QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
pantai


__ADS_3

Setelah makan siang bersama. Darren benar-benar membawa kabur Queen dari mansion utama. Darren merasa tidak leluasa untuk bergerak karena calon mertuanya itu selalu mengikuti kemana dia membawa Queen. Pria paruh baya itu baru menyerah setelah mom Valey bertindak.


Dan disinilah mereka sekarang. Ditepi pantai Darren memarkirkan mobilnya. Cuacanya cukup panas tapi karena dipantai semilir angin lumayan kencang membuatnya tidak terasa panas sama sekali.


Queen tersenyum melihat laut yang membentang dihadapannya. Dia membuka saltbelt yang dia gunakan dengan segera. Wajahnya ceria sekali melihat pemandangan indah didepan sana.


"kau mau kemana?" tanya Darren saat melihat Queen sudah bersiap membuka pintu.


"aku mau keluar dan berenang" ucap nya dengan wajah yang polos.


Darren menarik tangan Queen sehingga dia masuk kedalam pelukannya.


Queen terdiam, dia ngeblank jika Darren melakukan hal tidak terduga seperti ini, Queen merasa bingung.


"aku sangat merindukanmu" ucapnya pelan, dia membenamkan wajahnya dileher jenjang gadisnya.


Queen memejamkan matanya. Dia menikmati pelukan hangat Darren. Mencium aroma menenangkan dari parfum yang Darren gunakan. Rasanya sangat nyaman sekali saat Queen dapat menghirup aroma maskulin dari Darren.


Darren melepaskan pelukannya. Lalu tangannya terulur untuk memegang tengkuk leher Queen. Dengan cepat dia menempelkan bibirnya kebibir Queen, Darren kemudian me-lu-mat bibir manis gadisnya dengan lembut.


Queen yang awalnya terkejut kemudian memejamkan matanya. Dia tidak berani membuka matanya. Queen merasa tremor jika Darren melakukan hal seperti ini.


Lu-mat-an yang semula kecil semakin intens. Darren semakin mengeksplor mulut kekasihnya.


Queen yang merasa nafasnya habis mendorong dada bidang Darren sehingga ciuman itu terlepas "sudah cukup"


Darren tidak mendengarkan Queen, setelah melihat Queen sudah bernafas dengan normal Darren kembali mencium bibir tersebut dengan buas.


tok tok tok


Queen terkesiap saat mendengar seseorang mengetuk jendela mobil. Dia mendorong tubuh Darren menjauh tapi tidak berhasil. Darren masih saja menikmati ciuman tersebut.


Mata Darren terbelalak saat merasa ada yang mengalir, dia melepaskan tautan bibir tersebut "aisshh.. kamu ganas sekali" ucapnya. Dia mengusap bibirnya yang baru saja digigit oleh Queen sehingga membuatnya terluka dan mengeluarkan darah.


Queen mengusap bibirnya, lalu menoleh kearah jendela. Matanya terbelalak melihat siapa yang ada disana.


Dengan segera Queen membuka pintu mobil "uncle Jack" ucap Queen. Ternyata yang mengetuk jendela mobil adalah Jacky. Pria paruh baya yang dulu adalah pengawal pribadi mom nya. "ada apa?" ucapnya lalu keluar dari dalam mobil.


Jacky tampak melirik Darren yang ada didalam mobil. Pria itu tampak menyandarkan tubuhnya disandaran jok mobil.


Tadi dia yang memang diperintahkan untuk menjaga nona mudanya merasa gelisah saat nona mudanya tak kunjung keluar dari mobil. Jacky takut jika Darren berbuat hal mesum pada nona mudanya ini.


Walau bagaimanapun Jacky melihat Queen dari bayi. Dia tidak rela jika ada pria yang berbuat asusila padanya.


"apa anda membutuhkan sesuatu nona? saya diperintahkan oleh tuan besar untuk menjaga anda" ucap Jacky menekan. Dia menyindir Darren agar tidak berbuat macam-macam karena ada pengawal yang sigap menjaga nona muda nya.


Darren yang mendengar hal itu mendengus. Dia keluar dari mobil lalu berdiri disisi Queen. "ayo sayang, kita kepinggir pantai" ucapnya sembari menatap tajam Jacky. Dia menarik tangan Queen menjauhi pengawal yang disediakan oleh tuan Arsenio.


"uncle.. tolong dari jauh"

__ADS_1


Jacky mengangguk saat mendengar perintah dari Queen.


Queen dan Darren bergandengan tangan sembari berjalan diatas pasir. Mereka menikmati kebersamaan ini dengan hati berbunga.


Darren menoleh kearah kekasih yang sekarang sudah sah menjadi tunangannya itu. Queen telah berganti pakaian santai dan mencepol rambutnya keatas dengan asal-asalan. Queen terlihat sangat manis sekali. "sayang"


Queen menoleh dan mendongak sedikit "kenapa?"


"kamu mau mengadakan pesta?" tanya Darren.


Queen menggeleng "buat apa?"


