QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
album


__ADS_3

Queen menatap jengah sosok pria tampan dan gagah yang baru saja masuk kedalam kamarnya. Kedatangan pria yang tak lain adalah Darren itu bertepatan dengan keluarnya dirinya dari dalam bathroom "ck.. kau masuk kedalam kamar seorang gadis sesuka hati begitu, sopankah tuan?" gerutu Queen, dia mengabaikan Darren dan memilih mencari pakaian ganti didalam lemari.


Darren mendekati Queen dan memeluknya dari belakang "dan gadis ini adalah gadisku, jadi aku berhak" ucapnya asal. Darren membenamkan wajahnya dibahu Queen.


Queen memutar bola matanya malas "keluarlah dulu, aku akan berganti pakaian sebentar"


Darren meraba ikat jubah handuk yang tengah Queen kenakan.


plak


Queen memukul tangan Darren yang hendak menarik simpul jubah handuknya "nakal!"


Darren tergelak, dia mencium leher jenjang Queen "kamu sangat harum"


Queen meremang, dia merasa geli saat Darren mencium lehernya "jangan seperti itu tuan!"


"why? aku sangat menyukai wangi ini"


Queen mendorong wajah Darren, dia juga melepaskan pelukan tangan Darren yang melingkari perutnya, Queen berbalik badan dan sedikit mendongak untuk melihat manik Darren yang menurut Queen sangat cantik "dengar tuan! kau jangan menggodaku lagi, keluarlah dulu, aku akan memakai baju"


Darren hanya acuh, dia melangkahkan kakinya menuju ranjang dan menjatuhkan tubuhnya.


"ck.. kau menyebalkan sekali" Queen mangambil bajunya dan membawanya kedalam bathroom. Dia akan berganti baju disana saja.


Darren memandang pintu yang baru saja Queen tutup dengan kencang menandakan bahwa gadis itu tengah kesal, dia tersenyum melihat tingkah Queen.


Darren menatap langit-langit kamar sebentar, dan dia kembali duduk lalu Darren berdiri untuk menyusuri kamar milik Queen ini. Meski kamar ini jarang ditempati oleh Queen tapi kamar ini sangat bersih dan tertata rapi.


Langkah kakinya membawanya kearah rak buka yang lumayan besar milik Queen. Darren berjalan sembari mengusap buku yang dia lewati.


Matanya yang tajam menemukan buku yang menurutnya menarik, Darren mengambilnya. Sudut bibirnya kembali melengkung saat melihat benda yang ada ditangannya. Sebuah album foto yang cukup tebal.


"sedang apa kau tuan?" tanya Queen saat baru saja keluar, gadis itu mendekati Darren sembari tangannya mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


Darren tidak menjawab, dia hanya mengangkat album yang tadi dia temukan "boleh aku melihatnya?"


Queen mengangguk acuh "silahkan" Queen merasa tidak ada aib dirinya disana, itu adalah album foto liburan keluarganya saat berada dinegara ini.

__ADS_1


Darren membawa album itu kearah sofa, dia juga menggandeng tangan Queen agar mengukutinya.


Queen menurut saja, dia duduk disisi Darren.


Darren menoleh kearah Queen "ada apa dengan tanganmu?" tanyanya sembari menaikkan kedua alisnya.


Queen menyernyit dan kemudian mengangkat tangan yang semula berada diatas pangkuannya "tidak ada apapun"


bruuk


Darren merebahkan kepalanya dipangkuan Queen, membuat gadis itu terkejut "apa yang kau lakukan?"


"kepalaku sakit sayang, tolong pijat" ucapnya lembut, dia mulai membuka album foto yang ada ditangannya.


"kenapa kau menyuruhku?! aku bukan istri atau pembantumu"


Darren mendongak sehingga dapat melihat wajah cantik Queen "apa kau mau kuperistri sekarang? aku akan segera bicara keorang tua kita"


"mudah sekali kau bicara! seperti seseorang yang hendak membeli sesuatu saja. pernikahan itu sesuatu hal yang serius"


Queen menggeleng "tunggu dulu, aku harus menyiapkan diri terlebih dahulu, lagian mom mu belum memberikan aku restu"


Darren mengecup tangan Queen "momku akan setuju"


"percaya diri sekali kau tuan!"


"aku serius Queen!"


Queen mengangguk saja "sudahlah.. aku malas membahasnya sekarang"


Darren terdiam, sebenarnya apa yang Darren ucapkan barusan adalah keseriusan "baiklah" Darren memilih mengalah, lalu dia meletakkan tangan Queen dikepalanya "sekarang pijat aku!"


Queen mendengus tapi gadis itu melakukan apa yang Darren katakan. Queen memijat lembut kepala Darren.


Darren menikmati pijatan dari tangan halus gadisnya sembari melihat potret keluarga Queen, dimulai dari Queen kecil sampai remaja.


Buka-buka terus sampai dia menemukan sebuah foto Queen saat remaja "kok aku seperti tidak asing dengan foto ini?" batin Darren, dia pandangi wajah cantik Queen dalam potret itu. Sampai sekelebat ingatan yang sudah lama sekali kembali teringat membuat Darren terkejut.

__ADS_1


Darren terbelalak lalu dengan gerakan cepat Darren terduduk.


"ada apa?" tanya Queen heran melihat kelakuan pria tampan ini.


"apa ini dirimu?" tanya Darren menunjuk foto Queen yang tengah berpose imut disalah satu taman hiburan.


"tentu saja, kenapa memangnya?"


Darren menggeleng dan kembali merebahkan kepalanya dipangkuan Queen lagi.


"aneh sekali" gumam Queen. Dia angkat bahu acuh karena Darren bersikap biasa saja sekarang.


Darren kembali melihat-lihat foto itu sampai habis.


Sedangkan Queen malah asik memandangi wajah tampan Darren "kenapa dia sangat sempurna sekali?" gumamnya dalam hati. Tangannya terulur untuk mengusap wajah Darren.


Lalu jarinya mengusap alis tebal dan tertata milik Darren, kemudian jarinya mulai berpindah ke rahang Darren yang terlihat tegas.


Darren menikmati elusan dari jari Queen, dia bahkan memejamkan matanya sekarang.


Queen berpindah kebibir tebal dan sexy milik Darren, mengingat bahwa bibir ini sekarang sering kali menciumnya membuat Queen jadi malu sekarang.


gluk


Darren menelan salivanya, dia meletakan album foto diatas meja, lalu Darren terduduk.


Pria itu menyergah Queen sampai membuat gadis itu jatuh terjerambah diatas sofa.


Saking terkejutnya Queen belum bereaksi sama sekali, apalagi saat ini Darren sedang melu-mat bibirnya dengan lembut.


Darren menjauhkan wajahnya "balaslah sayang" ucap Darren dengan lembut meminta.


Queen yang tadi masih loading, bingung.


Tapi setelah itu mereka larut dalam ciuman hangat yang saling berbalas.


Hanya sekedar ciuman saja.

__ADS_1


__ADS_2