
"Karren"
Queen menoleh kesumber suara saat seseorang memanggil namanya.
Begitupun dengan mom Emily, ia menatap seorang pemuda yang tengah berjalan berjalan mendekat kearah mereka duduk.
Pemuda tersebut berdiri dihadapan Queen. Memperhatikan wajah cantik Queen dengan pandangan lembut. "apa kabar?" tanyanya dengan suara yang tenang.
Queen yang ditanyai oleh pemuda tersebut menyernyitkan keningnya karena merasa bingung. Memindai wajah tampan pemuda yang bertanya padanya.
Mom Emily menatap kedua orang tersebut, mereka masih saling tatap. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini, mom Emily tak tahu arti tatapan tersebut.
"siapa dia? tatapan macam apa itu?" batin mom Emily yang bertanya-tanya saat melihat tatapan pemuda itu yang semakin melembut menatap mata Queen. Mom Emily dapat melihat arti tatapan tersebut seperti ada kerinduan disana. Tapi kenapa pemuda ini rindu pada calon menantunya?
Mom Emily beralih menatap wajah Queen. Wajahnya tampak menyernyit seperti bingung dengan keadaan yang saat ini terjadi "jangan-jangan mereka--"
"siapa kau?"
gedubrak...
Mom Emily dan pemuda itu hampir terjengkang mendengar pertanyaan Queen. Apalagi gadis tersebut bertanya dengan wajah yang sangat polos pula.
Padahal mom Emily tengah menerka ada hubungan apa mereka berdua. Eh.. gadis ini malah tidak mengenalnya. Sungguh aneh sekali.
Queen menggaruk rambutnya yang tak gatal "maaf ya. Aku benar-benar lupa" ujarnya merasa bersalah, lalu ia berdiri dan berhadapan dengan pemuda tersebut. Memindai wajah pemuda itu dengan begitu intens. "apa kita saling kenal?"
Pemuda tersebut menghela nafasnya lelah "aku Bara"
"Bara?" Queen mengingat-ingat nama tersebut. Tapi dia masih ngeblank. Belum teringat. Mungkin karena pemuda ini tidak terlalu penting baginya sehingga ia melupakan nya begitu saja. Akan tetapi wajah Bara sangat familiar.
"teman sekolahmu" ujar Bara saat melihat wajah bingung Queen. Dia membantu mengingatkan. Bagaimana bisa gadis ini melupakannya begitu saja? padahal dulu ia sempat mengutarakan perasaan padanya. Meski ditolak tapi terlihat menjengkelkan sekali saat ia tak mengenalinya lagi.
Queen membelalakan matanya "ah--- Bara!" pekiknya saat teringat akan pemuda tersebut. Yaa.. dia ingat jika pemuda ini yang dulu selalu mempersulitnya saat kembali sekolah. Selalu menghukumnya karena tidak mentaati peraturan sekolah.
plak
Bara meringis saat Queen menabok lengannya, terasa pedas sekali.
__ADS_1
"hahaha ya ampun... aku benar-benar lupa. Apa kabar adik kecil?" tanyanya dengan raut wajah yang sangat ceria.
puk puk puk
Queen kembali menepuk lengan Bara, tapi tidak terlalu kencang seperti tadi karena melihat pemuda itu kesakitan.
Bara menatap jengah gadis yang tengah tersenyum ceria padanya. Dia tampak kesal kemungkinan karena Queen memanggilnya dengan sebutan adik. Sama seperti dulu.
"kau tampak lebih tinggi dari terakhir kita bertemu? kau minum susu dengan rajin ya?" pertanyaan random keluar dari mulut gadis cantik ini.
Bara mendengus meski terdengar menyebalkan tapi Bara menyukainya. Sifat ceria dan random tersebut sudah lama sekali tak ia lihat. Bara merindukan saat-saat bersama dengan Queen. Entah apa yang terjadi, setelah kabar yang ia terima jika Queen pindah. Bak ditelan bumi, gadis ini tidak pernah muncul dihadapannya lagi.
Beberapa kali ia mencari dan menanyakan pada teman sekelas Karren dulu, tapi tidak ada yang mengetahuinya.
Dan tadi saat ia baru saja memasuki restoran, matanya terpaku melihat gadis yang ia rindukan. Tanpa sadar ia mendekat dan memanggil namanya.
"ehem"
Mom Emily berdehem saat kedua orang tersebut mengabaikannya. Matanya terus menatap interaksi kedua orang tersebut yang nampak sangat akrab sekali.
