QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
keliru


__ADS_3

Queen berdiri didepan jendela kaca, dia memperhatikan pesawat yang baru saja take off. Matanya yang tajam menatap awas pesawat tersebut sampai tak lagi terlihat.


"huuuufff" helaan nafas terdengar panjang. Ia masih berdiri didepan jendela tersebut sembari melipat tangannya didepan dada.


"jangan nangis~~"


"cih.." Queen menoleh sinis sembari berdecih saat mendengar ucapan seorang pemuda yang mencoba mengejeknya.Gadis itu mengibaskan rambut panjangnya kebelakang lalu meraih kaca mata hitam yang tergantung dikaos yang ia kenakan. Memakainya dengan gaya yang anggun.


"biasa saja kenapa saat melakukan sesuatu!" ujar pemuda yang tadi dengan sinis.


Queen menoleh kembali kearah pemuda yang tak lain adalah adiknya itu "kenapa memangnya?" tanya Queen yang tidak paham akan apa yang dibicarakan oleh Gerrell.


"jangan tebar pesona! kalau ada yang melirikmu bisa saja siwajah kaku itu menyuruh pilot itu untuk putar balik"


Queen menyernyit sekilas tapi saat mengerti akan ucapan Gerrell ia pun melirik sekitar, memang beberapa pria menatapnya dengan wajah penuh minat saat melihat kearahnya.


Queen angkat bahu cuek sepertinya tanpa ia sadari Queen menebar pesonanya pada pria-pria disana "aku memang cantik dari lahir" ucapnya sembari tersenyum penuh percaya diri. Dia bahkan mengibaskan rambutnya kebelakang lagi dengan sengaja.


"cih"


"hahahaha" Queen tertawa saat melihat Gerrell berdecih dengan wajah jengahnya saat melihat dirinya yang suka sekali narsis "ayo pulang" ucapnya sembari merangkul bahu Gerrell dan menarik nya pergi dari sana.


Mereka keluar dari bandara dan menuju mobil yang ia parkirkan diluar dengan santai. Wajah Queen terlihat biasa saja padahal sebenarnya dalam hatinya, Queen ingin sekali membeli tiket dan menyusul Darren.


Saat telah sampai disisi mobil, Queen menekan kunci mobil yang ia pegang "eh--"


"kenapa kak?"


"kenapa mobilnya diam saja?" tanya Queen dengan bingung saat mobilnya tidak bereaksi saat ia menekan kunci yang ia pegang. Gadis itu mengangkat kunci tersebut dan mencoba untuk menekannya lagi "kok aneh sekali" gerutunya.


Tekan-tekan sampai membuat gadis itu menggeram "aishhh.. menyebalkan sekali" pekiknya dengan kesal.


dug


Mata Queen terbelalak saat bunyi alarm mobil berbunyi saat ia menendang badan mobil tersebut.


"astaga kak.. kenapa kakak bar-bar sekali" keluh Gerrell, dia menoleh kesekeliling karena mereka menjadi pusat perhatian kembali. Pemuda itu merasa malu.


"ini sangat mengesalkan.." ucap Queen sembari menjejakan kakinya beberapa kali.


"maaf nona"


Queen menoleh saat seseorang memanggil dirinya "apa?! mau minta tanda tangan?!"

__ADS_1


"pfffttt" Gerrell hampir saja tertawa ngakak saat ucapan kakaknya terdengar konyol. Apa dia kira dirinya selebriti sampai ada seseorang yang meminta tanda tangan padanya? sungguh konyol.


"bukan. Kenapa anda menendang-nendang mobil saya?"


Mata Queen terbelalak, ia masih merasa kesal tapi ada orang yang cari perkara padanya. Apa ia ingin dimaki olehnya? Queen membuka kaca matanya dan menatap tajam pria tersebut "jangan mengaku-ngaku kau ya! ini mobilku!"


"tapi nona, ini memang mobil saya" ucapnya sembari menunjuk mobil tersebut.


"ck.. kau mau merampok ya?! ah.. aku tahu.. kau sedang berusaha mencari perhatian pada gadis secantik diriku kan?! walaupun kau tampan aku tidak sudi berkenalan denganmu!" ucapnya menekan diakhir. Dia jengah.


"kak--"


"diam kau Rel! kakak sedang memberikan pelajaran pada pria tampan ini agar tidak perlu modus hanya untuk dekat denganku"


Gerrell menghela nafasnya panjang saat mendengar perkataan Queen. Dia bahkan sampai menepuk keningnya sendiri "astaga..."


