QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY
tembak


__ADS_3

blubub .. blubub .. blubub ..


Permukaan air yang awalnya tenang mulai muncul gelembung-gelembung yang menandakan jika dibawah air terdapat seseorang.


Darren memeluk Queen sembari memperhatikan permukaan air tersebut.


"sayang.. kenapa kamu melarangku untuk melepas topeng?" tanya Queen sembari mendongak agar melihat raut wajah Darren. Alisnya menyernyit lalu ia mendorong tubuh Darren agar pelukan itu terlepas. Dia hendak menanyakan kenapa wajahnya tampak sedikit waspada.


Tapi sebelum ia bertanya, gadis cantik itu terkejut saat tubuhnya ditarik oleh Darren. Matanya terbelalak saat merasa tubuhnya ambruk kebawah kemudian hal yang membuatnya bertambah kaget adalah suara tembakan menggema menyertai jatuhnya mereka berdua keatas lantai kapal.


huh huh huh


Nafas Queen memburu. Queen tak merasa sakit sama sekali karena Darren sengaja menjadi alasnya saat tadi mereka jatuh. Queen tatap wajah Darren yang tampak biasa saja sekarang "kau sudah tahu jika ini akan terjadi kan?"


Darren menyeringai lalu ia menarik tengkuk Queen. Mel-u-mat bibir tipis yang terasa manis itu sekilas.


Queen yang terkejut hanya diam saja. Dia ngeblank saat tiba-tiba saja dicium oleh Darren. Hal itu sungguh diluar kepalanya karena nyawa mereka saat ini sedang terancam "kau gila!" umpatnya sembari turun dari atas tubuh Darren. Meski terdengar ketus tapi sejujurnya Queen hanya sedang menutupi rasa salah tingkahnya dan jangan lupakan wajahnya blushing seperti tomat itu yang membuatnya merasa malu.


Darren terkikik melihat reaksi gadisnya. Kalau saja Queen tak mengenakan topeng pasti ia bisa melihat raut malu gadis ini yang menurutnya begitu menggemaskan. Darren juga berdiri dari duduknya lalu ia memperhatikan Queen yang tengah berjongkok mengintip keadaan permukaan air.


Darren memeluk pinggang gadis itu dan ikut berjongkok.


Queen menoleh dan menatap jengah pria tampan ini "kau itu modus sekali !" ujarnya terdengar malas.


Darren menahan tawanya karena apa yang Queen ucapkan memang benar, dia sedang modus pada kekasihnya ini. Dia memang masih sangat rindu dan ingin sekali terus memeluk gadis ini "sssttt diam" bisik Darren pada Queen, dia memberi kode agar memperhatikan permukaan air lagi.


Queen memutar bola matanya malas, kemudian ia memperhatikan apa yang Darren tunjukan padanya. "sepertinya cukup banyak" gumamnya dalam hati, lalu ia menoleh dan menyergah Darren.


Karena dalam posisi tidak siap, Darren terjengkang kebelakang. Tangan Queen terulur.


Mata Darren terbelalak saat gadisnya ini membuatnya jatuh terduduk, apalagi tindakan tiba-tiba yang Queen lakukan membuatnya tegang "a-apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Darren saat jari lentik Queen menyusuri dada bidangnya. Lalu tangan itu mulai turun kebawah lalu kesamping.


"eghh" tanpa sadar Darren mengeluarkan des-ahan yang membuat Queen terkejut.


Queen yang tadi tidak memperhatikan wajah Darren mendongak "kenapa kamu mend-esah seperti itu?! kamu bawa pistol kan?!" tanyanya dengan cepat. Sesekali ia menoleh kearah permukaan air.

__ADS_1


Darren mengangguk.


"mana? aku mau lihat" ujar Queen tidak sabaran.


"kamu mau lihat pistolku?" tanya Darren sedikit ragu, lalu ia melirik kebagian bawah tubuhnya.


Queen mengikuti arah pandang Darren, lalu matanya membola saat sadar akan apa yang dilihat oleh kekasihnya itu. Dan sudah ia pastikan apa yang difikirkan oleh Darren. Dia mencubit lengan kekar milik kekasihnya itu "apa yang kau pikirkan?! dasar pria mesum!"


