QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
saling terbuka


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang Queen dan Darren bicarakan, selepas mereka berbincang ditaman. Queen mengajak Darren kesebuah tempat.


Mereka tengah dalam perjalanan menuju tempat dimana Queen akan mengungkapkan identitas yang selama ini ia rahasiakan.


Dengan mengendarai mobil, Darren dan Queen tidak terlibat obrolan sama sekali. Mereka diam dengan pikirannya masing-masing.


Alis Darren menyernyit setelah menyadari jika mereka datang ketempat dimana ia pernah datangi.


Sebuah mansion besar yang dulu pernah ia tinggali beberapa waktu ketika dia diobati oleh keluarga Queen akibat ia yang dipukuli oleh Arsen. Ketika ketahuan tengah tidur berdua dengan Queen.


"ayo" ajak Queen ketika melihat Darren hanya diam berdiri didepan mansion. Memperhatikan tempat tersebut.


"kenapa kemari?"


"kamu mengenal tempat ini?" tanya Queen dan dijawab anggukan kepala oleh Darren.


"ini tempat dimana aku diobati setelah aku dipukuli oleh dadmu. untuk apa kita kemari?"


Queen mengangguk, karena apa yang Darren ucapkan benar adanya "kamu akan tahu setelah masuk"


Darren mengangguk, ia mengikuti Queen yang berjalan terlebih dahulu. Darren berjalan dengan sedikit cepat lalu menarik tangan Queen. Ia genggam tangan lembut milik gadisnya ini.


Queen yang tadi awalnya terkejut memilih acuh, dia tidak keberatan jika Darren menggandeng tangannya.


"sebenarnya ini tempat apa?"


Queen menoleh dan sedikit mendongak "kamu tidak lihat jika ini adalah sebuah mansion?"


Darren berdecak, jika itu sih dia tahu. Tapi ia hanya penasaran mengenai tempat ini. awalnya saat ia berada disana hanya sedikit orang yang ada. Tapi kali ini banyak sekali. Dan dapat Darren ketahui jika orang-orang dengan tampang sangar tersebut terlihat terlatih dan kuat.


Mereka semua menunduk hormat ketika Queen berjalan melewati "jangan bilang jika ini adalah salah satu markas milik Queen" batinnya mulai menerka keadaan.


Queen membawa Darren menuju lantai dua, lalu ia menarik pria tampan ini menuju balkon. Darren yang berdiri disisi Queen dapat melihat dari sana orang-orang yang tengah berlatih dihalaman belakang, atau lebih tempatnya seperti lapangan karena sangat luas sekali. Darren bahkan melihat satu helicopter yang terparkir disana juga.


"kamu sudah bisa menebak tempat apa ini?"


Darren mengangguk, saat ia tengah dirawat dimansion, Darren tidak sempat berkeliling karena dijaga dengan ketat, dan lagi setelah sembuh Darren dipukul oleh seseorang sampai ia sadar telah berada dimansion miliknya sendiri. "sebuah markas?"


Queen menoleh sembari menyeringai "benar"


"aku sudah menduganya. jadi.. dari kelompok apa kamu Queen?" langsung to the poin. Sembari menatap wajah cantik Queen yang tengah menghadap kedepan.


Terdengar gelak kecil dari Queen, lalu ia menoleh kesamping "kamu sepertinya sangat penasaran?"


"tentu saja"


"apa kamu tidak keberatan menjadikan ku istrimu ketika melihatku yang memiliki latar belakang seperti ini? aku orang jahat dan tidak berperasaan"


Darren menatap dalam mata Queen "aku akan menerimanya" ucapnya sungguh-sungguh.


Queen kembali menatap kedepan "ada konsekuensi ketika aku menceritakan latar belakang diriku Darren. Kamu tahu itu kan?"


Darren masih menatap wajah Queen, jelas Darren tahu jika konsekuensi yang dapat ia terima adalah nyawanya. Karena ini berhubungan dengan kelompok gengster. Apalagi yang Darren tahu Queen adalah salah satu orang yang berkuasa di kelompok ini.

__ADS_1


Setelah orang luar mengetahui identitas Queen, nyawanya harus segera melayang agar tak membocorkan informasi ini. Tapi.. Darren memang tak akan membocorkan informasi ini karena Queen adalah wanita yang ia cintai. dia tidak akan berkhianat.


"aku akan mengikutimu"


"mengikutiku? heh.. kamu sedang membual ya?"


"aku serius Queen! aku akan menjadikanmu sekutuku"


Queen kembali menoleh, menatap mata Darren yang terlihat serius ketika berbicara "sekutu?"


Darren terdiam "ia" ucapnya setelah sekian lama terdiam.


"sekutu bagaimana? aku tidak paham akan apa yang sedang kamu ucapkan" pancing Queen, sejujurnya ia hanya memancing agar Darren mau bercerita juga, bagaimanapun Queen telah mengetahui jika Darren juga sekarang adalah ketua sebuah kelompok mafia dari informasi yang Gerrell dan uncle Bastian dapatkan.


Darren menghela nafasnya panjang mendengar ucapan ambigu Queen. Sebenarnya ia juga akan menceritakan segalanya nanti. Sehingga diantara mereka sudah tidak ada lagi rahasia.


Sehingga kedepannya mereka tidak akan saling salah paham.


"huh.. baiklah.. aku akan menceritakan jati diriku terlebih dahulu. Nanti setelahnya kau yang bercerita"


"aku tidak janji" ucap Queen terdengar acuh.


"Queen!!" ucap Darren dengan nada suara rendah. Dia menatap tajam gadisnya.


