QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
39. Nanda


__ADS_3

"Aku mau tinggal di sini aja, Ken."


Mata Kenan, Rere dan Adi membulat. Ketiga orang itu jelas terkejut dengan apa yang di ucapkan Queen, mereka saling pandang lalu kembali memfokuskan pandangannya pada Queen.


"Balik aja sama aku ke Apartmen,"bujuk Kenan sambil memegang lengan Queen.


Queen menghela nafasnya, dia menatap Rere yang juga sedang menatapnya. Queen sudah nyaman jika berada di dekat Rere, dia seperti merasa mempunyai seorang Kakak.


"Ken aku pengen tinggal di sini aja sama Teh Rere,"ucapnya sambil menatap Kenan dengan pandangan memohon.


"Gak ngerepotin Teh?"tanya Kenan dengan kening mengerut.


"Gak kok Ke–"


"Tuh kan! Lagian aku bakal ngontrak di kontrakan sebelah kok, kebetulan lagi kosong. Iya kan Teh, A?"


Mata Kenan membulat, mengontrak katanya? Bukan apa-apa, Kenan hanya khawatir pada gadis ini. Jujur, dia sangat ingin jika Queen kembali kepada Apartmen lagi bersamanya.


"Lo jadi mau ngontrak, Queen?"tanya Adi dengan kedua halis yang terangkat.


Queen mengangguk. Dia, Rere dan Adi memang sudah membicarakan tentang hal ini. Awalnya sih Rere keberatan jika Queen mengontrak di samping rumahnya, dia ingin Queen tinggal bersamanya saja. Tapi sepertinya Queen tidak enak jika terus menumpang pada Rere.


"Kalau gitu biar gue aja yang urus semuanya, jamin beres. Lo tinggal nempatin aja deh nanti,"ucap Adi kalem.


"Makasih ya A, nanti uangnya aku kasih buat nyewa kontrakan itu."


"Queen biar aku aja yang bayarin kontrakannya,"sahut Kenan pelan.


Queen tersenyum, dia menatap Kenan yang juga sedang menatapnya. Kenan sudah banyak membantu dan cowok itu juga sudah banyak mengorbankan segala-galanya demi membuat Queen bahagia.


"Aku yang mau ngontraknya Ken, jadi aku yang bayar lah."


"Kamu punya uang?"tanya Kenan dengan kening mengerut.


Queen mengangguk pelan, bibirnya dia miringkan ke kanan. Kemarin ada pesan dari Om Tio–orang kepercayaan Papanya, Om Tio memberitahu bahwa uang bulanan yang di berikan oleh David telah masuk ke rekeningnya.


"Om Tio udah kirim uang,"jawabnya yang membuat kening Kenan mengernyit.


"Siapa?"


"Orang kepercayaan Papa,"jawabnya santai.


Kenan mengangguk-anggukan kepalanya, dalam hati dia terus bertanya kenapa bukan David saja yang mengirimkan uang itu kepada anaknya? Kenapa harus lewat orang kepercayaannya.


"Kalau kurang bilang sama aku,"pesannya yang di abaikan oleh Queen.

__ADS_1


"Kurang gimana sih? Bahkan ya Ken, tu uang bulanan bisa beli rumah yang lumayan besar,"sahut Rere sambil melirik sekilas ke arah Queen yang sibuk memakan bubur.


Kenan tidak heran sih, jelas Papa Queen itu sosok orang tajir melintir yang usahanya masih betah menempati posisi teratas.


Adi berdiri dari posisi duduknya, laki-laki itu menepuk puncak kepala Rere lalu mengecupnya secepat kilat. Dia tersenyum tengil pada Kenan yang menatapnya iri sedangkan Queen masih sibuk dengan buburnya.


"Gue mau ngurus dulu kontrakan yang bakal di sewa Queen,"ucapnya lalu pergi keluar rumah.


"Yakin cuma sahabat doang?"tanya Kenan pada Rere.


Rere mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Sahabat doang kok."


Kenan menaikan satu alisnya, lalu dia merangkul bahu Queen yang berada di sebelahnya. Rere yang melihat itu pun melenggang pergi ke kamar.


"Besok masih harus istirahat ya,"ucapnya lembut.


Kenan mendongak, menatap Kenan yang masih betah menatapnya. Gadis itu terpesona ketika melihat raut wajah Kenan yang sangat mempesona, rambut pirangnya berantakan dan seragam sekolahnya pun sudah tak karuan.


