
Bibir Queen tidak berhenti untuk menguyah cemilan yang di sediakan oleh pelayan kapal, mata gadis itu menatap Dea dan Andra yang sedang berpelukan sambil tertawa di salah satu kursi panjang yang berada di luar bagian kapal.
Kenan, Tegar dan Verrel tertidur di kamar setelah makan siang tadi. Sebenarnya Queen di tawari tidur bersama dengan Kenan tapi gadis itu menolak dengan alasan tidak mengantuk.
"Queen!"
Kepala Queen mendongak, keningnya mengerut ketika melihat Dea melambaikan tangannya. Setelah meminum jus alpukat yang tadi dia minta akhirnya Queen pun menghampiri Dea dan Andra.
"Aya naon?"
Dea tersenyum lebar sambil mengambil kamera yang menggantung di leher Andra lalu gadis itu menyodorkan kameranya pada Queen.
"Fotoin aing dong Queen,"pinta Dea sambil mengecup pipi Queen kilat.
Queen mendengus lalu mulai memposisikan kamera di depan matanya untuk mulai membidik Dea dan Andra yang bergaya untuk siap di foto. Posisi mereka membuat Queen iri dalam hati, bagaimana tidak? Andra yang memeluk Dea dari belakang dan Dea yang tertawa lepas sambil menengok ke arah Andra.
Cople goals banget!
"Lagi, lagi Queen!"seru Dea heboh.
"Ih gak mau ah! Gue capek,"tolak Queen sambil cemberut.
"Ayo dong Queen, sekali ini lagi aja."
Queen kembali memposisikan kamera di depan matanya, gadis itu mendengus saat melihat gaya pasangan di depannya yang lagi-lagi mesra. Andra dan Dea saling berhadapan dan tangan Dea melingkari leher Andra serta Andra yang mencium kening Dea.
Papa, Queen iri!!!
"Thanks Queen,"ucap Andra sambil mengambil kameranya dari genggaman Queen.
Tanpa Queen sadari, Kenan yang sedari tadi berdiri di dekat pintu masuk untuk ke dalam kapal memperhatikan Queen yang menampilkan wajah irinya ketika memfoto pasangan baru itu.
"Queen!"panggil Kenan sambil melambaikan tangannya bermaksud menyuruh Queen untuk menghampirinya.
Queen menengokan wajahnya ke arah Kenan lalu tanpa menunggu lama gadis yang memakai dress selutut berwarna putih berbahan sabrina itu berlari kecil ke arahnya. Setelah sampai di hadapan Kenan tanpa di duga cowok itu menggendong Queen di depan dan membawanya ke pinggiran kapal dan menurunkan Queen di sana yang masih terkejut.
Dea dan Andra yang melihat itu hanya menggeleng pelan lalu masuk ke dalam kapal, mereka ingin memberikan waktu berdua untuk Kenan dan Queen.
"Kenan mah ih! Jantung aku rasanya mau lompat ini,"seru Queen sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.
Kenan terkekeh, cowok itu berdiri di belakang Queen lalu memeluk pinggang ramping Queen dengan erat. Jangan tanyakan keadaan jantung Queen yang berdegup lebih kencang dari yang tadi. Gadis itu menahan nafasnya kala Kenan menyimpan kepalanya di bahu kanan Queen dan sesekali mengecup bahu terbuka Queen.
"Sekarang kondisi jantung kamu gimana?"bisik Kenan pelan.
__ADS_1
Queen tidak berani menoleh ke arah kanannya karena pastinya nanti jarak wajahnya dan jarak wajah Kenan akan sangat dekat. Pandangan gadis itu lurus ke depan menatap lautan yang terbentang luas di hadapannya.
"Queen jawab ak–"
"I-ini kita...kapan nyampenya sih, Ken?"tanya Queen gugup.
Queen hanya ingin mengalihkan pembicaraan tentang kondisi jantungnya yang sedang berdisco di dalam sana.
"Dua puluh menitan lagi kurang lebih, kenapa emang?"tanya Kenan sambil mengangkat kepalanya dari bahu Queen lalu memilih untuk membalikan tubuh Queen menjadi berhadap-hadapan dengannya.
"Udah gak sabar pengen liat suasana di pulau yang kata kamu bagus itu."
Kenan tersenyum, cowok itu senang melihat wajah bahagia kekasihnya. Tangannya mengelus punggung bawah Queen dengan pelan.
