QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
59. Talk


__ADS_3

"Anak kamu mesum juga sama anak aku."


Kenan dan Queen hanya bisa saling pandang ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut David. Kedua remaja itu merasa telah di cekik diam-diam oleh David karena kejadian di dapur tadi.


"Hah? Mesum gimana emang?"tanya Kania yang tidak mengerti apa pun.


David melirik Kenan dengan tajam. "Dia tadi mau cium anak aku."


Mata Kania membulat dan tak lama wanita itu ber 'oh ria tanpa peka dengan wajah masam David.


"Cium doang, kan? Lagian wajar tau kalau cuma ciuman. Kalau lebih, baru tuh kita ngamuk sama mereka."


David hanya mendengus sedangkan Kenan dan Queen sudah saling pandang sambil tersenyum. Mereka tahu kalau Kania akan menanggapinya dengan santai, berbeda dengan David yang menanggapinya dengan berlebihan.


"Pokoknya aku gak suka kalau anak aku ciuman sama pacarnya!"tegas David lalu pergi, sepertinya pria itu ingin ke kamarnya.


Melihat David pergi Queen pun menjadi merasa tidak enak pada Kania juga Kenan, maka dari itu Queen pun tersenyum sopan.


"Maaf banget ya Tante, Ken karena Papa pergi gitu aja."


Kenan tersenyum. "Gak papa, aku ngerti kok. Dia gak suka kalau aku macem-macemin kamu."


Kania hanya bisa memperhatikan pasangan di depannya sambil memakan apel yang di sediakan. Wanita itu gemas sendiri melihat ekspresi anaknya yang terlihat bucin sekali kepada Queen.


"Kalau gitu aku samperin Papa dulu, dia pastinya bakal mogok ngomong kalau gak aku samperin." Queen menatap Kania yang kini menyengir kuda. "Queen ke kamar Papa dulu ya Tante."


"Oke Queen, Papa kamu harus di bujuk supaya gak ngambek."


Queen hanya tersenyum lalu mulai berdiri dan melangkahkan kakinya untuk menyusul sang Papa ke kamar. Dia harus bicara dengan David agar pria itu tidak lanjut marah dan berakhir mengacuhkannya.


Tok, tok, tok!


"Pa, ini Queen."

__ADS_1


David tidak menjawab, pria itu sepertinya marah dan Queen jadi merasa bersalah sendiri.


"Pa, buka dong pintunya. Papa marah ya sama Queen?"tanya Queen dengan nada suara sedikit naik agar sang Papa mendengarnya.


"Papa, Queen pengen ngom–"


ceklek.


"Papa gak kunci pintunya."


Queen meringis saat pintu tiba-tiba terbuka dan wajah datar sang Papa terlihat sangat menyeramkan di matanya. Gadis itu berusaha untuk tersenyum.


"Queen gak tau tuh kalau pintunya gak di kunci,"ucap Queen sambil cengengesan.


David hanya menghembuskan nafas lelahnya, sebenarnya dia tidak apa-apa jika anaknya pacaran, tapi kalau pacarannya seperti tadi yang ada dia tidak rela sendiri.


"Kamu mau bicara apa?"tanya David yang membuat Queen menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


"Queen pengen bicara soal tadi, yang di dapur. Papa jangan salah paham dan marah kayak gini dong."


"Papa tadi mau istirahat, ya?"tanya Queen karena melihat David sudah berganti pakaian menggunakan kaos.


"Iya, Papa kurang enak badan." David menjawab dan itu membuat mata Queen mengerjap cepat.


"Berarti Queen ganggu, ya? Yaudah deh, kalau gitu Queen pergi aja dari kamar–"


David tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Gak usah, sini duduk di sisi Papa."


Menurut, Queen akhirnya duduk di sisi ranjang bersama David. Gadis itu melirik sekilas David yang ternyata sedang mengirim email.


"Papa,"panggil Queen pelan.


David berdehem sambil menyimpan ponselnya di nakas. Pria itu menatap Queen dengan pandangan yang membuat Queen merasa terlindungi.

__ADS_1


"Mau ngobrol apa anak cantik Papa ini, hm?"


"Mau ngobrol soal tadi di dapur, Pa. Queen gak macem-macem kok sama Kenan."


David menghela nafasnya.


"Kamu hampir macem-macem sama Kenan tadi, Queen. Denger ya, Papa itu gak ngelarang kok kalau kamu mau pacaran sama Kenan padahal umur kamu masih 16 tahun. Tapi Papa mohon, pacarannya ya pacaran yang sehat,"ucap David yang berhasil membuat Queen terdiam.


"Queen pacaran yang sehat kok sama Kenan. Jadi papa jangan khawatir, oke?"gumam Queen sambil tersenyum.


David balas tersenyum meski hatinya tak rela.


"Kenapa tadi sampe pojok-pojokan gitu?"tanya David dan hal itu membuat pipi Azella merah.


"Ta–tadi tuh kita lagi baikan, Pa. Gak tau juga deh kenapa posisinya bisa kayak gitu,"jawab Queen sambil menampilkan cengirannya.


"Ck, lain kali jangan gitu lagi. Gimana kalau gak ada Papa tadi, kalian malah kelepasan?"


Queen hanya mengangguk saja. Dia harus menuruti setiap kata yang keluar dari mulut David.


"Papa jangan marah lagi, ya?"


David mengangguk dan dengan cepat Queen pun memeluk tubuh tegap David.


"Queen bakal jaga diri,"gumam Queen tanpa melepas pelukannya.


"Baguslah, Papa harap kamu tepatin omongan kamu itu. Papa sayang Queen,"bisik David yang membuat hati Queen menghangat.


"Queen juga sayang pakek banget sama Papa."


David melepas pelukan putrinya, pria itu mengelus rambut Queen.


"Nanti kita ziarah ke makam Mama, mau?"

__ADS_1


Dengan semangat Queen pun mengangguk.


__ADS_2