QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
53. Cemburu


__ADS_3

Kenan menghela nafasnya saat lagi-lagi Queen tidak menjawab panggilannya, cowok itu mengacak rambutnya kesal.


Karena kejadian tadi pagi di dekat tangga rooftop Queen jadi salah paham kepadanya. Saat Givani pingsan tadi Kenan yang panik langsung membawa Givani ke UKS.


Saat tengah memikirkan caranya meminta maaf pada Queen dan menjelaskan semuanya tiba-tiba ponselnya berdering. Keningnya mengerut ketika nama Tegar terpampang di sana.


"Ada apaan?"


"Yaelah Bro gak minat banget kayaknya nada lo angkat telpon dari sahabat paling kec–"


"Bagong! Gue lagi gak mood, ada apaan lo telpon gue?"tanya Kenan ketus.


"Oke, oke! Dateng sini lo. Cafe Tren yang biasa kita nongki-nongki. Gak ada penolakan *****."


Tut, tut, tut.


Kenan mendengus kesal, jika sudah begini pastinya Kenan akan datang ke Cafe Tren tersebut. Padahal pikirannya masih tertuju pada Queen yang susah sekali untuk di hubungi.


...||||...


Queen tersenyum saat Abi membukakan pintu mobil untuknya keluar. Saat ini Queen akan mentraktir Abi di sebuah Cafe, dia ingin menepati janjinya pada Abi sewaktu di kantor minggu lalu.


"Queen kamu tidak salah bawa Mas ke Cafe yang sepertinya khusus remaja ini?"tanya Abi setelah menutup pintu mobilnya.


Mata Queen mengerjap mendengar pertanyaan dari Abi. Dia memang mengajak Abi ke Cafe tempat remaja semua, pasalnya di Cafe ini tempatnya nyaman dan makanannya enak-enak semua.


"Ma-Mas keberatan?"tanya Queen gugup.


Abi tersenyum lalu tanpa di duga laki-laki tampan itu merangkul bahu Queen sambil menuntun Queen untuk segera memasuki Cafe tersebut.


Queen jelas terpaku ketika tangan besar itu melingkar di bahunya.


"Mas tidak keberatan. Mas tidak terlalu terlihat dewasa kan dengan mengenakan pakaian yang santai ini?"


Queen tersentak lalu mengamati pakaian yang di kenakan oleh Abi malam ini. Laki-laki itu mengenakan kaos hitam polos di padu jaket bomber dan celana jeans yang membuatnya nampak masih seperti anak kuliahan.


"Gak juga sih,"gumam Queen sambil tersenyum tipis.


Ternyata suasana Cafe sedang ramai-ramainya dan semua meja hampir penuh oleh sekumpulan remaja-remaja.


"Queen!"


Kening Queen mengerut, perasaan tadi ada yang memanggilnya. Atau hanya perasaanya saja?


"Queen di sini!!"


Mata Queen menyapu seluruh penjuru Cafe untuk menemukan siapa yang memanggilnya.


"Arah jam sembilan Queen, di ujung Cafe,"ucap Abi sambil menunjuk segerombolan remaja yang Queen kenal.


Queen melangkahkan kakinya di ikuti Abi ketika orang yang memanggilnya melambaikan tangan menyuruh Queen ke mejanya. Tapi langkah Queen terhenti ketika melihat ada satu sosok yang menatapnya dengan pandangan tajam.


Kenan.


"Queen, ayo kita temui orang yang memanggil kamu,"ajak Abi yang bingung karena Queen berhenti di pertengahan jalan.

__ADS_1


Mata Queen mengerjap lalu dia melangkah ragu mendekati meja orang yang tadi memanggilnya. Pasalnya di meja itu ada Kenan, kekasihnya.


"Gue gak nyangka bakal ketemu lo di sini Queen, ya ampun! Kita temen ya sekarang Queen, asik gue punya temen baru!"


Cowok tampan di sebelah gadis yang tak lain adalah Nanda mendengus sebal, cowok itu menyentil bibir Nanda hingga membuat Nanda menatapnya dengan tajam.


"Itu mulut minta di bungkam sama bibir gue ya? Berisik amat kayak kenalpot butut,"sinis cowok itu dengan tanpa canggung mengecup gemas pipi kiri Nanda.


Fokus Queen bukan ke Nanda yang tadi memanggilnya melainkan ke Kenan yang sedari tadi menatapnya dengan kening mengernyit dan menatap Abi dengan pandangan tak suka.


"Gabung sini Queen sama kita-kita,"ajak Verrel sambil tersenyum lebar.


Queen tersentak kaget dan mengalihkan pandangannya dari Kenan ke Verrel. Gadis itu mengangguk sambil mengajak Abi untuk duduk di sebelahnya.


"Queen kita temen ya sekarang!"ucap Nanda riang.


"I-iya Kak, sekarang kita temen,"jawab Queen sambil tersenyum.


Nanda bertepuk tangan riang, gadis itu terlihat sangat senang sekali. Gara yang berada di sampingnya hanya terkekeh gemas, dia sudah mendengar cerita Nanda yang sangat senang karena berkenalan dengan Adik kelas bernama Queen.


"Queen yang di sebelah lo siapa?"tanya Tegar sambil melirik Abi yang sedari tadi hanya diam menyimak.


Queen menelan ludahnya, entah kenapa dia merasa tatapan mata Kenan terus mengawasi pergerakannya.


