QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
15. Netizen


__ADS_3

Kenan Aldhika Gibadesta. Mendengar nama itu, semua orang sudah tahu siapa sosok dan bagaimana sifat orang bernama belakang Badesta itu. Kenan putra pertama keluarga Badesta, dia anak dari pasangan Bagas Atmaja Badesta dan Kania Rayana Badesta.


Badesta adalah salah satu nama berpengaruh di Indonesia, keluarga tersebut tercatat sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia bahkan Asia. Perusahaan-perusahaan Badesta itu selalu menyita perhatian semua orang. Jangan berani macam-macam dengan salah satu anggota Badesta jika tidak mau badai menerpa hidupmu, itu yang selalu orang-orang ucapkan dan memperingati dirinya sendiri untuk tidak membuat masalah.


Apa yang di lakukan oleh salah satu keluarga Badesta, itu akan menjadi perhatian. Bahkan melakukan hal kecil. Seperti saat ini contohnya, Kenan yang membuat semua perhatian tertuju kepadanya karena dia yang menggandeng tangan Queen dengan lembut. Sesekali cowok itu juga menjahili Queen dengan cara menggelitiki pinggang gadis itu sehingga dia tergelak.


"Teu bisa di percaya da! Si Kenan naha daek coba jeung si Queen?"


"Apa yang spesial dari si Queen-Queen itu sih? Gak ada spesial-spesialnya walaupun di liat dan di teliti lewat sedotan kecil juga."


"Pelet masih berlaku gak sih di zaman yang udah modern ini? Gue curiga tu bocah satu pakek pelet."


"Gue sebagai cowok nih ya mau berpendapat. Kayaknya si Ken cuma liat dari sisi tubuh Queen yang ya... Gue akui berisi."


"Parah sih kalau Kenan cuma tertarik sama tu cewek gara-gara tu cewek bohay!"


"Menurut gue Kenan itu cocoknya sama Kristal atau gak sama cewek pinter yang sekarang lagi pertukaran pelajar di Jepang. Kalau sama yang lagi di gandeng sekarang sih... Nggak banget deh kayaknya."


"Gak ada sempurna-sempurnanya tu si Queen!"


Deg!


Hati Queen mencelos ketika dia mendengar bisikan yang terlalu keras untuk di sebut bisikan itu. Dia berusaha tetap tersenyum meski matanya sudah berkaca-kaca mendengar omongan-omongan pedas yang melukai hatinya yang rapuh itu.


Kenan menatap Queen, dia menatap tajam orang-orang yang berada di koridor sekolah. Dia mendengar semua ocehan-ocehan yang membuat hati gadisnya terluka ini. Dia marah, apalagi waktu mendengar ucapan salah satu murid cowok di sana yang berkata bahwa dia hanya memacari Queen karena tubuh gadis itu? Bejat sekali pikirannya!


"DIAM!"


Hening, semua orang termasuk Queen terkejut ketika mendengar seruan Kenan yang terlihat sangat marah. Queen mengerutkan keningnya bingung, tiba-tiba saja tangannya bergetar.


"Maksud kalian semua apa ngegosipin pacar gue pagi-pagi gini sama omongan SAMPAH kalian, huh!? Gak ada topik pembicaraan lain? Gak punya? Atau gak ada kerjaan!?"

__ADS_1


"Ken udah,"lirih Queen sambil berusaha menggenggam tangan Kenan yang mengepal.


Semua orang diam, mereka sibuk menunduk karena takut. Dan ada sebagian dari mereka yang mengambil vidio secara diam-diam untuk di kirimkan pada admin gosip di sekolah ini.


"Gue coba sabar saat kalian semua ngejelek-jelekin Queen dengan mulut gak guna kalian itu! Gue coba tetap tenang waktu kalian ngomong gue gak pantes sama Queen dan pantesnya sama cewek idola kalian di sekolah ini! TAPI GUE MARAH SAAT KALIAN BILANG GUE PACARIN DAN TERTARIK SAMA QUEEN KARENA CUMA PENGEN TUBUH QUEEN DOANG! Apa yang kalian tau, ******!? Kalian gak tau apa-apa! Kalian gak tau gimana gilanya gue karena mencintai cewek yang kalian hina ini!!"


Air mata Queen menetes membasahi kedua pipi gadis itu, dia merasa sangat di lindungi oleh Kenan.


