QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
kenapa sekarang?


__ADS_3

Dengan langkah pasti Darren menghampiri sepasang pria dan wanita yang baru saja datang.


Tangannya terkepal erat saat melihat penampilan wanita tersebut. Meski ia akui sangat indah tapi ia merasa kesal saat lekukan tubuh indahnya dinikmati oleh mata para pria disana.


grrep


Tanpa berbasa-basi terlebih dahulu, Darren menarik pinggang ramping wanita itu. Menyentaknya sampai tangan yang tengah melingkar dilengan pria yang ada disisinya terlepas.


Tubuhnya terhentak sampai masuk kedalam pelukannya.


"ahh.." pekik wanita itu yang terkejut saat masuk kedalam pelukan seseorang. Dia yang baru saja sampai diarea pesta merasa sangat kaget akan tindakan tiba-tiba Darren.


Darren memegang erat pinggang wanita cantik ini.


"hey.. Ada apa dengan anda tuan? kenapa mengambil pasanganku?"


Darren menoleh dan menatap tajam seorang pria yang baru saja berucap. Tatapan mata dingin dan mengintimidasi itu sampai membuat pria itu terdiam, dia bahkan mundur satu langkah saat merasa dirinya terancam.


"lepas!" ucap wanita cantik yang masih ada didalam pelukan Darren, tapi bukannya dilepas malah pria tampan itu semakin erat memeluknya.


"kamu berani memakai baju sesexy ini?" tanya Darren dengan nada suara rendah. Dia merasa kesal sekali.


cuuup


Darren mengecup bahu putih dan mulus yang memang terbuka itu dengan lembut. Meski ia marah dia tidak akan pernah kasar padanya.


Blushh...


Wajah gadis itu langsung memerah saat Darren melakukan hal itu padanya. Tangannya terkepal erat menahan perasaan nya yang menjadi campur aduk.


"oi.. Darren! kenapa kau mengambil pasangan orang lain?! dan kau bahkan menciumnya" ucap seseorang yang sedari tadi hanya diam. Dia shok saat melihat sahabat baiknya yang ia ketahui tidak memiliki kekasih itu malah melecehkan seseorang dipesta. Apalagi wanita itu juga datang bersama pasangannya.


"benar! kenapa anda mengambil pasanganku?! marahi dia tuan!" ucap pasangan wanita itu, dia bahkan mendorong Edgar agar mendekati Darren. Dia merasa takut saat tadi ditatap dingin olehnya.


"kenapa kau menyuruhku?! kau ambil sendiri pasanganmu sana!" sekarang Edgar yang mendorong pria itu.


"dia menyeramkan" ucapnya dengan polos, dia bahkan berlindung dibelakang Edgar saat Darren kembali menatapnya tajam.

__ADS_1


"kau kira aku tidak takut apa" begitupun dengan Edgar, dia juga takut jika aura kuat Darren tiba-tiba saja keluar. Tubuhnya juga gemetar.


"ck.. dasar pengecut"


"kau juga bodoh!" Edgar menimpali ucapan pria itu dengan ketus, dia kesal.


"ikut aku!" Darren menarik tangan wanita itu menjauh dari dua pria yang sedang berdebat itu. Dia akan membawa gadis ini ketempat yang sepi.


"ck.. bukannya aku ini pengecut, tapi wajah dia itu menyeramkan sekali. Seperti hantu" ucap pria yang ada dihadapan Edgar itu. "eh-- kemana mereka pergi?" tanyanya saat menyadari jika kedua orang itu tidak ada disana.


"malangnya nasibmu nak" ucap Edgar bersimpati, ia menepuk kepala pria itu beberapa kali. "kau tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sahabatku itu, jadi relakan saja dia!"


"kau gila!"


"hahaha.. banyak sekali gadis sexy disini, ayo kukenalkan dengan seseorang disana" Edgar menarik bahu pria itu agar mengikutinya.


Kalau Darren tertarik dan bersama dengan gadis itu bisa dia gunakan untuk bahan gosip dengan teman-temannya nanti.


Pria itu menoleh kesekeliling "kurasa kakak akan aman bersama dengannya" gumamnya lalu ia mengikuti Edgar yang menariknya menuju kerumunan.


**


Darren melepaskan tangan gadis itu, lalu melepaskan jas yang ia kenakan dan menyampurkan dibahu, ia mengenakannya pada gadis itu.


Tapi hal tak terduga terjadi, jas itu terjatuh karena gadis itu melepaskannya "kenapa? aku suka memakai gaun ini" ucapnya terdengar menantang, ia sekarang melipat tangannya didepan dada dan menatap berani mata Darren yang tajam itu.


