QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
45. Calon Ibu untuk Queen


__ADS_3

Tak terasa hari ke hari telah berlalu dengan begitu cepat dan Queen menghela nafas lega kala bel pulang berbunyi dengan nyaring. Dia maju ke depan kelas dan menyodorkan kertas ulangan pada gurunya.


"Gak ke isi berapa soal lo?"tanya Dea setelah mereka berdua keluar dari kelas untuk menuju ke kantin sekolah.


Kenan dan kawan-kawan menyuruh mereka berdua untuk ke kantin. Para remaja itu akan membahas tentang liburan yang akan tiba. Rencananya sih mereka semua akan berlibur ke suatu tempat untuk menghihur dan menyegarkan pikiran mereka dari soal-soal memusingkan.


"Gak kejawab lima soal De. Papa sama Kenan pasti kecewa nanti karena nilai gue yang jelek,"jawabnya sedih.


Dea tersenyum sambil merangkul bahu sahabatnya.


"Yang penting lo udah berusaha Queen. Bokap lo sama Kenan pasti bakal ngertiin kok, lagian lo kan udah belajar giat tiap malam."


Queen mengangguk dengan wajah yang masih terlihat cemas. Setiap malam memang Queen selalu belajar di dalam kamarnya di bantu Rere, ternyata Rere memiliki otak yang cemerlang. Pantas saja Papa meminta Rere untuk bekerja di perusahaannya sekarang dan tentu hal itu tidak akan di sia-siakan oleh Rere.


Mereka memasuki kantin sekolah yang tidak terlalu ramai, dari pintu masuk saja mereka bisa melihat bahwa Kenan dan kawan-kawan yang duduk di pojokan sedang bersenda gurau.


"Noh orangnya! Kalian lama banget deh, ngapain dulu sih?"tanya Verrel ketika Queen dan Dea baru saja duduk di kursi.


Dea mendelik, bukannya di tawari air atau apa gitu eh ini malah di sapa oleh pertanyaan Verrel yang menyebalkan.


"Gue abis ngelahirin dulu!"jawab Dea asal.


"Lah? Ngelahirin apaan De? Si Andra udah apa-apain lo ya sampe lo bisa ngelahirin?"tanya Tegar polos.


Semuanya terbahak mendengar pertanyaan Tegar kecuali Andra dan Dea yang diam sambil memandang Tegar dengan kesal.


"Udah, udah! Kita langsung bahas aja rencana liburan kita,"ucap Kenan sambil meredakan tawanya.


Akhirnya mereka pun mulai mengobrol santai tentang liburan yang akan di laksanakan nanti.


"Bokap gue punya rumah di Jakarta, gimana kalau kita kesana aja?"tawar Verrel yang di respon oleh gelengan dari Queen, Dea dan Andra.


"Gue pengen nyegerin otak dan Jakarta itu menurut gue bukan pilihan yang bagus. Daerah pegunungan, pantai atau pedesaan kek gitu,"usul Dea sambil meminum minuman yang di berikan oleh Andra.


"Pangandaran?"usul Andra.


"Gak ah. Bosen gue,"tolak Tegar dengan menopang dagu.


Kenan terdiam, cowok itu sedang memikirkan tempat liburan yang cocok untuk teman-temannya.


"Bokap gue punya pulau pribadi, tempatnya bagus. Gue jamin kalian semua bakal suka,"usul Kenan yang di angguki oleh semuanya.


"Kita naik apa kesananya?"tanya Queen.


"Aku bakal izin sama Papa buat pinjemin kapal jet milik Papa." Queen bersuara.


"Kuy lah! kita disana tinggal di Villa kan?"tanya Verrel antusias.


Kenan menganggukan kepalanya. Di pulau sana memang ada Villa yang di bangun oleh Bagas untuk berlibur bersama keluarganya.


"Oke kita bakal berangkat ke tempatnya lusa."

__ADS_1


Semuanya mengangguk mendengar perkataan Kenan.


Tanpa mereka semua sadari ada mata yang menatap mereka dari kejauhan. Mata indah itu berkaca-kaca melihat raut wajah bahagia yang terpantri di wajah masing-masing. Terutama wajah bahagia Kenan dan Queen. Tangannya terkepal dan hatinya terasa di remas kala mengingat bagaimana Kenan menolaknya.


Dan tanpa orang itu sadari di belakangnya ada sosok cowok jangkung kebanggaan sekolah yang menyeringai ketika melihat tangan seorang gadis yang di idam-idamkan oleh para murid di sekolah ini terkepal erat.


"Gue punya ide."


...||||...


Motor Kenan berhenti di bagasi rumahnya, cowok itu memperhatikan cara Queen turun dari motor besarnya. Bukan apa-apa, dia takut Queennya terjatuh. Setelah Queen turun akhirnya Kenan pun turun dan sepasang kekasih itu masuk lewat pintu bagasi rumah untuk masuk ke dalam rumah.


"Ya ampun umurmu itu belum terlalu tua kok, wajahmu juga masih tampan. Ayolah! Wanita di sampingmu itu juga sudah cocok untuk menjadi Ibu dari anak-anakmu Dav."


Kening Queen dan Kenan mengernyit ketika mendengar suara Bagas yang tengah mengobrol dengan seseorang yang membelakangi Queen dan Kenan.


"Yah,"panggil Kenan hingga membuat semua kepala yang berada di ruang tamu itu menengok kearahnya.


Dan mata Queen terbalalak saat itu juga, disana lebih tepatnya di hadapan Bagas ada sosok Papanya yang masih mengenakan lengkap pakaian kantor.


"Eh kalian sudah pulang?"tanya Kania senang.


