
Kenan terus mengulum senyumnya selama di perjalanan, cowok itu benar-benar merasa takjub dan menjadi salah tingkah sendiri malam ini. Agaknya dia terpesona oleh tampilan Queen yang malam ini benar-benar berbeda di matanya.
"Kenan kenapa sih?"
Alis Kenan naik saat mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Queen, cowok itu berdehem sejenak sambil berusaha fokus menyetir juga menahan kedua sudut bibirnya agar tidak membentuk senyuman lagi.
"Aku? Aku kenapa?"Kenan malah balik bertanya.
Kening Queen mengernyit, gadis cantik itu memperhatikan raut wajah tampan Kenan dari samping. Dia tadi melihat kok Kenan yang senyam-senyum sendiri dari saat menjemputnya di depan rumah.
"Gak tau juga, tadi soalnya kamu senyam-senyum terus,"jawab Queen dengan membuang pandangannya ke depan.
Kenan membasahi bibir bagian bawahnya. "Siapa yang senyam-senyum? Aku nggak tuh, daritadi fokus nyetir kok."
Tidak, Queen yakin Kenan sedari tadi senyam-senyum. Tapi karena sedang malas untuk berdebat jadinya Queen hanya berdehem saja.
Tak terasa mereka pun sudah sampai ke restoran yang di jadikan tempat double date. Sebelum turun dari mobil, Kenan menahan lengan Queen dulu yang tadinya akan membuka pintu.
"Kenapa, Ken?"tanya Queen penasaran.
Kenan tersenyum manis, cowok itu sedikit memajukan tubuhnya agar bisa berbisik di telinga Queen.
"Kamu cantik, sumpah."
Deg!
Darah Queen rasanya mengalir deras, degupan jantungnya langsung tak karuan ketika mendengar bisikan Kenan. Entahlah, Queen tiba-tiba gugup apalagi saat Kenan menatapnya dalam.
"Makasih, ta-tapi aku gugup di bilang cantik kayak gitu. Malu tau,"ucap Queen yang sontak membuat Kenan terkekeh pelan.
Gadisnya itu memang menggemaskan sekali, jika bisa di gigit mungkin Kenan akan menggigit bahkan memakan Queen sekarang dan saat ini juga.
"Gak usah gugup. Aku jarang ya bilang kamu cantik makannya jadi gugup kayak gitu?"
__ADS_1
Bahu Queen terangkat naik, pupil mata gadis itu membesar saat memperhatikan wajah Kenan.
"Aku gak tau. Hm, udah ah mending kita masuk aja. Kak Nanda pasti udah nunggu di dalem."
Kenan mengangguk, akhirnya mereka pun masuk ke dalam restoran dan mencari keberadaan Nanda. Setelah ketemu, Kenan dan Queen di buat bingung karena hanya ada Nanda di meja itu.
Ini kan double date, harusnya Nanda bersama pasangannya. Itu pikir Queen.
"Nan,"panggil Kenan heran.
Nanda mendongakan kepalanya, gadis itu sontak berdiri dan langsung memeluk Kenan yang mematung. Terdengar isak tangis Nanda yang membuat Queen tambah bingung di dalam diamnya.
"Hey, u okay?"tanya Kenan cemas, tangannya sudah mengelus punggung Nanda.
Nanda malah semakin terisak di pelukan Kenan, gadis itu sepertinya benar-benar butuh pelukan sekarang.
Setelah lima menit akhirnya Nanda melepaskan pelukan, gadis itu masih menangis namun tidak sehebat tadi nangisnya.
"Tenangin diri Kakak dulu, kita duduk dan kalau Kak Nanda udah siap cerita, kita bakal dengerin."Queen berucap pelan.
Nanda menarik nafasnya pelan lalu dia keluarkan lewat mulut, matanya terpejam sekilas untuk menghalau agar air mata tidak keluar lagi dari tempatnya.
"Ayo duduk,"ajak Nanda yang membuat Kenan juga Queen duduk.
Posisinya sekarang Queen duduk di hadapan Kenan juga Nanda. Mata Queen sempat melirik tangan Kenan yang mengelus tangan Nanda untuk menenangkan.
"Jadi lo tuh kenapa, Nan?"tanya Kenan pelan, nadanya pelan dan tidak memaksa untuk Nanda menjawab pertanyaannya.
Sebelum menjawab, terlebih dahulu Nanda menatap Queen yang menaikan kedua alisnya.
"Queen, lo bisa pindah meja dulu? Gue...gue pengen ngobrol berdua sama Kenan aja buat sekarang,"pinta Nanda yang membuat mulut Queen sedikit menganga.
Gadis manis itu melirik Kenan yang mengangguk pelan, cowok itu juga menyuruh Queen untuk pindah meja terlebih dahulu. Dengan lugu Queen pun menurut, dia pindah ke meja yang letaknya cukup jauh dari mereka berdua.
__ADS_1
Dari jarak yang cukup jauh, Queen bisa melihat Nanda yang seperti menceritakan sesuatu kepada Kenan sekarang. Gadis itu sesekali mengernyitkan kening karena melihat reaksi Kenan yang seperti terkejut.
"Queen penasaran tapi gak boleh kepo,"bisiknya pada diri sendiri.
Rasa penasaran Queen semakin menjadi ketika Nanda kembali menangis di pelukan Kenan, gadis itu mengerucutkan bibirnya karena rasa cemburu itu ternyata muncul.
"Please jangan cemburu, mereka itu sahabatan Queen. Sahabatan."
Terdiam sebentar, Queen pun merogoh tas-nya. Dia membuka ponsel untuk memberi chat pada Kenan yang masih dengan setia memeluk Nanda.
Queen Lavinda
Ken, jadi gimana double date nya? Pacar Kak Nanda kok gak keliatan?
Bisa Queen lihat sekarang Kenan sedang mengecek ponsel milik cowok itu sendiri, dia membalas chat dari Queen sambil masih memeluk Nanda.
Kenan♡
Sorry syng, double datenya gk jadi dulu. Oh ya, kamu pulang sendiri bisa? Chat supir di rumah kamu supaya jemput krna aku gak bisa anter skrng. Nanda lagi butuh aku banget, gapapa?
Queen menelan ludahnya dengan susah payah, gadis itu kembali membaca setiap kata dari chat yang di berikan Kenan. Matanya menatap Kenan yang juga menatapnya dengan pandangan bersalah, dia mencoba untuk memberikan senyuman tipis sebelum kembali membalas chat Kenan.
Queen Lavinda
Iya gapapa, Kak Nanda lebih butuh kamu juga kan. Aku bisa pulang sendiri.
Queen menggigit bibir bawahnya, gadis itu menarik nafas lalu berjalan keluar restoran tanpa melirik Kenan juga Nanda lagi.
Dia memutuskan untuk pulang naik taksi saja, karena kalau harus menelfon supirnya dulu itu akan lama.
Selama di perjalanan pulang, benak Queen bertanya-tanya tentang kejadian di restoran tadi. Dia penasaran kenapa Nanda bisa menangis seperti itu sampai-sampai Queen harus pulang sendiri seperti ini.
"Hufh, kenapa perasaan aku gak enak gini."
__ADS_1