Darren berdecak, dia menatap kesal gadis itu "kenapa kamu ada disini?" ucapnya sembari mengambil jasnya. Dia kembali menyampirkan dibahunya, akan tetapi ia berdecak sebal karena lagi-lagi jas itu melunjur kebawah.


"hahaha.. kenapa? apa aku tidak boleh datang kepesta ini? aku juga mendapatkan undangannya loh. Jadi tidak ada yang salah kan jika aku datang" Gadis itu berjalan mendekati Darren sampai tak ada jarak antara mereka, lalu tangannya terulur dan mengusap leher Darren dengan menggunakan jari lentiknya "apa kamu takut jika nanti kepergok sedang bersama wanita lain?" bisiknya didekat telinga Darren. Dia bahkan meniup telinga itu dengan lembut.


Darren menegang, ia merasa tubuhnya semakin panas saat hembusan hangat nafas gadis itu menerpa leher dan telinganya. Apalagi saat jari lentik itu terus menerus mengelus dirinya.


Darren menahan tangan gadis itu yang dengan nakal terus bermain dilehernya. Kalau sampai ia terang-sang bagaimana? "aku tidak akan bersama dengan wanita lain" ucapnya dengan jujur.


"really? lalu bagaimana dengan gadis manis itu? dia disini juga kan?" tanyanya dengan suara yang riang. Seolah ia tak merasa kesal atau apapun, padahal hatinya merasa terbakar cemburu.


Ia tahu jika itu hanya gosip yang tidak benar, tapi tetap saja Queen merasa panas dan marah.

__ADS_1


Darren menghela nafasnya panjang "sayang.. Kamu tahu lah jika berita yang beredar diluar sana adalah berita palsu" ujarnya menjelaskan, dia memeluk pinggang gadis yang memang adalah tunangannya itu. Queen.


Yah.. Darren langsung dapat mengenali gadis yang tadi masuk bersama dengan salah satu adiknya itu. Meski ia mengenakan topeng, tetap saja ia dapat mengenali gadis yang sangat ia cintai ini.


Darren hapal betul lekuk tubuh dan cara jalan Queen, lalu perasaan berbeda saat ia menatap gadis ini. Perasaan yang hanya ia rasakan jika melihat kekasihnya.


Jadi ia tak akan keliru meski tempat itu tidak cukup cahaya untuk dapat melihat dengan jelas.


"berita palsu?"


Darren mengangguk dan kemudian ia memeluk tubuh Queen "I miss you" bisiknya didekat telinga Queen.


"ck.. jangan berbisik di telingaku!" ucapnya sembari mendorong wajah Darren menjauh.


"kenapa?" tanya Darren, dia memberi jarak pada wajahnya agar dapat melihat wajah Queen. Gadis itu masih mengenakan topengnya.


"panas! nanti kau bisa aku terkam loh~"


"pffftt" Darren hampir kelepasan tertawa. "aku mau sekali diterkam olehmu" ucapnya sengaja menggoda gadisnya.


"ish.. nakal!" ucap Queen sembari mencubit pinggang Darren. Dia merasa kesal.


"aw..aw..aw.. sakit honey" keluh manja Darren. Hanya dengan gadis inilah pria dingin ini bersikap seperti kucing manis.


Queen hanya memutar bola matanya malas "aku masih marah ya karena kamu berkencan dengan gadis lain" tangannya terulur untuk memegang topeng yang ia kenakan. Queen akan melepaskannya.


"jangan!" ucap Darren dengan tegas, ia mencekal tangan Queen.


"why?"


Darren melihat kesekeliling, meski terlihat sepi dan tenang Darren tahu sekali jika mereka sedang diperhatikan.


Saat melihat gelagat Darren, Queen juga melihat kesekeliling "apa yang kau cari?"


Darren menggeleng "tidak ada" pria tampan dan gagah itu kembali memeluk Queen. Hampir satu bulan lamanya ia tidak bertemu dengan gadis yang ia cintai ini "i Miss you so much" ujarnya lagi, dia benar-benar merindukan gadis nakal yang ada didalam pelukannya ini.


Darren menatap permukaan air, terlihat gelembung-gelembung yang keluar dari dalam air. "ck.. kenapa harus sekarang?!" geramnya berucap.

__ADS_1


Padahal ia sedang melepaskan rindu dengan gadisnya ini, dan ia juga belum sempat menciumnya "sialan!" umpatnya dalam hati.


__ADS_2