Kenan menggenggam tangan Queen, dia menyalami semua tangan orang yang berada di ruang tamu ini. Termasuk David yang menatapnya dengan mata memicing.


"Queen gak kangen sama Tacan ya?"


Mata Queen mengerjap lalu tak lama dia berhamburan ke pelukan Kania, gadis itu terkekeh geli ketika Kania mengeratkan pelukannya pada tubuh Queen.


"Iya Tan,"ucap Queen sambil melepaskan pelukannya. Mata gadis itu melirik wanita cantik di samping Papanya.


"Tante Kania di peluk, kok Papa tidak Queen?"sindir David yang membuat Queen tersenyum sambil berhamburan ke pelukan David.


"Kenapa gak pulang ke rumah dulu, hm?"tanya David sambil mencium pipi anaknya.


Kenan yang melihat itu entah kenapa mendengus kesal, dia tidak suka jika ada yang mencium Queen selain dirinya. Padahal yang tadi mencium Queen itu adalah David, Papa Queen sendiri!


"Queen soalnya kangen sama Tan–"


"Saya Om yang bawa Queen ke sini langsung. Kebetulan Mama saya ingin bertemu dengan Queen,"potong Kenan tegas.


David menatap Kenan, dari tatapannya saja Kenan sudah tahu bahwa dia sedang di intimindasi. Kania dan Bagas yang melihat tatapan David pun hanya menggeleng pelan.


"Kenan sudah besar saja."


Kenan tersenyum simpul, dia memang pernah bertemu dengan David sewaktu umurnya masih 13 tahun.


"Papa kenal Kenan?"tanya Queen terkejut.


"Papamu, Om dan Tante itu sahabatan Queen."


Mata Queen membulat saat mendengar pengakuan dari Bagas. Pantesan David ada di sini bersama... wanita yang belum Queen ketahui. David yang melihat tatapan Queen pada wanita di sebelahnya pun berdehem pelan.

__ADS_1


"Queen kenalkan, dia Tiara seker–"


"Calon Ibumu tuh Queen,"potong Bagas sambil terkekeh pelan tanpa tahu bahwa tubuh Queen sudah mematung di buatnya.


"Ap-apa? Calon Ibu?"tanya Kenan terkejut.


Queen hanya bisa diam, tiba-tiba saja tenggorokannya terasa sakit. Matanya menatap David yang tengah menggeleng-gelengkan matanya sambil tersenyum ke arah Bagas.


"Ya ampun Bagas! Mulutmu ya. Queen dengar sayang, Om Bagas hanya bercanda tadi. Jangan di ambil hati,"ucap David sambil mengelus kepala anaknya yang masih terkejut.


Kania terkekeh pelan, suaminya ini memang sangat jahil. Dia sedikit prihatin kala melihat wajah sekertaris sahabatnya yang sudah seperti kepiting rebus.


"Queen, ikut Tante aja yu ke kamar. Disana juga ada Keano, pasti dia juga kangen sama kamu."


Kania tersenyum, dia merangkul bahu Queen lalu mengajaknya ke kamar.


Sepeninggalan Queen, Kenan hanya bisa mendengus sambil melirik dua orang pria dewasa dan wanita dewasa yang Kenan tebak berumur 29 tahun itu. Sepertinya ini waktu yang pas untuk Kenan meminta izin pada Papanya agar di pinjamkan kapal pesiar dengan pulaunya agar para teman-temannya bisa berlibur. Dan juga dia bisa meminta izin pada David untuk membawa Queen berlibur bersamanya.


"Yah, Om. Kenan mau ngomong."


Bagas dan David menatap Kenan yang menampilkan wajah seriusnya, sementara wanita di samping David hanya bisa mendengar dan menonton.


"Ngomong apa?"tanya Bagas.


"Lusa Ken sama temen-temen yang lain bakal liburan, mereka semua kebingungan mau liburan kemana. Kenan usulin aja pulau milik Ayah dan mereka semua setuju untuk liburan di sana. Kenan mau meminta izin Ayah. Boleh ya Yah Kenan pinjem pulau pribadi Ayah untuk lima hari? Dan Kenan juga mau pinjem kapal pribadi milik Ayah, gimana?"


Bagas terdiam sejenak, dia memandang wajah anaknya.


"Boleh. Ayah izinkan."


Mata Kenan berbinar senang dan sebisa mugkin cowok itu menahan teriakan senangnya.


"Apa Queen juga ikut dalam acara liburan ini?"tanya David dengan suara dinginnya.


Kenan mengalihkan pandangannya pada David, cowok itu berdehem pelan sambil menegakan tubuhnya.


"Queen juga ikut. Mumpung ada Om saya juga mau minta izin untuk bawa Queen liburan, Om tenang aja Queen gak sendirian kok ceweknya."


"Bisa lebih meyakinkan Om?"tanya David lebih dingin.


Kenan menelan ludahnya, sebisa mungkin dia menunjukan wajah biasa saja.


"Saya akan menjaga Queen di sana, saya juga tidak akan macam-macam kepada anak Om. Saya akan mengawasi Queen selama di sana,"ucapnya meyakinkan.


David terdiam sejenak, dia memikirkan sesuatu. Padahal rencananya David akan berlibur dengan kedua anaknya ke Jepang, ini akan menjadi liburan pertama mereka. Tapi pastinya Queen juga ingin liburan bersama teman-temannya.


"Baiklah, saya akan menginzinkan Queen ikut berlibur bersama kamu dan juga saya akan menjaga ucapan-ucapan kamu tadi."


...||||...


**Yuhuuu, liburan nih!

__ADS_1


Btw, jangan lupa di like juga komen yaa**:)


__ADS_2