Queen tergelak dan mengangguk "baiklah.. aku akan mendengarkan mu terlebih dahulu"


Darren menghela nafasnya panjang, lalu ia mulai menceritakan segalanya. Tentang dirinya yang menjadi ketua sebuah organisasi dunia bawah. Black hold. Dia menceritakan jika dirinya sudah mengikuti dari sebelum ia sukses. Saat perusahaannya tengah kolaps dan bangkrut.


Tanpa Darren duga jika kakeknya adalah ketua dari black hold. Sebuah organisasi dunia bawah yang melegenda. Kekuatan dan kekuasaan nya sudah tidak diragukan lagi. Dan kelompok ini sangat terkenal dinegara Paris.


Queen menunduk, gadis ini juga pernah mendengar kelompok ini dulu ketika masih kecil. Queen mendengar saat dad dan uncle-uncle nya tengah membicarakan kelompok ini. Tanpa ia duga sekarang ia malah berhubungan langsung dengan kelompok ini.


Bahkan memiliki hubungan spesial dengan ketua berikutnya. Yaitu Darren.


Queen sedikit terkesiap saat Darren menarik dagunya keatas. Mata mereka kembali bersitatap "apa yang kamu pikirkan?" tanya Darren.


Queen menggeleng dan tersenyum "tidak ada"


cuuup


Queen memejamkan matanya saat Darren tiba-tiba saja mengecup bibirnya sekilas "sekarang giliran mu sayang"


krep krep


Queen mengedipkan matanya beberapa kali setelah dikecup oleh Darren, dia memukul lengannya setelah tersadar dari keterkejutan nya. "jangan menciumku"


"kenapa?"


Queen menunjuk kedepan, dimana ada beberapa orang yang tengah memperhatikan mereka dari bawah "mereka akan melaporkanmu pada dad"


"aku tidak takut! lagian aku juga berani menciummu didepan dadmu yang sangat posesif itu!"


"kamu cari mati ya?"

__ADS_1


"heh.. aku tidak akan mati"


Alis Queen menyernyit dan bibirnya maju beberapa senti.


"kenapa ekspresi Mu seperti itu Queen? aku jadi ingin menciummu lagi kan?"


dug


Queen memukul dada Darren "kamu sangat percaya diri sekali"


Darren tergelak mendengar reaksi Queen yang mengatai dirinya "aku hanya berbicara fakta sayang. Dad mu tidak akan menyakitiku karena tahu puterinya yang ia sayangi begitu mencintaiku"


Queen memutar bola matanya jengah. Tapi dari apa yang Darren ucapkan memang benar adanya. Dia sangat mencintai Darren. "narsis"


Darren lagi-lagi tergelak lalu mengacak rambut Queen dengan gemas. Lalu setelah itu mencubit pipi Queen juga.


"hey.. sakit tahu"


"aku sangat mencintaimu Queen. Ayo menikah" kembali merengek mengajak gadisnya menikah. Darren selalu tidak tahan saat melihat Queen yang begitu menggemaskan. Ingin ia makan rasanya.


"ck.. kau pikir menikah itu seperti menceplok telur apa! ini masalah yang harus dipersiapkan dengan matang, dan butuh waktu yang lama" gerutu Queen.


"kalau kamu mau besok, aku akan menyiapkan segalanya sekarang" ucap Darren serius. Karena ia bisa merealisasikan apa yang ia ucapkan. Dengan hanya menjentikkan jarinya keinginannya akan terwujud. Dan Queen tahu akan hal itu.


"aish.. lupakan. sekarang aku akan mengatakan rahasiaku"


Darren mengangguk dan menatap wajah Queen, terlihat antusias. "jadi.. kamu dari kelompok mana?"


Queen menghela nafasnya panjang "Tiger White"


"what?!" pekik Darren menggema "coba kamu mengatakannya sekali lagi"


"aku adalah bagian dari kelompok Tiger White" ucapnya dengan malas, dia tahu sekali jika Darren sebenarnya mendengar, hanya mau memastikan saja.


Darren terdiam. Pria tampan ini tidak menyangka jika Queen berasal dari kelompok ini. Darren mengetahui jika Tiger White adalah kelompok mafia yang sangat besar. Dengan jutahan pengikut. Bahkan menguasai beberapa dunia bawah negara-negara besar lainnya.


Menurut kakeknya, ia sebelumnya pernah ingin bersekutu dengan kelompok ini, akan tetapi sampai sekarang ia kesulitan untuk mengetahui identitas ketua mereka.


Dengan memijat pelipisnya, ia melirik Queen sekilas.


"kenapa? kamu tampak shok?"


Darren menghela nafasnya panjang "bagaimana aku tidak shok Queen. Bahkan sekarang jantungku berdebar setelah kamu mengatakan jika kamu itu adalah.." ucapnya menggantung. Sungguh Darren sangat terkejut mendengar fakta ini.


"heeh.. kamu tidak menyangka kan jika kekasihmu ini sangat hebat? aku adalah the next leader Tiger White" ucapnya sembari menyeringai.


Darren melihat aura kuat setelah Queen mengatakan hal itu. Aura yang begitu mengintimidasi.


pftttt


Queen hampir saja tertawa melihat raut wajah Darren yang membeku "jangan takut sayang. Aku jinak kok hehehe"


Darren menghela nafasnya panjang, tadi sekilas Darren merasa Queen sangat kuat, tapi setelah itu Queen tersenyum jenaka seperti itu. Membuatnya merasa jika kepribadian Queen sulit untuk ia tebak.

__ADS_1


Jadi tebakannya selama ini benar ketika beberapa kali melihat aura kuat dan mengintimidasi dari Queen, bahwa gadis ini sangat tangguh dan kuat layaknya seorang pemimpin.


__ADS_2