, tangannya menggenggam tangan Queen dan menyimpannya di paha cowok itu.


"Aku sekalian pipis di toilet tadi,"jawab Queen berbohong.


Jelas dia tidak akan menceritakan soal sindiran-sindiran para Kakak kelasnya di toilet tadi. Dia tidak mau Kenan ngamuk dan berbuat macam-macam pada para Kakak kelas Queen.


"Kalian gak keberatan kan kalau gue gabung?"tanya Givani sambil mengedarkan pandangannya kepada Kenan dan kawan-kawan.


"Gak papa, Giv! Santai aja sama kita mah,"jawab Verrel sambil tersenyum mempesona.


"Pantesan Dea gak mau sama lo,"sahut Andra sambil tersenyum kecut melihat tingkah Verrel kepada Givani.


"Gak kok, Dea mau sama gue ya De, ya? Cuma tu cewek galak masih gengsi buat ngakuin perasaannya sama gue,"balas Verrel tak mau kalah.


"Kenapa sih?"tanya Queen bingung.


Tegar menatap Queen, dia menyengir kuda.


"Si Verrel tadi nembak Dea, cuma si Dea-nya nolak. Katanya si Verrel mah SETIA,"jawabnya setengah mengejek.


Givani tertawa, dia menatap Tegar dengan lembut.


"Setiap Tikungan Ada kan ya?"tanyanya sambil tertawa.


"Ya Allah Ya Tuhanku! Ini kayaknya orang-orang di surga lagi pada heboh deh,"ucap Verrel dengan pandangan terpaku menatap Givani.


"Heboh? Heboh kenapa?"tanya Queen heboh.


"Heboh karena salah satu Bidadari mereka kabur ke bumi, dan sekarang Bidadari itu lagi duduk di depan gue!"


Semuanya mendadak menatap Givani yang sekarang sudah terkekeh pelan, dia tahu bahwa Verrel ini adalah playboy di sekolah Garuda. Dia tidak akan baper dengan gombalannya.


"YEE! DASAR SI SETIA!"


Sudah tahu kan itu teriakannya siapa?


...||||...


*Translate


Bobogohan jeng urang yu:pacaran sama aku yu!


Mbung ah bobogohan jeng maneh mah, teu sudi:gak mau pacaran sama kamu mah, nggak sudi*.

__ADS_1


__ADS_2