QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
72. Email


__ADS_3

Makan malam di rumah ini terasa berbeda dari yang sebelum-sebelumnya menurut Nanda. Wanita itu beberapa kali menatap Keenan yang terus-terusan menatap layar ponsel, bahkan makanan yang ia masak pun dianggurkan begitu saja.


Suaminya itu sekarang berubah menjadi abai, entah apa yang sedang ia kerjakan sampai-sampai Nanda diacuhkan.


Sempat terlintas dipikiran Nanda bahwa Keenan tengah mendua, tetapi pikiran itu cepat-cepat dienyahkan karena tidak baik juga negatif thinking kepada sang suami.


"Main HP-nya gak bisa nanti aja, ya?" tanya Nanda yang membuat kepala Keenan mendongak.


"Lagi ada urusan dulu."


Nanda berdecak pelan. "Penting banget emang? Makanan kamu sampai dianggurin kayak gitu, loh."


Keenan menatap Nanda dengan makanan di atas meja secara bergantian. Sebenarnya ia sedang berusaha mengajak Queen berbicara lewat akun email gadis itu– karena tentu saja nomornya Keenan tidak punya.


"Nanti aku makan. Gak usah bawel."


Jleb


Hati Nanda terasa sakit, tanpa mau menatap Keenan lagi dia pun bangkit untuk menuju ke kamar. Sepertinya dia harus menyelidiki ini semua.


Sementara Keenan yang melihat Nanda pergi dari meja makan padahal makanannya belum habis, hanya bisa mengedikan bahunya sekilas. Pria itu kembali mengirimkan email kepada Queen.


Keenan: let's meet. I wanna talk to you


Dengan menghela napas, Keenan pun mulai menyimpan ponsel dan memakan makan malamnya sendirian.

__ADS_1


Ada harapan untuk kembali bersama Queen padahal dia sudah mempunyai Nanda. Egois memang, tapi perasaan Keenan untuk Queen tidak bisa ditahan lagi.


Keenan butuh Queen, dia menginginkan Queen.


"Dia kayaknya beneran benci sama gue," gumam Keenan saat email-nya tak kunjung mendapat balasan.


Dengan lesu Keenan pun bangkit dari duduknya untuk pergi ke kamar. Dia melirik Nanda yang sedang tidur dengan posisi membelakangi pintu.


"Ken," panggil wanita itu.


"Ya?"


Nanda membalikan badannya, dia menatap Keenan yang sedang memposisikan tubuhnya agar tidur dengan nyaman nanti.


"Kamu akhir-akhir ini sibuk, ya?"


"Iya."


Nanda memeluk Keenan dengan erat. Firasatnya tidak enak, entah kenapa. Nanda takut.


"Kamu gak akan ninggalin aku kan, Ken?"


"..."


Tidak dijawab, padahal bulan-bulan yang lalu jika Keenan ditanya seperti ini– pria itu akan dengan cepat menjawab bahwa dia tidak akan pernah meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


Nanda sudah sangat bergantung pada Keenan yang selalu ada di saat dia dibuang oleh keluarganya sendiri karena hamil di luar nikah. Pria itu membuatnya merasa aman.


"Jangan tinggalin aku sama anak-anak ya. Kita semua butuh kamu."


•••


Berbeda dengan Keenan yang kini tiduran di ranjang bersama Nanda, Queen justru diam duduk sendirian tanpa ditemani siapapun.


Gadis yang memakai gaun tidur itu sudah terbiasa dengan suasana sunyi seperti ini dari dulu. Sudah menjadi temannya sehari-hari.


Mata Queen menatap lekat syal di tangannya. Syal berwarna cokelat ini hadiah dari Keenan sewaktu mereka masih menjalin hubungan. Queen tidak membuangnya karena ... benda ini punya kenangan tersendiri bagi Queen.


Sulit memang rasanya untuk menerima fakta bahwa dia dan Keenan sudah tidak bersama, tetapi sulit juga baginya untuk menerima Keenan kembali padahal hatinya masih sayang.


"Susah banget ya lupain kamu," bisik Queen dengan mata yang terus tertuju pada syal itu.


Harusnya Queen membuangnya saja agar dia tidak teringat Keenan terus, tetapi dia tidak kuasa untuk membuang benda cantik ini kepada tong sampah.


Lebih baik ia simpan, kan berguna juga syalnya jika nanti kedinginan.


Dengan raut wajah datar, gadis itu membuka ponselnya. Dia mengerutkan kening saat ada email dari Keenan. Hebat juga mantannya itu karena bisa tahu email-nya.


"Waw!"


Queen hanya bisa tersenyum tipis melihat pesan dari Keenan yang terus meminta untuk bertemu. Dia tidak membalasnya, tetapi betah untuk membaca pesan tersebut.

__ADS_1


Sepertinya akan menarik jika Queen balas dendam kepada Keenan yang sudah mencampakkannya sewaktu dulu.


Untuk kembali memang sangat sulit, tetapi tidak ada salahnya jika Queen ingin membalaskan rasa sakit hatinya kepada Keenan. Pria itu harus tahu Queen yang sekarang bukan Queen yang dulu lagi.


__ADS_2