Nafas Kenan memburu, mata tajamnya menyapu sekitar dan tidak ada yang berani menatapnya. Dia muak dengan orang-orang yang terus menyakiti Queen lewat perkataan tajam mereka. Ucapan itu terkadang lebih menyakitkan jika di bandingkan dengan pukulan atau kekerasan pada tubuh lawan.


Mungkin selama ini Kenan hanya memperhatikan Queen yang selalu bersikap santai bahkan tidak apa-apa ketika ada seseorang yang menjatuhkannya, membullynya.


"Kalau dari kalian ada yang berani macem-macemin Queen lagi! ABIS LO SAMA GUE!"


Semua orang menahan nafasnya, demi apapun ancaman itu membuat mereka ketakutan. Semua orang bahkan masih tegang padahal Kenan dan Queen telah pergi dari hadapan mereka.


Dari jauh ada seseorang yang mengepalkan tangannya melihat bagaima cara Kenan melindungi Queen. Dia tidak terima ini, dia merasa kalah. Dengan cepat dia menggeleng ketika perasaan kalah menyerangnya. Dia tidak kalah, hanya saja dia belum menang.


"Oke, sekarang bahkan sampai beberapa bulan kedepan hubungan kalian adem ayem aja! Tapi liat aja nanti, gue gak bakal diem aja dan ngerencanain sesuatu yang bakal buat kalian sakit! Kristal Terenaya belum kalah Kenan sayang, gue lagi mempersiapkan kejutan yang bakal membuat kalian hancur!"


...||||...


"Stt! Queen,"panggilnya pelan, sesekali mata gadis itu melirik kedepan. Dia memastikan bahwa guru pria paruh baya yang sedang menulis di papan tulis tidak akan terganggu dengan bisikannya nanti.


"Queen,"panggilnya lagi dengan sedikit menyikut gadis di sebelahnya.


Queen sedikit tersentak, namun dia cemberut ketika Dea menatapnya dengan sebal.


"Apa?"


"Jangan keras-keras ngomongnya,"desis Dea sambil melotot.

__ADS_1


Queen meringis pelan, lalu gadis itu mendekatkan jarak kursinya agar lebih dekat dengan kursi Dea.


"Apa?"tanyanya pelan.


Dea berdehem pelan, gadis itu pura-pura menyatat saat guru di depan menengok ke belakang. Saat guru kembali menulis, dia pun menatap Queen yang masih menatapnya dengan polos.


"Lo gak kenapa-napa?"tanyanya pelan, namun terselip nada khawatir di dalamnya.


Queen tercengang, tak lama gadis itu menggeleng dengan senyum lebar di bibirnya. Queen terlihat baik-baik saja, namun tidak menurut Dea.


"Lo kenapa-napa Queen!"desis Dea tajam.


Queen tertawa tanpa suara, kedua alisnya terangkat ketika menatap sahabatnya.


"Lucu banget sih lo De. Lo sendiri yang nanya keadaan gue tapi waktu gue jawab lo malah gak percaya dan bilang gue–"


"Emang nyatanya gitu kan? Lo lagi kenapa-napa Queen. Meskipun kita baru sahabatan, tapi gue ngerasa kita itu punya ikatan persahabatan yang kuat dan udah lama. Gue bisa ngerasain bahwa lo lagi kenapa-kenapa,"paparnya pelan.


"Queen gak ngerti omongan Dea yang berbelit-belit dan muter-muter,"ujarnya polos.


Mata Dea melotot. Sabar, yang di sisinya ini sahabat lemot bin polos dan nyebelinnya. Dia tidak boleh melakukan tindak kekerasan pada sahabatnya sendiri.


"Queen mending nulis lagi aja ya!"desis Dea kesal lalu kembali menulis dengan sebal.


"Yaudah, lagian dari tadi gue nulis kok. Eh lo nya ganggu, jadi deh aksi nulis Queen ke ganggu."


Tenangkan pikiran, sucikan badan Dea! Gue masih waras buat gak nyekek ni orang lemot yang berstatus sebagai sahabat gue, batin Dea.


...||||...


*Translate

__ADS_1


Teu bisa di percaya da, naha coba si Kenan daek jeung si Queen?


artinya; Gak bisa percaya, kenapa coba si Kenan mau sama si Queen*?


__ADS_2