QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
kalah?


__ADS_3

Darren membawa mobil keluar dari kawasan mansion milik Queen. Dia memacu kendaraan dengan kecepatan sedang. Pria tampan itu mendongak untuk melihat sesuatu lewat cermin kecil yang ada diatas kepalanya.


Seringaian tipis muncul dibibirnya saat melihat beberapa mobil mengikutinya "mereka mau bermain-main denganku?" ujarnya dengan suara datar.


Darren tentu saja sudah menyadari kehadiran mereka sehingga ia memilih untuk segera mengantar Queen kemansion. Dia tidak mau membuat kekasihnya itu dalam bahaya.


Darren menyadari jika kali ini mereka benar-benar menginginkan nyawanya. Darren tentu tahu bagaimana keadaan kelompoknya saat ini, maka dari itu tadi saat merasa ada yang mengikutinya. Darren langsung sadar.


Darren memakai earphone ditelinganya lalu menghubungi seseorang. "Jo.. cepat lacak keberadaan ku dan suruh anak buah kita untuk segera menyusul"


"ada apa tuan? apa terjadi sesuatu?" tanya Jonathan dibalik telepon. Dia yang sedang beristirahat setelah tadi mengikuti keluarga Keith untuk melamar Queen terperanjat.


"jangan banyak bicara! laksanakan apa yang aku perintahkan!"


"baik tuan"


Darren membawa mobil dengan kecepatan tinggi untuk terus menghindari mereka semua.


dor dor dor


"sh-it!!" umpat Darren saat merasakan roda mobil yang ia gunakan meledak setelah ditembaki oleh musuh.


Darren menginjak rem dan membanting setir kearah kiri agar mobil dapat berhenti. Mereka memang sangat pintar saat memilih tempat untuk menyerang. Ditempat yang sepi.


Kali ini memang dia tidak bisa kabur lagi. Darren mau tak mau harus melawan mereka untuk menyelamatkan hidupnya.


Karena bahagia Darren sedikit lengah dan mengendurkan kewaspadaannya . Dia yang memang berniat untuk melamar Queen tentu saja mengabaikan permasalahan yang ada untuk sementara. Tapi ternyata mereka menyerangnya sampai sejauh ini. Saat dirinya tidak berada di negaranya sendiri. Mereka sungguh nekat sekali padahal ini bukan wilayah mereka.


Pria itu mengambil pistol yang memang setiap saat ia bawa dibalik jass yang ia kenakan. Menggenggamnya sesaat lalu kembali meletakkannya didalam saku. Darren melihat beberapa orang yang sudah mengelilingi mobilnya. Tampak banyak sekali.


braak


Darren membuka pintu mobil dengan kencang membuat seorang pria yang ada disisi pintu tersungkur jatuh kebawah.


"sialan! Serang dia!" pekiknya dengan kesal.


Darren melirik beberapa orang yang siap menyerangnya lalu dengan cekatan menendang perut mereka satu persatu sampai mereka jatuh kebawah. Pekikan beberapa orang terdengar saat Darren berhasil membuat mereka tumbang setelah Darren menyerang titik vitalnya.

__ADS_1


dug dug dug


Darren masih bersemangat untuk berkelahi. Tapi Darren tak menyangka jika mereka banyak sekali. Nafasnya semakin memburu karena kelelahan.


Sebisa mungkin Darren akan bertahan sebelum bantuan datang untuk membantunya. Mengulur waktu dengan cara bertarung.


Kakinya ia gunakan untuk menendang dan tangannya ia gunakan untuk memukul mereka sampai tak sadarkan diri.


Sejujurnya ia tak menyangka jika akan ada penyerangan kali ini, karena hal itulah tadi saat ada anak buahnya yang akan mengikutinya ketika pergi dengan Queen ia melarangnya.


Dor dor dor


Darren juga menembaki mereka agar mundur. Tapi sialnya peluru pistolnya habis. Dan mau tak mau dia harus melindungi dirinya dengan mengandalkan kekuatan.


Darren kembali adu hantam. Tubuhnya yang terlatih tentu saja tidak akan kesulitan hanya untuk menghabisi mereka.


dor


"ah--" karena tidak fokus pada sekeliling, Darren terkena tembakkan tepat di bagian perut sebelah kiri. Darren menoleh dan menatap tajam siapa orang yang telah menembaknya itu "cih- ternyata anjing setia sibreng-sek!!"