"siapa tahu kamu mau mengumumkan hubungan kita" ucapnya terdengar penuh harap.


Queen tergelak "buat apa tuan? semua orang tidak ada yang mengenalku. Meski aku sudah terjun diperusahaan tapi dad belum sekalipun mengenalkan ku pada publik. Kamu tahu kan jika hidup di dunia bisnis banyak yang mengincar nyawa keluarga?"


Darren mengangguk paham. Dulu dad nya juga melakukan hal yang sama "tapi keluarga kita?"


Queen terdiam. Benar apa yang Darren ucapkan. Jika mereka memiliki keluarga "kita pikirkan nanti saja"


Darren mengangguk.


"apa aku boleh berenang?" tanya Queen. Tapi dengan cepat Darren menggeleng.


"kita tidak bawa ganti kan?"


Pada akhirnya mereka berdua menikmati kebersamaan ini dengan santai. Dan sekarang keduanya sedang meminum air kelapa muda.


"tuan"


"jangan memanggilku tuan!"


"aish.. baiklah. sayang kapan kamu pulang?"


Alis Darren menyernyit mendengar ucapan Queen "memangnya kenapa? apa kamu sudah bosan melihatku?"


Queen tergelak " mana mungkin, aku sangat bahagia kamu ada disini. Tapi bukankah kamu bekerja?"


"aku akan menghandle nya dari sini"


Queen mengangguk, dia menyandarkan kepalanya di bahu Darren. Lalu mereka mengobrol banyak hal.


Setelah cukup lama disana. Darren membawa Queen kembali kemobil. Dia hendak mengantarnya pulang.


Setelah mobil sampai dijalan raya. Queen melirik kaca spion. Ada beberapa mobil yang mengikuti mereka. Sejujurnya sejak dia pergi dengan Darren, Queen merasa ada yang mengikuti mereka selain Jacky dan yang lainnya.


Kepekaan Queen memang tidak perlu diragukan lagi "akan kutanyakan pada uncle Jack nanti" batinnya berujar.


"sayang ? ada apa?" tanya Darren saat melihat Queen hanya diam.

__ADS_1


Queen menggeleng "tidak papa" ucapnya sembari tersenyum kearah Darren.


Setelah sampai Darren tidak masuk kedalam mansion, dia hanya mengantar Queen saja.


**


Queen yang hendak berjalan masuk kedalam mansion melihat adik bungsunya yang tengah duduk disisi mansion. Dia tengah fokus pada leptopnya. Gadis itu merasa penasaran sehingga mendekati Gerrell.


Lalu tanpa sengaja Queen melihat apa yang sedang Gerrell baca saat ini. Alisnya menyernyit melihat apa yang tengah Gerrell baca "kenapa kamu membaca tentang kelompok mafia Paris Rel?"


Gerrell terkesiap kaget saat mendengar ucapan sang kakak "kakak mengangetkan ku saja" ujar Gerrell sembari mengusap dadanya. Dia yang sedang fokus membaca bebar-benar terkejut.


"apa yang kau baca?" Queen duduk disisi Gerrell.


"kakak tahu gangster black hold? gangster yang kakak bilang sulit ditembus keamanannya kan?" tanya Gerrell.


Queen mengangguk.


"kak, aku sedang menyelidiki Black Hold bersama dengan uncle Bastian dan uncle Tama"


"kenapa?"


Gerrell menatap mata kakaknya. Dia berubah menjadi serius "kak, aku sudah mengatakan kan jika aku berhasil menembus keamanan mereka?"


"oh benar. katanya kau sudah berhasil mana hasilnya?" tanya Queen dengan senang. Dia sampai melupakan hal ini setelah beberapa hari terkurung diperusahaan.


"Setelah mengetahui semuanya, aku menyelidikinya dengan serius dibantu oleh uncle" Gerrell menjeda ucapannya "perlu aku katakan, jika Black Hold sedang dalam keadaan panas"


"wah seru nih. panas kenapa Rel?"


"ada seseorang yang menentang ketua mereka"


"benarkah? untung saja kelompok kita tidak ada yang memberontak" ujar Queen masih bisa santai.


"kau tahu siapa pemimpin Black Hold?"


Queen menggeleng "tentu saja tidak. Aku kan memang tidak bisa menembus keamanan mereka. Kau tahu Rel, kakak bangga sekali kau bisa menemukan orang itu"


"aku sebenarnya dibantu uncle Bastian"


"sudah kakak duga" ujar Queen ketus. Dia mencubit pipi Gerrell.


"aw... sakit kak! kakak nggak mau tahu siapa orangnya?"


"tentu saja aku ingin tahu, siapa Rel?"


Gerrell mendekatkan mulutnya ke telinga Queen. Dan setelah Queen mendengarkan bisikan Gerrell, Queen membelalakan matanya "apa yang kau ucapkan?!" pekiknya kencang sekali.


Queen sungguh tak menyangka dan shok mendengar fakta yang menurutnya begitu mencengangkan.

__ADS_1


__ADS_2