
"tuan" Bisik Jonathan saat mereka berdua telah turun dari mobil, mereka akan pergi kepesta yang disenggelarakan dikapal pesiar.
Sekitar beberapa hari kedepan, mereka akan menginap dan melakukan aktifitas diatas kapal pesiar mewah yang telah dipersiapkan oleh salah satu klien Darren.
Darren menoleh kearah Jonathan, matanya menyernyit melihat wajah pias dan khawatir dari asistennya itu.
"apa tuan serius akan pergi?"
Darren menatap wajah Jonathan dengan pandangan seperti biasanya. Datar dan tanpa ekspresi.
"sebenarnya saya hanya sedikit takut akan keselamatan anda tuan"
Darren berjalan menuju kapal kecil yang akan membawanya menuju kekapal pesiar yang berada cukup jauh dari daratan "kau meragukan kemampuanku?"
Jonathan menggeleng dengan panik "tidak.. bukan begitu, saya tahu anda telah mempersiapkan segalanya. Tapi tetap saja nyawa anda sangat berharga tuan, jadi saya hanya takut"
"diamlah!" sentaknya sedikit menggeram.
Jonathan menutup mulutnya dengan tangan, takut juga lama-lama saat ditatap tajam seperti itu.
Setelah sampai dikapal pesiar, Darren disambut oleh sipemilik pesta.
"selamat datang tuan Keith" sapa seorang pria paruh baya itu pada Darren. Pria itu adalah pemilik pesta mewah ini tuan Albert.
Darren hanya mengangguk saja. Tak ada senyum ramah atau sejenisnya. Dia memang dikenal sebagai pria dingin yang irit bicara saat bertemu dengan siapapun.
Pria tampan itu melirik kesekeliling, jika dilihat banyak sekali keamanan disana. Tempat tersebut dijaga dengan sangat ketat.
Mereka mengobrol sebentar meski Darren hanya menjawabnya asal dan tidak terlalu ia perhatikan.
"oh hay.. Alice" sapa tuan Albert pada seorang gadis yang baru saja tiba.
"senang bertemu dengan anda tuan" ucap Alice dengan sopan, jangan lupakan senyum cantiknya merekah saat menyadari ada seseorang disisi tuan Albert.
"bukankah kalian saling kenal tuan? aku melihat gosip kalian berdua loh" ujar tuan Albert menggoda Darren.
"maaf, tapi saya tidak mengenalnya"
"pffftt" Jonathan hampir saja keceplosan tertawa saat melihat gadis yang tadi tersenyum centil pada Darren terkejut akan reaksi masa bodo Darren. Wajahnya langsung muram dan kecewa.
"Jo.. aku lelah"
Tuan Albert terkesiap, walau bagaimanapun Darren adalah salah satu tamu terhormatnya "oh.. hey kau" panggil tuan Albert pada salah satu anak buahnya "antarkan tuan Darren kekamarnya"
Darren melangkah pergi terlebih dahulu, dia terlalu malas melihat gadis yang akhir-akhir ini membuatnya kesal akibat berita yang beredar diluaran sana.
Jonathan melirik Alice sekilas dan menatapnya dengan pandangan mencemooh"kau tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan nona Karren" batinnya menilai.
Darren dan Jonathan diantar menuju kamar yang sudah disediakan untuk mereka. Darren masuk kedalam kamar dengan dua orang penjaga yang stay menjaga pintu.
***
__ADS_1
tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar saat Darren sudah cukup lama didalam kamar untuk beristirahat, dia juga sudah bersiap menuju pesta.
Darren yang sudah selesai memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Jonathan menoleh kearah pintu.
"tuan, saya membawakan sesuatu untuk anda"
"masuklah!"
Jonathan masuk sembari membawa sesuatu diatas nampan. Dia menyerahkan benda tersebut pada Darren.
Alis Darren menyernyit, dia mendongak meminta penjelasan pada asistennya itu.
"anda diharuskan mengenakan ini saat masuk kedalam pesta"
"topeng?" tanya Darren sembari menatap topeng tersebut.
Jonathan mengangguk "ya.. pesta malam ini memang bertemakan topeng. Klien kita sengaja mengadakan pesta seperti ini agar kita bisa bebas dan tidak perlu risau dikenali"
Darren mengangguk "menarik" gumamnya sembari menyeringai. Hal itu membuat Jonathan bergidik melihat ekspresi tuannya yang begitu mengerikan.
Darren mengambil topeng tersebut, memperhatikan dengan seksama bentuknya. Dia juga mencium benda tersebut. Bukan tanpa sebab ia melakukan hal itu, ia hanya memastikan jika tak ada sesuatu yang mencurigakan ditopeng yang akan ia kenakan nanti.
Setelah diperiksa dan Darren merasa aman, dia mengenakan topeng tersebut "ayo pergi bersenang-senang" ujarnya sembari menyeringai kembali. Dia benar-benar merasa penasaran akan apa yang akan dia dapat nanti saat dipesta.