"I-ini Ma-Mas Abi Kak. Di-dia manajer keuangan di perusahaan Papa,"jawab Queen terbata.


Abi hanya tersenyum ketika semua pandangan anak remaja itu menatap ke arahnya. Sebenarnya Abi merasa heran dengan tatapan mata salah satu cowok remaja di antara mereka yang menatap Abi dengan pandangan sulit di artikan.


"Usia berapa Mas?"tanya Nanda ramah.


"Boleh dong Mas kalau saya udah putus dari yang sebelah saya cari Mas buat di jadiin penggan–"


"Nda bener deh tu mulut minta di cium banget! Pulangnya ya,"desis Gara tajam.


Nanda malah menyengir lebar sambil mengusap kepala Gara bermaksud untuk menenangkan cowok itu. Nanda kan hanya bercanda, dia hanya ingin melihat pacarnya kesal.


"Pulangnya beli martabak di depan komplek ya?"


"Nanda!"geram Gara yang membuat tawa Nanda pecah.


Queen hanya menundukan kepalanya, dia tidak sanggup melihat Kenan yang sepertinya sangat penasaran dan marah kepadanya.


"Kamu mau pesan apa Queen? Biar saya pesankan,"tanya Abi lembut.


"Ha-hah? Ak-aku... aku gak mau pesen apa-apa kok Mas. Mas aja yang pesen Queen yang bayar,"jawab Queen sambil melempar senyum kecil.


"Kamu serius mau menbayarkan saya?"tanya Abi tidak percaya.


"Aku serius Mas, kan udah janji. Mas pesen aja,"ucap Queen tanpa menatap Abi.


Abi mengangguk lalu beranjak untuk memesan makanan. Laki-laki itu tidak menyadari ada enam pasang mata yang menatap Abi dan Queen dengan pandangan tak percaya.


"Queen lo ntraktir tu Mas-Mas?"tanya Verrel tak percaya.


Queen mendongak, pandangannya langsung ke arah Kenan yang sudah menunjukan muka dinginnya.

__ADS_1


"O-oh! Itu... Mas Abi pernah nolong gue ja-jadinya ya gue balas budi dengan cara traktir makan Mas Abi,"jawab Queen yang di angguki semuanya kecuali Kenan.


"Kirain gue dia pacar lo Queen, keliatan kayak anak kuliahan soalnya."Nanda angkat bicara lagi.


"Lah kalau si Mas-Mas itu pacarnya Queen, berarti Queen selingkuh dong dari Kenan!"sahut Verrel yang membuat mata Kenan serta Queen melotot tajam.


Kening Nanda mengernyit, dia menatap Queen dan Kenan bergantian.


"Ken! Lo sama Queen pacaran?"


"Kudet emang lo ya, Nan. Di Jepang gak pernah kepoin statusnya si Kenan apa?"tanya Tegar dengan kedua alis yang terangkat.


"Di Jepang Nanda ini sibuk belajar terus pacaran sama gue!"sahut Gara cepat.


"Najis,"desis Andra pelan.


"Queen,"panggil Abi yang baru saja tiba dengan wajah cemasnya.


"Iya, kenapa Mas?"


"Sepertinya Mas harus pulang, Ibu Mas tadi baru saja mengabari Mas bahwa ponakan Mas yang sedang di titipkan di rumah sedang demam dan akan di bawa ke Rumah Sakit,"jawab Abi cemas.


"O-oh kalau gitu Mas pulang aja. Aku bisa pulang naik taksi Mas."


Abi menggeleng, dia sudah berjanji akan mengantar Queen pulang dengan selamat kepada David.


"Kamu pulang sama Mas aja ayo. Mas sudah berjanji pada Papa kamu bila Mas akan mengantarkan kamu dengan selamat,"ajak Abi yang di angguki oleh Queen.


"Semuanya gue pulang dulu ya,"pamit Queen lalu berjalan bersamaan dengan Abi.


Pandangan Kenan masih tidak teralihkan dari punggung kecil Queen bahkan sampai punggung itu sudah tidak terlihat lagi. Jelas dia cemburu, di sini kan ada Kenan. Queen akan aman jika pulang bersamanya.


"Kalian berantem lagi?"tanya Tegar pada Kenan.


"Gara-gara salah paham tadi pagi nih pasti!"sahut Verrel.


Nanda masih mengernyit tidak mengerti dengan situasi yang ada. Sementara Gara, cowok itu sudah terkekeh hingga membuat pandangan semuanya terarah kepadanya dengan bingung.


"Kayak gue dan Nanda dong. Adem, ayem, tentram dan damai. Hubungan lo sama si Queen itu penuh drama, salah paham dan gengsi yang masih pada gede. Mending jangan pacaran aja kalau gengsi kalian masih pada gede dan masih pada egois."


Nanda menyimpan punggung tangannya di kening sang kekasih. Tidak panas dan tidak dingin.


"Kesambet apaan sih kamu? Tumben banget omongannya bener."


Gara mendatarkan wajah tampannya, cowok itu menatap Nanda yang masih menatapnya dengan heran.


"Aku ngumpat sekali iniii aja sama kamu ya sayang."


Nanda mengernyitkan dahinya lalu tak lama dia terperangah karena mendengar umpatan Gara yang di tujukan untuknya.


"Kamvret pakek V!"


...||||...


**Aku suka cople Nanda-Gara wkwk, lucu aja gitu hehe.

__ADS_1


Oh ya, jangan lupa di like juga komen**!


__ADS_2