Darren mendengus, dia memegang perut yang terasa sakit agar darahnya tak mengucur. Pria tampan itu berjalan mendekati pria yang tengah menatapnya remeh.


Darren berjalan santai menginjak-injak orang yang telah ia tumbangkan seorang diri.


"mau apa kau?! kau akan kubunuh agar nantinya tuan yang akan memimpin black hold!" ucapnya sembari mengangkat senjatanya kembali. Jujur saja, dia merasa takut melihat tatapan Darren. Dia merasa terintimidasi karenanya.


"hahahaha.. kau hanya berbuat hal yang sia-sia karena hal itu tidak akan pernah terjadi!"


Pria yang menjadi pemimpin penyerangan kali ini diam berdiri dengan berani, dia yang memiliki senjata akan sangat mudah menghabisi Darren karena pria itu terluka oleh tembaknya tadi. Dia tentu saja percaya diri dan membiarkan Darren berdiri dihadapannya.


Darren melirik kekiri dan kanan. Masih banyak sekali orang meski ia telah menghabisi hampir sebagian dari mereka. Mereka benar-benar banyak sekali.


"kenapa? kau mulai takut kan?" ucap pria tinggi dan besar yang hanya berjarak beberapa kaki dengan Darren.


Darren yang mendengar hal itu mendengus dan tergelak "takut? cih--"


Pria itu menggeram, dia kesal sekali melihat Darren yang sangat arogant dihadapannya. Padahal tubuhnya dalam keadaan tidak baik-baik saja mengingat dia terluka parah.

__ADS_1


Tangannya kembali ia angkat untuk membuat Darren ketakutan. Dia yang dulunya selalu ditekan oleh tuan Will Keith akan membalaskan dendam ini pada cucunya "kau akan mati pecundang!"


Darren hanya diam, dia menatap pria itu dengan tatapan mematikan "mari kita bertarung! kita buktikan siapa pecundang yang sebenarnya" ujarnya mulai memprovokasi. Agar pria ini mau bertarung dengan menggunakan kekuatan nya sendiri.


"hahaha.. kau bergurau ya? hanya dengan satu pukulan kau akan mati ditangan ku!" ucapnya percaya diri.


Bagaimana tidak percaya diri saat melihat lawannya dalam keadaan tidak baik dan kelelahan sudah bisa dipastikan ia akan menang kan? "tapi.. tak apa, akan kulayani kau! Anggap saja ini adalah sebagai budi baikku menerima permintaanmu yang terakhir"


Darren hanya berdecih dan kakinya memasang kuda-kuda saat melihat pria yang akan ia lawan ini menyimpan kembali pistolnya. Darren akan mengulur waktu sebisanya.


Darren mengusap perutnya yang terasa sakit. Darahnya semakin deras keluar dari luka tersebut.


Pertarungan itu pun terjadi. Mereka tampak seimbang padahal Darren dalam keadaan terluka parah.


"kau boleh juga anak muda" puji pria itu saat melihat kegesitan Darren.


Darren hanya diam dan memanfaatkan kelengahan pria ini. Dia mengangkat kakinya dan dengan gerakan memutar menendang wajah pria itu dengan sangat keras.


"ahhhk--" pekiknya keras sekali ketika mulutnya mengeluarkan darah dan terasa sakit. Dia berludah dan dapat dia lihat jika beberapa giginya patah. "breng-sek kau!!" karena emosi dia mengambil pistolnya dan mulai menembaki Darren.


Darren menghindarinya dengan gesit sembari menyernyit menahan sakit pada perutnya. Kalau orang lain sudah dipastikan telah tumbang saat mendapatkan luka seperti itu, tapi Darren masih bertahan. Hal ini sungguh luar biasa sekali.


Dug


Mata Darren terbelalak saat ada seseorang yang memukul tengkuknya, ia yang hanya seorang diri benar-benar dibantai. Dia jatuh, tapi lutut nya dia gunakan untuk menahan tubuhnya.


"hahaha.. bagaimana Darren Keith?! sakit bukan?"


krek.. krek.. Pria itu mulai membuka pelatuk pistol miliknya kembali setelah memasukkan beberapa peluru. Kemudian mengarahkan pistol tersebut kearah pria yang tampak tak berdaya itu.


"door"


Darren memejamkan matanya saat terdengar suara tembakan menuju kearah dirinya.


***


jangan lupa like komen dan kasih bunga2 cinta 🤗

__ADS_1


__ADS_2