"Besok aku harus sekolah, minggu depan udah UAS."


Kenan menghela nafas, Queen masih keras kepala.


Queen tersenyum, dia mengangguk dengan cepat dan itu membuat Kenan gemas hingga mencubit pipi Queen.


...||||...


Gadis cantik itu menatap bangunan-bangunan megah di kota bunga sakura ini dalam diam. Angin malam membuat rambut hitam panjangnya berterbangan.


"Jangan ngelamun, kesambet aku juga nanti yang repot!"


Matanya terpejam kesal, lalu dia menengokan wajahnya ke samping guna bisa melihat sosok yang telah membuatnya tersentak kaget.


"Gara ih! Aku kaget,"serunya sambil melepaskan tangan Gara yang melingkar di pinggangnya.


Cowok jangkung nan tampan bernama Gara itu terkekeh pelan, dia merangkul bahu gadis cantik itu dengan mesra.


"Bentar lagi kita pulang ke Indonesia, sayang. Gak kerasa ya?"


Gadis itu tersenyum, dia melingkarkan tangannya di perut Gara. Kepalanya dia sandarkan di dada bidang cowok itu, suasana balkon kamar gadis itu yang sunyi membuatnya nyaman.


"Aku sedih,"ucapnya manja.


Gara menundukan wajahnya guna bisa melihat ekspresi kekasihnya, ternyata benar, gadis itu tengah mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Why you sad, huh?"


"Kalau kita pulang ke Indonesia nanti, kita bakal jarang ketemu. Sekolah kita beda, pastinya kita sibuk sama urusan masing-masing. Aku gak mau kayak gitu Gara, aku pengennya kayak gini terus. Kita bebas buat ketemuan kapan aja di sini, bisa jalan setiap hari."


Gara terkekeh geli, dia mencubit hidung kekasihnya dengan gemas hingga membuat gadis itu meronta-ronta minta di lepaskan.


"Nanda Jelina Erata yang cantik tapi cantikan ak–aw sakit ****!"


Gara meringis sambil memegangi perutnya yang terkena cubitan maut dari Nanda–kekasihnya, cowok itu terduduk di lantai balkon dengan tangan yang tak lepas untuk mengelus perutnya.


"Suruh siapa ngomong yang kayak begitu, geli tau gak? Ih pacar siapa sih kamu?"tanya Nanda sewot.


Gara mendongak, dia tersenyum manis kala melihat ekspresi kesal Nanda yang menurutnya sangatlah lucu dan menggemaskan.


"I love you!"


"Kan mulai aneh deh,"ucap Nanda sambil bersiap melangkah masuk ke dalam kamar tapi tangan Gara mencekalnya.


"Duduk di samping aku,"suruh Gara yang membuat Nanda duduk di sebelah cowok itu.


Gara terdiam, kembali merangkul Nanda dengan mesra.


"Aku bakal jemput dan antar pulang kamu sekolah nanti kok, kita juga bakal sering main atau jalan-jalan. Aku juga bakal main ke rumah kamu, gak adil kan kalau orang tua aku udah tau kamu dan orang tua kamu belum tau aku?"


Nanda mengangguk, dia menatap kekasihnya dengan intens. Dia baru sadar bahwa Gara sangat tampan dan manis, cowok itu memiliki daya tarik tersendiri hingga membuat Nanda tertarik dan berakhir jatuh cinta pada Gara.


"I love you too."


Gara terdiam, keningnya sedikit mengerut. Tanpa terasa wajah Gara semakin mendekat pada wajah Nanda, saat sudah berjarak bebera inchi akhirnya Gara menyeringai.


"Kan? Sekarang kamu yang aneh."


"IH, NYEBELIN BANGET SIH!"


Gara tertawa, matanya memperhatikan wajah sebal Nanda yang terlihat lucu di matanya.


"Nanti kalau udah pulang ke Indo, aku mau kenalan sama temen cowok kamu. Siapa namanya? Aku lupa,"celoteh Gara dengan kening mengerut.


"Kenan?"


Gara mengangguk. "Hm, bener. Kenan. Aku mau kenalan sama dia."


...||||...


Pasangan uwu setelah Kenan dan Queen🌚

__ADS_1


__ADS_2