"oh.. dia mom ku"
Mom Emily sedikit terkesiap mendengar penuturan Queen. Dia mengakuinya sebagai momnya didepan pemuda tersebut? sungguh manis sekali.
"oh mom mu? perkenalkan Tante.. saya kekasih anak Tante. Bara" ucap Bara dengan menundukkan wajah dan badannya.
Queen membelalakan matanya. Begitupun dengan mom Emily yang terkejut mendengar penuturan Bara. "kekasih? apa Queen mengkhianati Darren? jika dilihat dia masih sangat muda. Tapi Darrenku lebih tampan jika dilihat dari sudut manapun" batinnya menggerutu dan berkomentar. Dia menatap tajam mata Queen.
plak
Queen memukul bokong Bara karena pemuda itu masih membungkuk. Hal itu membuat Bara terkesiap kaget "apa yang kau lakukan?" ujarnya dengan suara rendah, karena ia sedang menahan amarahnya.. Dia menatap kesal gadis cantik yang saat ini tengah memelototinya.
"rasakan! kau asal bicara seperti itu bisa membuat orang salah paham bodoh!"
Bara menghela nafasnya dengan panjang setelah Queen mengatai dirinya "maaf Tante. saya hanya bercanda"
"bercanda tapi wajahmu seserius itu!" gerutu Queen yang nampak tidak terima. Lalu ia menoleh kearah mom Emily, bisa gawat kalau wanita paruh baya ini salah paham. Padahal untuk mendapatkan restu darinya saja cukup sulit. Gadis itu meringiskan mulutnya "dia hanya bercanda. Benar kan Bar?" tanya Queen sembari menyikut lengan Bara meminta persetujuan darinya ketika melihat wajah mom Emily yang berubah datar.
__ADS_1
"benar" jawab Bara sedikit malas.
Mom Emily menghela nafasnya panjang dan mengangguk saat melihat wajah pias Queen.
"permisi"
Seorang pramusaji menyela karena makanan yang dipesan oleh Queen telah datang. Kemudian meletakan semua makanan diatas meja.
Setelah mempersilahkan, pramusaji tersebut segera meninggalkan tempat tersebut.
"boleh aku ikut makan bersama kalian? kelihatannya makanan ini lebih dari cukup jika aku ikut bergabung" Bara berusaha menebalkan muka agar bisa lebih lama bersama dengan gadis yang sudah lama tak ia jumpai ini. Ini adalah kesempatan langka sehingga tidak mau melewatkannya begitu saja.
Queen menatap Bara lalu menatap wanita paruh baya yang saat ini masih saja diam.
"biarkan dia ikut" ucap mom Emily mengizinkannya meski terdengar sedikit enggan.
"duduklah!" ucap Queen sembari duduk.
Bara mengangguk dan segera duduk disisi Queen "terimakasih"
Queen mendorong lengan Bara menggunakan jari telunjuknya "jangan duduk disisinya, duduklah disana" gadis itu menunjuk kursi tunggal yang ada disudut meja yang lain.
Bara menurut dan segera berpindah duduk. Dia tak mau sampai membuat Queen mengusirnya dari sana.
Mom Emily menarik sudut bibirnya sedikit. Yah.. dia dapat melihat tatapan memuja dari pemuda itu pada Queen. Tatapan yang sama seperti saat anaknya menatap Queen.
Tapi ia senang saat melihat gadis itu yang menjaga jarak darinya. Dia bisa menjaga diri dengan tidak berdekatan dengan pria lain saat Darren tak berada disisinya.
Mereka akhirnya makan malam bersama dengan hening. Hanya ada suara denting sendok dan garpu saja.
Tapi mom Emily masih saja melirik pemuda yang katanya bernama Bara itu. Sesekali ia melihat pemuda itu melirik Queen yang asik dengan makanannya. Tak ada pandangan yang berlebihan dari gadis tersebut membuatnya sedikit lega "pemuda ini memang sangat memuja Queen" batinnya berucap.
Bara yang sedari tadi mencuri pandang pada Queen menarik sudut bibirnya saat melihat sesuatu yang menempel disudut bibirnya. Tangannya terulur untuk mengambil tisu, lalu ia memberanikan diri hendak membersihkan bibir Queen.
greb
"apa yang mau kau lakukan?!" tanya seseorang yang menahan tangan Bara dengan sangat kuat.
__ADS_1