QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
Supir handal


__ADS_3

Setelah cukup lama berbincang, suasana yang awalnya begitu canggung menurut Edgar sudah mencair. Mereka mengobrol santai dengan ditemani berbagai camilan tambahan yang Gerrell beli lagi.


"Kenapa Darren tak bersamamu Queen?" Edgar bertanya, namun matanya terlihat ada sedikit keusilan disana.


Melihat itu Queen memutar bola matanya karena tahu jika sebentar lagi Edgar pasti hendak membuatnya kesal. "dia kerja"


"ck. Dasar pria bodoh. Kenapa dia tidak menemani kekasihnya yang sedang ada disini? dia sungguh keterlaluan"


"aku tidak terlalu menuntut kehadirannya" ujar Queen berpendapat. Dia memang tidak mengharuskan Darren berada disisinya karena Queen juga memiliki kesibukan lain.


"kamu gadis yang sangat pengertian" ucap Edgar sembari tersenyum manis "apa kamu tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang?" tambah Edgar, dia bertanya sembari tersenyum misterius.


"entahlah. Tapi aku rasa dia sedang bekerja atau membereskan urusannya didunia bawah" jawab Queen ringan.


"sungguh naif sekali. Apa kamu tidak tahu kalau Darren saat ini pasti sedang berduaan dengan seorang gadis cantik?"


Queen yang sedang menatap makanan mendongak dan menatap tajam Edgar "apa maksudmu?"


"jangan kompor deh." seru Gerrell yang sejak tadi diam. Dia menatap jengkel Edgar yang dibalas senyum menyebalkan.


"aku tidak bohong. Aku yakin sekali sekarang mereka pasti berada dimansion utama keluarga Keith"


Mendengar ucapan santai Edgar, tangan Queen mengepal. Dia merasa kesal seketika.


"Jangan cari perkara. Nanti dia mengamuk. Bisa gawat"


"Siapa yang mencari perkara? Aku bicara sejujur-jujurnya karena aku melihat sendiri"


brak


"ahhk" pekik Edgar saat mendengar meja digebrak, dia yang awalnya fokus pada Gerrell beralih menatap Queen.

__ADS_1


"habis sudah"


Edgar menoleh kearah Gerrell saat mendengar gumaman pemuda itu. Meski dia bergumam, Gerrell tampak tidak peduli dan memilih untuk meminum minumannya.


Edgar sedikit heran karena adik dari kekasih Darren itu malah diam dan tidak mau menenangkan kakaknya yang sekarang wajahnya sudah memerah.


"kau bawa mobil?"


Edgar mengangguk saat Queen bertanya. Lalu alisnya menyernyit saat melihat tangan Queen terulur padanya "apa?"


"aku pinjam mobilmu"


"Tapi.."


Queen memelototi Edgar sehingga ia menyerahkan kunci mobil miliknya. Dia menatap nanar gadis yang segera pergi setelah menerima kunci tersebut.


"Hey bocah! Kenapa kau diam saja? Sana kejar kakakmu" pekik Edgar yang justru malah panik sendiri. Dia memaki dirinya yang dengan bodoh memanasi gadis itu.


"Sialan!" setelah memaki, Edgar berdiri lalu lari menuju parkiran. Dia tak mau disalahkan kalau nanti Queen kecelakaan atau terjadi sesuatu dijalan.


Edgar melihat Queen sudah masuk kedalam mobil lalu mengetuk kaca jendela "Queen.. Buka pintunya"


tok tok tok


Dengan panik Edgar terus mengetuk jendela mobil. Dia sungguh merasa ketakutan.


"Setidaknya bawa aku juga. Aku ada urusan setelah ini"


Mendengar kunci mobil dibuka, Edgar langsung memutari mobil kemudian masuk kedalam. Dia menghembuskan nafas lega saat berhasil masuk kedalam "astaga.. kau membuatku ketakutan. Sini aku saja yang mengemudi"


Queen menoleh dan menyeringai. Melihat hal itu Edgar merasa takut karena merasa gadis ini memiliki niat terselubung.

__ADS_1


"Kenapa panik? Aku akan memperlihatkan bagaimana hebatnya aku dalam mengemudi" Setelah berucap seperti itu, Queen menginjak gas begitu dalam.


Edgar yang belum siap terpekik, dia menjerit karena terkejut. Dengan tangan gemetar Edgar memasang saltbelt agar tubuhnya aman. Dia menoleh kearah Queen "Ya Tuhan. Kalau aku mati sekarang mohon ampuni semua dosa-dosaku."


Edgar berpegangan erat sembari terus berdoa. Benar apa yang Gerrell ucapkan Queen membawa mobil ini dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan. Beberapa kali dia menyalip mobil dengan kecepatan tinggi. Jantung Edgar seperti mau copot. Dia sungguh takut. Beberapa kali Edgar memperingatkan Queen namun gadis itu seolah tuli. Bahkan dia sama sekali tidak menoleh kearah Edgar sama sekali.


Matanya fokus, namun Edgar melihat Queen mencengkeram erat setir. Yang menandakan jika ia sedang tidak baik-baik saja. Rasanya Edgar menyesal mengikuti ucapan Gerrell. Pantas saja pemuda menyebalkan itu tidak mau ikut karena kemungkinan dia tahu jika kakaknya akan menggila dijalanan.


sruuut


Tubuh Edgar terhuyung kedepan, untung saja dia memakai saltbelt sehingga kepalanya tak sampai terbentur. Dia mendongak dan menoleh lampu lalu lintas yang berubah warna menjadi merah. Setelah itu, Edgar menoleh yang mana ia mendapati wajah gadis cantik yang ada disisinya masih sama seperti tadi. Datar dan tanpa ekspresi. "Hey. Queen"


Queen pada akhirnya menoleh setelah beberapa lama mengabaikan jeritan Edgar "hmm?"


"Jangan ugal-ugalan lagi. Aku seperti mau terkena serangan jantung" keluhnya, dia sungguh takut. Perasaan ini membuatnya tak nyaman.


Bukannya menjawab Queen malah kembali menyeringai dan kemudian menginjak pedal gas lagi. "hahaha.. Bukankah kita akan merasa hidup saat nyawa kita terancam?"


Edgar tidak menjawab, dia sibuk berdoa sekaligus mengumpati gadis yang ada disisinya. "dia sudah gila!"


Setelah sampai, Queen membunyikan klakson dan tak butuh waktu lama untuk penjaga membukakan gerbang karena mereka sudah mengenal Queen dan Edgar.


Queen dengan santai melepaskan saltbelt lalu menoleh kearah Edgar yang masih membeku "kau tidak turun?"


Edgar menoleh dan segera membuka saltbelt yang ia gunakan.


Melihat tangan Edgar yang gemetar, Queen hanya bisa menggeleng. Kalau saja suasana hatinya baik, pasti dia akan mentertawakan kelakuan Edgar yang penakut. Namun, untuk tersenyum saja ia kesulitan karena perasaan dongkol dihatinya masih menyala akibat dari ucapan pria disisinya itu.


Queen turun dari mobil diikuti oleh Edgar. Meski kakinya masih lemas, dia akan melihat drama yang sebentar lagi terjadi. Pasti seru kalau nanti Darren dimaki-maki oleh kekasihnya.


Langkah kaki Queen melambat saat sampai didepan pintu. Dapat ia dengar suara gelak tawa seorang wanita. Tangannya terkepal erat kemudian membuka pintu dengan keras. Kemudian sesuatu didalam mansion membuatnya terkejut dan membuat Queen membelalakan matanya.

__ADS_1


__ADS_2