QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
tidak akan pernah


__ADS_3

Queen tengah menatap komputer yang tersedia diruang kerja milik dad Arsen, matanya yang cantik terus memindai layar yang menyala tersebut.


"oh sialan!!" pekiknya entah sudah keberapa kali karena usahanya selalu gagal untuk mencari tahu informasi mengenai penguasa dunia bawah dinegara Paris ini.


Tapi dia belum mau menyerah, ia terus mencoba berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang ia inginkan.


Hampir setengah jam berlalu "aaahhhkk..." pekiknya tiba-tiba. Dia bahkan mengacak-acak rambutnya karena kesal.


"kau kenapa?" tanya seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan tersebut.


Queen memutar kepalanya, dia melihat Gerrell berjalan menghampiri sembari membawa dua kaleng minuman dingin "informasi yang ku inginkan tidak bisa kudapatkan! kesal sekali" keluhnya.


Gerrell tergelak , tangannya terulur dan memberikan minuman yang ia bawa untuk kakaknya dan gadis cantik itu menerimanya "kalau sampai uncle Bas tahu, dia akan kecewa sekali melihat muridnya tidak becus seperti ini" Gerrell menunduk dan melihat hasil kerja kakaknya yang gagal.


Queen menatap jengah Gerrell yang baru saja berbicara mencibir dirinya "cih.. coba kalau kau bisa! akan ku berikan mobil yang baru kemarin kakak beli"


Gerrell menoleh kearah wajah Queen "benarkah?" tanya nya dengan wajah berbinar.


Queen mengangguk "kakak tidak pernah bohong" ujarnya, dia mendorong wajah Gerrell yang sangat dekat dengan wajahnya.


Gerrell semakin berbinar mendengar ucapan Queen, karena apa yang Queen ucapkan memang benar "kalau begitu, minggir!!"


Queen menurut, dia berdiri dan membiarkan adiknya duduk di kursi tersebut.


"lihatlah kehebatan ku kak" ujar Gerrell sembari memukul dada bidangnya dengan pelan.


"kakak lelah, kau kerjakan sendiri dan kalau sudah berhasil bilang ke kakak" ucap Queen sembari berjalan menuju pintu.


"siapkan surat-surat mobilnya kak! aku akan berhasil"


Queen menoleh kebelakang saat mendengar pekikan Gerrell yang penuh dengan percaya diri "kalau berhasil" ucapnya meremeh, karena dia saja tidak berhasil apalagi adiknya yang baru saja belajar cara meretas komputer.

__ADS_1


"aku akan berhasil, kakak lihat saja!"


"kakak suka kepercayaan dirimu Rel" ucap Queen lalu membuka pintu.


deg


Queen terkesiap dan jantung Queen seperti berhenti berdetak saat melihat seseorang tengah berdiri didepan pintu "astagaaaa..." ujarnya sembari mengusap dadanya.


"kamu terkejut?"


"Anda rasa?" gerutunya saat melihat wajah tampan pria tersebut, tampak sangat datar dan tanpa ekspresi. Dia seperti tidak merasa bersalah sama sekali telah membuat Queen kaget.


Mata Queen terbelalak saat pinggangnya yang ramping ditarik kearah tubuh pria itu "apa yang kamu lakukan?"


Pria yang tak lain adalah Darren itu mendekatkan wajahnya kearah telinga Queen " aku merindukan mu" bisik nya.


Queen mendorong wajah Darren pelan.


Queen tergelak, lalu dia mencubit perut milik Darren membuat pria tampan itu meringis. "kenapa? apa aku tidak boleh menolak mu?" tanya Queen sembari menaik turunkan alisnya.


"tidak boleh!"


Queen menatap netra biru milik Darren "memangnya tuan siapanya aku? aku belum menerimamu menjadi kekasihku, ingat?"


Darren terdiam, dia mengingat saat berada didalam pesawat memang Queen menerima kedekatan mereka dan mengizinkannya untuk berusaha mendekatinya tapi gadis itu memang belum menerima hubungan mereka. Tanpa sadar Darren melepas rengkuhan tangannya yang ada di pinggang Queen.


Darren menatap dalam mata milik Queen "apa dia benar-benar belum menerimaku? bukankah akhir-akhir ini kita semakin dekat?"


Queen menyeringai tipis saat melihat raut wajah Darren yang berubah pias, perubahan ekspresi wajah Darren membuatnya terlihat lucu.


"eh-" ucap Queen saat tangannya ditarik oleh Darren "mau kemana?"

__ADS_1


Darren tidak menggubris, pikirannya benar-benar khawatir jika gadis yang sedang dia tarik ini lari dan meninggalkannya. Darren membawa Queen masuk kedalam kamar milik gadis itu.


"hey! hey! hey! mau apa kita kemari?" sekarang gantian Queen yang merasa pias saat Darren membawanya ke kamar.


Darren tidak menjawab, dia memilih untuk menutup pintu dan menguncinya.


Mata Queen terbelalak saat melihat Darren menguci pintu "ka-kamu mau apa tuan?"


Darren menoleh dan terlihat seringai tipis dari bibirnya "aku akan membuatmu menjadi milikku sekarang!"


Mata Queen semakin membola "kau gilaaaa..!!" pekik Queen dengan wajah yang mulai memerah akibat amarah yang mulai terpancing. Dia tahu sekali apa maksud dari Darren.


Darren tidak memperdulikan pekikan gadisnya, ia memeluk Queen dan mengecup pipinya "aku memang sudah gila, bahkan aku sangat tergila-gila padamu" ucapnya, bibir Darren masih menempel di pipi mulus milik Queen.


"I Love You Queen" bisik Darren kemudian. Hal itu membuat Queen meremang karena pria itu berbicara dengan suara sensual yang terkesan menggoda.


Queen mengepalkan tangannya, dia merasa sangat marah "lepaskan aku!"


Darren menatap wajah Queen yang semakin merah "tidak akan pernah" ujarnya dengan suara datar dan serius, netranya menatap tajam gadis yang ada di pelukannya itu.


*


*


***


Hay Hay Hay readers kesayangan author... pada kangen aku tidak? 😅


Selamat hari raya idul Fitri 1443 H yaa..


Mohon maaf lahir dan bathin 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote karena aku akan lanjut ceritanya .. jadi stay tuned 😘


__ADS_2