"baik tuan"
Didalam situasi seperti ini Kristoffer dipercaya untuk menjaga Darren. Dia memantau dari jarak yang aman.
Darren berjalan dengan tegak dan penuh percaya diri. Tubuhnya yang tinggi dan proposional serta ketampanan yang diatas rata-rata itu tak bisa memudar meski ia mengenakan topeng yang menutupi wajah bagaian atasnya.
Aura pria ini memang benar-benar luar biasa.
Saat Darren memasuki area pestapun kedatangannya menyita banyak perhatian.
Suasana pesta sengaja dibuat redup, suara musik menggema untuk menghibur para tamu.
Darren memperhatikan sekeliling, beberapa wanita yang mencoba mendekati Darren terpaksa mundur saat melihat tatapan tajam dari dua anak buah Darren yang memang ditugaskan dekat dengan Darren, menjaga tuannya itu dari jarak dekat.
"ehem.."
Darren menoleh kesumber suara, alisnya menyernyit melihat siapa yang berdehem. Lalu ia menghela nafasnya lelah saat menyadari siapa pria dibalik topeng itu "usir dia! aku tidak mengenalnya"
"hey hey hey.. Lepaskan sialan! Darren.. ini aku, sahabat yang paling kau cintai" ucap pria yang langsung diseret oleh anak buah Darren.
Darren mendengus mendengar ucapan pria tersebut.
"Lihatlah Ren.. Aku Edgar" ujarnya sembari melepas topeng yang ia kenakan.
Darren menghela nafasnya panjang, dia mengangkat tangan agar anak buahnya melepaskan pria yang mengaku bernama Edgar itu.
__ADS_1
"ishh.." dengus Edgar sembari mengusap baju yang ia kenakan. Lalu ia mendekati Darren. "hey my bro.."
Darren segera menahan tubuh Edgar yang hampir memeluknya itu "jangan coba-coba!"
"hehehe.. kau itu selalu begitu. Padahal kita sudah lama tidak bertemu loh. Apa kau tidak merindukan sahabatmu ini?" tanyanya sembari menaik turunkan alisnya meski sebenarnya Darren tak dapat melihat karena Edgar sudah mengenakan topengnya lagi.
"tidak!"
"ish.. menyebalkan sekali kau!" gerutu Edgar terdengar kesal. "kudengar kau berkencan dengan seorang gadis? kukira kau tak menyukai wanita" sabungnya, dia sudah terlihat sumringah padahal tadi sedang kesal. Dia mendekat kearah wajah Darren.
Tuing
Darren menonyor kepala Edgar agar menjauh darinya.
"apa gosip itu benar?"
"kau rasa?"
Edgar berfikir sejenak "sepertinya bukan, kalaupun benar kau tak anak mempublikasikan gadismu"
"Pintar"
Edgar tersenyum senang "tentu saja aku pintar, lalu apa kau belum berminat pada seorang gadis? apa mau kukenalkan pada teman-temanku?"
"enyah kau!" mendorong tubuh Edgar menjauh.
"baiklah baiklah, aku tak akan membahas hal itu lagi" ucap Edgar saat melihat anak buah Darren mulai mendekat.
tak tak tak
Musik yang tadi menggema berhenti sejenak sehingga terdengar suara sepatu heels yang mengetuk lantai.
Hal itu membuat Darren dan Edgar menoleh kesumber suara, begitupun beberapa orang yang dekat dengan pintu masuk.
"wooooow" mata Edgar melotot melihat seorang gadis yang berjalan masuk kearea pesta, dengan menggandeng lengan seorang lelaki disisinya.
Tubuhnya yang langsing dan tinggi dibalut dress pres body dan belahan disisi kiri sampai kepaha membuatnya terlihat sexy, lekukan tubuhnya yang indah tercetak jelas sekali. Dress hitam itu sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu itu.
Topeng yang dipakainya membuat siapapun tak dapat melihat keindahan yang ada dibalik topeng itu dengan sempurna.
"Ren Ren Ren lihatlah gadis itu.." ucap Edgar dengan antusias, dia menoleh kearah sahabatnya itu. "eh--"
"pfffttt hahahaha.." tawa Edgar pecah saat melihat Darren menatap gadis itu dengan pandangan yang menurutnya lucu. Matanya membesar seolah kaget "oi.. sadar Ren.." ucap Edgar sembari menepuk-nepuk bahu Darren.
Darren yang tadi sempat terkesiap dan kaget tersadar dari keterkejutannya.
"dia cantik dan sexy kan?" tanya Edgar sembari terkikik, ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya itu sampai segitunya melihat seorang wanita.
"hey.. mau kemana kau Ren?!" pekik Edgar saat melihat sahabatnya itu pergi begitu saja "aneh sekali" gumamnya lalu ia memilih mengikuti Darren,karena dia penasaran.
**
__ADS_1
Ada yang tahu siapa wanita itu?