
tok tok tok
Ceklek
"selamat so--"
sssttt
Seorang dokter muda yang baru masuk segera menutup mulutnya menggunakan tangan saat Darren berdesis agar dia diam. Pria berkacamata yang diikuti oleh dua suster menoleh kearah sumber ketakutan Darren, dimana seorang gadis tengah terlelap dengan sangat pulas diatas sofa.
tak tak
ssssttt
Dokter muda tersebut menghela nafasnya panjang, begitupun dua suster yang saling pandang saat ini.
Saat lagi-lagi Darren menghentikannya yang hendak berjalan kearah pasiennya itu. Dia berjalan pelan menuju ranjang agar suara sepatu pantofel milik mereka bertiga tidak sampai membangunkan gadis yang ia yakini adalah nona Queen. Nona muda pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
"selamat sore tuan" ucapnya berbisik.
Darren hanya diam saja, malas membalas sapaan pria yang ada disisi ranjang tempatnya duduk saat ini.
"sa-"
sssttt
Darren menatap tajam dokter tersebut. Dia kesal saat mendengar suara dokter ini karena takut gadisnya terbangun.
"ya Tuhan.. begini benget nasibku" batinnya berseru, dia mencoba bersabar.
"saya akan mengganti perban dengan perban anti air. Anda sudah boleh pulang saat infus ini habis" ucap dokter itu dengan berbisik.
Darren hanya mengangguk dan merebahkan tubuhnya agar dokter tersebut dapat mengganti perbannya.
Seorang suster wanita yang hendak memegang tubuh Darren tiba-tiba saja terkesiap saat tangannya dicekal oleh pria ini "ada apa tuan?" ucapnya pelan karena takut dibentak.
"biarkan dia yang menggantinya! kalian keluarlah!"
Dua suster tersebut kembali saling pandang, lalu mereka menoleh kearah dokter. Saat dokter tersebut mengangguk mereka berdua juga mengangguk kemudian pergi.
Dokter membuka perban yang terpasang tadi malam. Dia membersihkan bekas luka yang dibuat oleh dokter yang mengoperasi Darren. Dia membersihkan menggunakan alkohol lalu ia membubuhkan obat merah. Tangannya dengan lihai menempel perban.
Dokter muda tersebut mendongak melihat wajah Darren, dia sedang memejamkan matanya "kapan aku bisa memiliki tubuh seperti ini ya? aishh.. kurasa aku tak akan bisa memilikinya karena jarang berolah raga"
Bisa-bisanya sedang bekerja malah masih memikirkan hal random. Dasar dokter yang sangat aneh.
"sudah tuan" Menutup baju yang Darren kenakan lalu dia membereskan peralatan. "saya permisi" ujarnya setelah semua peralatannya telah selesai dibereskan.
__ADS_1
Dokter muda itu berjalan berjinjit lagi, takut kalau sampai Queen terbangun.
"Dokter Andree..anda sedang apa?"
Dokter yang dipanggil Andree itu terkesiap, lalu berdiri dengan tegap. Merapihkan jas dokter yang ia kenakan. Pria berkacamata itu menoleh dan tersenyum kaku kearah Queen yang ternyata sudah bangun "saya mau keluar nona"
"kenapa kau mengendap-endap? seperti maling saja" ucap Queen sembari terkikik geli.
"oh hehehe.. saya hanya takut anda terbangun tadi" ujar dokter Andree salah tingkah. Dia sampai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa malu.
"oh.. ada-ada saja ulah anda dok. lucu banget sih.."
"ehem"
Queen dan dokter Andree menoleh ke sumber suara dimana Darren tengah menatap mereka dengan tajam.
Dokter Andree yang merasa takut dan gemetar melihat tatapan Darren segera mengalihkan pandangannya "saya pergi dulu nona. Tuan sudah bisa pulang setelah infus habis"
Queen mengangguk dan menatap punggung dokter Andree.
"pandang terus.. apa dia sangat tampan?"
Queen menoleh kearah Darren, dia mendengus saat mendengar sindiran Darren barusan "cih.. tukang cemburu" gerutunya sembari mendekati Darren.