"Aku sayang banget sama kamu Queen,"ujarnya sambil mengelus rambut Queen.
Queen mengembangkan senyumnya, gadis itu melingkarkan tangannya di leher Kenan.
"Aku juga sayang banget sama kamu, Ken."
Dan senyum Kenan mengembang sempurna lalu cowok itu mencium kening Queen dengan waktu yang lama.
...||||...
"***** sejuk banget sumpah!"seru Verrel sambil merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara segar di pulau itu.
"Belegug maneh mah! Kalau nemu pemandangan yang indah itu bilangnya Masya Allah bukannya *****!"cibir Tegar sambil menoyor kepala Verrel.
"Lah tumben otak lo bener,"sahut Andra yang membuat Queen, Dea serta Verrel tertawa.
"Ada apaan sih pada ngakak kayak gini?"tanya Kenan yang tiba-tiba datang.
Disini yang membawa koper hanya Dea dan Queen. Maklum, mereka kan perempuan pastinya barang bawaannya lebih banyak dari pada laki-laki.
"Yaudah kuy kita ke Villa, pada istirahat bentar lagi sore."
Mereka semua akhirnya berjalan masuk ke dalam pulau dan tak lama terpampanglah Villa besar yang di sisi-sisinya terdapat pohon besar. Verrel serta Tegar langsung berlari ke arah kursi yang berada di teras Villa lalu mendudukan bokongnya di sana.
"Eh di sini ada pelayannya kan?"tanya Dea sambil menengok ke arah Kenan yang sedang membuka pintu Villa dengan kunci.
"Ada, tapi gak stay. Mereka bakal datang cuma saat kita pada makan pagi, siang sama sore doang."
"Kenapa?"tanya Queen penasaran.
__ADS_1
"Sengaja, supaya kita semua bisa lebih leluasa liburannya."
Mereka semua mengangguk lalu masuk ke dalam Villa. Kenan mengarahkan kepada Queen dan Dea bahwa kamar mereka ada di tengah-tengah kamar Kenan dan Tegar lalu kamar Andra dan Verrel.
"Kenan!"
Kenan menghentikan gerakan tangannya yang ingin membuka koper milik Queen. Saat ini mereka berdua tengah berada di kamar Queen dan Dea, dan baru saja Queen keluar dari kamar mandi gadis itu sudah di kejutkan dengan kehadiran Kenan yang ingin membuka kopernya.
"Kenapa?"tanya Kenan masih menatap Queen.
"Ngapain kamu buka koper aku?"tanya Queen sambil ikut duduk di lantai dan kembali menutup sleting kopernya.
"Aku mau ngambil charger aku yang di titipin di kamu Queen,"jawab Kenan pelan.
Queen berdecak, dia membuka resleting kopernya lalu membuka penutup kopernya sedikit, saat Kenan ingin mengintip gadis itu langsung menatap Kenan tajam.
"Apaan deh, Queen?"
"Diem Ken matanya! Jangan berani buka koper aku bahkan liat-liat isinya,"ucap Queen sambil kembali merogoh kopernya lalu mengeluarkan charger milik Kenan.
"Ada apaan emang? Kamu bawa bom atom, iya?"tanya Kenan meledek.
"Lebih bahaya dari itu kalau kamu liat bendanya!"ketus Queen yang membuat Kenan tertawa gemas.
Kenan tahu benda apa yang di maksud oleh Queen, tapi cowok itu memilih pura-pura tidak tahu saja agar gadisnya tidak malu.
"Yaudah oke! Eh aku nitip ngecas hp di sini ya, Yang?"
"Hm."
"Queen aku ikut ngecas di sini ya?"tanya Kenan lagi sambil mencolokan charger pada stop kontak yang menempel di sisi tempat tidur lalu cowok itu menyimpan ponselnya di nakas.
"Iya."
"Sekali lagi ngomong 'hm' atau 'iya' aku cium kamu saat ini juga ya, Queen."
Queen kicep, gadis itu mendongakan kepalanya untuk menatap Kenan yang sudah menyeringai.
"Iya silahkan Kenan Aldhika Badesta kalau mau ikut ngecas, aku jagain hpnya kok tenang aja!"
...||||...
Jangan lupa di like juga komen yaaa!
__ADS_1