"dengar ya tuan! pergi dari sini atau aku akan memanggil keamanan kemari" ancam Queen saat pria itu tak kunjung pergi dari hadapannya.


"silahkan saja" ucapnya menantang.


"oh~~ kau menantang ku baiklah.." Queen melihat kesekeliling, saat melihat seorang keamanan ia hendak memanggilnya "pa-- hmmppt"


"diamlah kak! jangan membuat malu dirimu sendiri" ucap Gerrell sembari membekap mulut kakaknya.


Gerrell tidak peduli, ia menunduk dihadapan pria tersebut "maaf tuan, ini hanya kesalahpahaman saja. Kami permisi dulu"


"hey! hey! hey!" pekik Queen saat Gerrell menarik tangannya menjauhi mobilnya.


"diamlah kak! atau aku akan menyumpal mulutmu"


"kau berani?!"


"hehehe tentu saja tidak" ucap Gerrell sembari terkekeh karena ia memang tidak seberani itu. Gerrell masih sayang akan nyawanya.


Pria yang tadi Queen maki-maki menyeringai "gadis galak yang menarik" ucapnya, ia terus memperhatikan kedua orang yang masih saling berdebat itu.


"lepaskan Rel!"


Saat sudah jauh Gerrell melepaskan tangan kakaknya itu.


dug


"ahh.. kenapa kakak menginjak kakiku?!"

__ADS_1


"itu balasan untukmu karena telah menarik-narik kakak seperti sapi"


"sapi?"


Gerrell menatap Queen dari atas sampai bawah "pfffttt.. lumayan mirip"


Queen melotot mendengar celotehan Gerrell "Gerrell Audrick Bramantyo!!"


"eh-- tidak kak.. jangan marah oke? aku bercanda loh.. kakak kan gadis paling cantik sedunia" ucapnya mulai menjilat kakaknya, dia merasa takut saat kakaknya itu sudah memanggil namanya dengan nama lengkap dan dengan nada rendah. Gerrell merasa terancam.


Pemuda itu bahkan mengusal dilengan kakaknya seperti kucing agar kakaknya itu luluh.


Queen berdecih sembari mendorong kepala Gerrell "kenapa kamu menarik kakak menjauh dari mobil?! "


"berhasil.." Gerrell tersenyum senang karena kakaknya luluh saat melihat dirinya yang merayunya, meski masih terdengar ketus saat berbicara tapi paling tidak nada suaranya sudah normal kembali.


"ini mobil kakak" ucap Gerrell santai sembari menunjuk mobil yang ada disisi Queen dengan dagunya.


Queen terkesiap "eh--"


"sepertinya kakak sangat sedih ditinggal tuan arogan ya? sampai tidak fokus begini" ucap Gerrell sembari terkekeh geli.


Queen yang masih mematung dengan mulut yang menganga melihat mobilnya lalu ia menoleh kearah pria yang tadi dia maki-maki.


Pria itu masih saja diam memperhatikan dirinya sembari berdiri bersandar pada badan mobil. Tangannya terlipat sembari tersenyum remeh padanya.


Sepertinya dia tengah mencemooh nya dalam hati.


Mobilnya memang sama persis dengan milik Queen. Jadi wajar kan jika gadis itu keliru?


"brengsek!" umpat Queen lalu ia masuk kedalam mobil dalam keadaan malu setengah mati.


"buahahaha" tawa Gerrell terdengar puas sekali saat melihat kakaknya malu, bahkan ia masih tertawa ngakak saat masuk kedalam mobil.


"dasar adik bodoh! kenapa tidak bilang kalau kakak salah mengenali mobil hah?!" ucapnya memarahi Gerrell.


"hahaha.." masih saja tertawa padahal wajah gadis itu sudah merah sekali. Antara kesal dan malu karena telah memaki orang padahal ialah yang salah dalam masalah ini.


"diam!"


Gerrell langsung terdiam mendengar pekikan kakak nya "ck.. aku juga baru sadar saat kakak sendang memaki pria itu"


"dasar adik yang tidak bisa diandalkan!" ucapnya masih terdengar ketus, jujur saja Queen masih merasa malu akan kejadian barusan. Dia memang sedikit tidak fokus tadi sampai salah mengenali mobilnya sendiri. "bodoh sekali" batinnya menggerutu, menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2