"kamu hanya milikku! jangan melirik pria lain!" ujar Darren sembari menarik pinggang Queen saat gadis cantik ini sudah sampai disisi ranjang.
Darren memperhatikan wajah bantal Queen. Masih terlihat sayu tapi malah entah kenapa Darren rasa Queen terlihat sangat cantik. "jangan berinteraksi dengan pria lain saat aku disampingmu!"
"berarti saat aku tidak ada disisi mu, aku boleh?" tanyanya. Lalu dia tergelak saat melihat Darren menggeram kesal.
"jangan pernah! kamu hanya milikku seorang!"
"kamu posesif sekali sayang" ujar Queen.
"Apa yang sedang kau lakukan baji-ngan tengik!! menjauh dari my princess!!"
Darren terkesiap saat mendengar suara yang cukup ia kenal. Darren menoleh kearah CCTV dimana tadi ada suara dari tuan Arsenio.
Queen tertawa terbahak saat melihat Darren langsung beranjak dan terduduk.
"diam kau Queen!"
Bukannya berhenti tertawa, Queen malah bertambah keras.
Darren yang merasa kesal membekap mulut Queen dengan tangannya.
Queen terkesiap saat melihat tangan Darren, dimana infus tersebut tampak ada darahnya.
__ADS_1
Queen mengambil tangan Darren dari mulutnya, ia memperhatikan pergelangan tangan Darren tersebut "ck.. kau tidak bisa diam ya?! lihatlah darahnya naik" gerutu Queen.
Gadis itu segera turun dari tempat tidur, membetulkan kembali infus tersebut sampai benar-benar keluar dengan sempurna.
Darren memperhatikan wajah Queen yang tampak khawatir, hatinya sangat senang sekali sekarang melihat betapa Queen memperhatikannya seperti ini. Padahal tadi hatinya sedang mendidih karena cemburu.
Darren mengusap kepala Queen dengan lembut "terimakasih"
Queen mendongak dan tersenyum. Tatapan mereka berdua jelas sekali sangat hangat dan saling cinta.
"tatapan apa itu?!"
Lagi. Suara dari audio yang terpasang disisi CCTV menggema membuat sepasang suami istri itu menoleh kesejurus.
"bolehkah aku menghancurkan benda itu?!" tanya Darren dengan sorot mata kesal.
Queen menggeleng "jangan.. nanti Daddy mengamuk"
Darren berdecih "aku akan mengganti nya dengan yang lebih mahal"
"jangan sombong kau anak muda! hartamu tidak ada apa-apanya dengan hartaku! salah kalau kau sombong di hadapanku!"
Suara dad Arsen kembali terdengar membuat Queen tertawa. Bisa-bisanya dad dan kekasihnya saling debat meski mereka sedang tak berada ditempat yang sama.
Terlihat konyol tapi menggemaskan.
Sepertinya saat kedua pria dingin ini disatukan, akan terus membuat lelucon semacam ini.
"ck.. aku kaya tuan!"
"kaya?! heh... menggelikan sekali. kau kaya juga baru-baru ini. Aku kaya dari lahir asal kau tahu!"
"buahahahaha" tawa Queen meledak kembali. Apalagi melihat Darren yang tengah menatap kesal kamera CCTV.
Darren meraih sesuatu yang ada diatas meja.
duarr
"ahhk" pekik Queen saat merdengar suara ledakan. Dia menatap tidak percaya Darren saat pria ini melempari audio tersebut sampai meledak. Entah apa yang dia lempar.
Darren menatap penuh kemenangan pada audio yang telah ia rusak, dia menyeringai "mam-pus!!" ucapnya tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
prok prok prok
Darren menoleh kearah Queen yang sedang bertepuk tangan. Wajahnya tampak senang sekali menatap wajahnya "waaaah... calon suamiku hebat" pekiknya kencang sembari mengangkat kedua ibu jarinya. Lalu dia tertawa saat melihat Darren berhasil memprovokasi dad nya.
"aku akan menggantinya nanti" ucap Darren acuh.
__ADS_1