QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
65. Berakhir


__ADS_3

Ayo follow aku! Jangan lupa sebelum baca, vote dulu yaa.


...||||...


"Maaf."


kepala Queen menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca ketika Kenan selesai menjelaskan semuanya.


"Bohong, Kenan pasti bohong!"serunya dengan nada menahan tangis.


Kenan menggeleng, dia tidak mau menatap wajah Queen karena tak tega. Sebenarnya dia tidak mau melakukan hal ini, mengaku bahwa anak Nanda itu adalah anak dirinya. Tapi mau bagaimana lagi?


"Maaf, Queen. Maaf,"gumamnya yang lagi-lagi membuat kepala Queen menggeleng.


Gadis yang masih memakai seragam sekolah sama seperti Kenan itu langsung menangis hebat. Tangisannya membuat Kenan menjadi tambah merasa bersalah.


Kenan berusaha mendekat agar bisa memeluk Queen, tapi gadis manis itu malah mendorong Kenan menjauh.


"Kenapa Kenan tega sama Queen? Queen salah apa sampai Kenan lakuin hal dewasa itu sama Kak Nanda?!"


Kenan menggeleng pelan, gadisnya tidak salah apa-apa.


"Ka–kamu gak salah apa-apa, sayang–"


"JANGAN PANGGIL QUEEN SAYANG! Queen bukan sayangnya Kenan lagi,"ujar gadis itu yang membuat dada Kenan terasa sakit.


Queen bukan sayangnya Kenan lagi, kata-kata itu sangat membuat dia sadar bahwa sekarang hubungannya dengan gadis manis itu telah kandas.


Mau bagaimana lagi? Kenan sadar ini bagian dari resiko yang ia ambil.


"Apa sih yang ada di pikiran Kenan waktu ngelakuin itu sama Kak Nanda? Apa Kenan gak inget punya Queen?"tanya Queen lemas.


Kenan tidak melakukan itu dengan Nanda, dia selalu inget Queen. Tapi sialnya Kenan tidak bisa mengucapkan kebenaran itu semua.


"Maaf."

__ADS_1


Hanya satu kata sialan itu yang bisa keluar dari mulutnya.


Queen terisak, matanya beralih menatap kesunyian yang ada di taman perumahan rumahnya. Dia kira Kenan mengajaknya untuk berbicara karena ingin menjelaskan tentang mengapa dirinya yang akhir-akhir ini seperti 'menghindar' dari Queen, tapi nyatanya? Cowok itu malah mengungkapkan hal yang membuat dada Queen sesak seperti sekarang.


"Jujur, aku kecewa banget sama kamu. A–aku gak nyangka kalau cowok yang keliatannya sayang juga sama aku malah brengsek kayak gini. Bahkan sampai hamilin cewek lain,"ucapnya sambil menunduk.


Kenan menelan ludahnya dengan susah payah, dia benar-benar merasa sakit sekarang. Gadisnya terluka dan itu semua karena dia.


"Aku sayang kamu."


Queen sontak tertawa hambar dengan air mata yang lagi-lagi turun menjatuhi pipi.


"Sayang? kalau sayang aku gak mungkin kamu sampai hamilin Kak Nanda. Itu yang di namain sayang?"


"..."


Kenan tahu hubungannya hanya akan sampai sini saja, dan cowok itu akan berusaha ikhlas karena tahu jika dia tidak boleh egois dengan menahan Queen agar terus berada di sisinya.


"Makasih ya Ken, makasih udah pernah treat aku like a queen. Seneng banget bisa kenal kamu ya meski ujung-ujungnya kayak gini,"tutur Queen dengan senyumnya yang di paksakan.


"Makasih juga, Queen. Thanks for anything. Kamu cewek yang kuat, aku beruntung bisa pernah milikin kamu."


Queen mengangguk, kata pernah itu membuat dadanya tambah sesak.


"Udah, kan? Queen mau pulang."


Kenan terdiam, matanya menatap Queen lama.


"Can I hug you for the last time? "tanya Kenan penuh harap.


terdiam selama beberapa detik akhirnya Queen pun menggeleng, dia tidak mau di peluk Kenan.


"Sorry, gak bisa. A–aku pengen cepet pulang sekarang. Oh iya, jagain Kak Nanda dan calon anak kalian dengan baik, perlakuin dia kayak ratu juga sama kayak kamu perlakuin aku. Semoga nanti kalian jadi keluarga yang bahagia."


Dan Kenan hanya bisa terdiam mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut Queen, cowok itu bahkan hanya bisa diam juga ketika Queen mulai pergi dari hadapannya.

__ADS_1


Ingin menahan, tapi dia juga sadar diri untuk mau melepas Queen.


"Sialan, gue gak rela nantinya dia di dapetin cowok lain."


...••••...


David turun dari mobilnya, pria itu jalan memasuki rumah sambil sibuk membuka dasinya yang terasa mencekik leher. Dia ingin segera menemui Queen setelah mengetahui soal kelakuan bejat Kenan tadi yang di ceritakan oleh Ayah dari Kenan sendiri.


Pria itu membuka pintu kamar Queen dan dia bisa melihat anak gadisnya sedang duduk di atas ranjang dengan headset tanpa kabel di kedua telinganya.


Mata anaknya sembab dan David tak suka itu. Dia duduk di sisi ranjang, tangannya mengelus rambut Queen hingga yang di elus rambutnya hanya bisa tersenyum tipis saja.


"Hai Papa,"sapa Queen sambil menyingkirkan headset dari telinganya.


David tersenyum lembut. "Hai, sayang. What do you feel today?"


Queen diam, kedua alisnya sedikit terangkat naik. Gadis itu bisa menebak bahwa sang Papa telah mengetahui hal Kenan yang...ya kalian tahu sendiri.


"Hm...fine."


David menyuruh Queen agar memeluknya, dan dengan nurut Queen pun memeluk sang Papa. Dia membenamkan wajahnya di dada David, lalu tanpa terasa Queen menangis.


"Sakit, Pa. Queen gak nyangka sama semuanya yang tadi Kenan bilang,"ucap Queen sambil menangis.


David mengusap dan sesekali mengecup rambut anaknya, pria itu sedang menenangkan Queen.


"Cowok kayak Kenan gak pantes kamu tangisin, sayang. But I know, rasanya pasti sakit banget. Tapi Papa mohon jangan terus di tangisin,"pinta David lembut.


Queen hanya meresponnya dengan isakan pelan, ternyata dia masih benar-benar sakit hati. Logikanya saja, gadis mana yang tidak akan menangis jika cowok yang dia sayang ternyata menghamili gadis lain?


"Kenan bukan jodoh kamu, sayang. Dan Papa yakin kamu bakal dapet yang jauh lebih baik daripada Kenan."


Kepala Queen menggeleng, dia tidak mau mengenal cowok manapun lagi untuk saat ini dan entah sampai kapan. Dia...takut.


Setelah di rasa cukup menangis, Queen pun melepaskan pelukannya. Dia diam saja saat David menghapus air mata di kedua pipinya dengan lembut.

__ADS_1


"Papa, Queen pengen pindah rumah."


__ADS_2