"aw.. sakit sayang" keluh Darren.


"bukan pistol masa depanku itu tuan! tapi pistol beneran untuk menembak! mana? aku minta satu" ucapnya sembari menengadahkan tangannya didepan Darren. Queen memang tidak membawa senjata apapun sekarang.


Wajah Darren tiba-tiba memerah saat menyadari kebodohannya. Lalu ia merogoh senjata yang memang ia persiapkan dari kamar dan menyerahkan salah satunya pada Queen "pegang ini. Lagian aku hanya bercanda tadi" ujarnya terdengar datar dan mencoba tetap terlihat cool. Meski sejujurnya dia hanya sedang berusaha menutupi rasa malunya.


Queen menerima pistol tersebut. Memperhatikan letak gelembung-gelembung yang keluar dari bawah air "kalian mau bermain-main dengan calon pemimpin Tiger White?! mimpi saja sana!" geramnya berucap.


Queen harus benar-benar teliti karena ini malam hari, dia kesulitan untuk melihat dengan jelas karena posisi air dalam keadaan gelap. Mata ia sipitkan untuk melihat target yang akan ia tembak.


Darren yang mendengar ucapan Queen hanya bisa tersenyum, dia memang sangat beruntung memiliki gadis yang sangat keren ini.


Sikap sigap dan tegasnya membuat aura Queen benar-benar bersinar.


krek krek


Queen menarik pistolnya lalu ia mengarahkan pistol kearah air.


dor dor dor dor dor


Beberapa tembakan melesat menuju air. Bibirnya menyeringai saat menyadari targetnya terkena tembakannya. Kemungkinan mereka langsung tenggelam saat nyawa mereka melayang dengan begitu mudahnya.


prok prok prok


Queen menoleh kearah Darren saat pria bertepuk tangan.


"gadisku memang sangat hebat" ucapnya sembari memeluk Queen dari belakang. Dia mengecup bahu Queen yang terbuka.

__ADS_1


"biasa saja" ucap Queen terdengar malas.


"kamu luar biasa. Dan karena hal itulah aku tidak akan takut jika nantinya kamu terluka" ucap Darren terdengar cukup lega. Karena ia tahu sekali jika target mereka saat ini adalah dirinya.


Jika ada yang berhasil mengenali Queen sekaligus Darren tidak akan takut jika gadisnya ini terluka atau digunakan untuk menggertak dirinya. "dan aura yang kau punya serta kemampuan dan keahlian mu memang layak jika nantinya kamu memimpin kelompok Tiger White" batinnya dengan bangga.


Queen bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik.


Queen menoleh kebelakang, dimana Darren yang meletakan dagunya diatas pundak.


"sepertinya mereka telah mundur" ujar Darren membuat Queen kembali menatap permukaan air.


"ya.. Tapi kurasa mereka hanya sedang pemanasan. Dan aku yakin sekali jika nanti akan ada penyerangan yang jauh lebih besar lagi" ucap Queen sembari menatap tajam permukaan air yang terlihat tenang itu.


Darren mengangguk mengiyakan.


"apa kau kemari hanya untuk uji nyali? atau kau mau menguji ada berapa nyawa yang kau punya?" tanya Queen dengan ketus.


Darren terkekeh kemudian memutar tubuh Queen sampai menghadap dirinya "mana mau aku menguji ada berapa nyawa, nyawaku hanya ada satu dan itupun hanya untuk dirimu Queen"


Queen memutar bola matanya jengah saat mendengar rayuan Darren.


"kenapa reaksinya seperti itu sayang, aku serius"


"kalau tahu ada satu kenapa kau sengaja datang kesarang musuh? kau tahu bukan jika pesta ini hanya jebakan"


Darren tersenyum dan mengusap rambut panjang Queen "aku mau menangkap anjing! apa kamu mau membantuku?"


Queen terdiam, dia menatap wajah tampan Darren yang saat ini tersenyum penuh arti padanya.


Dia juga ikut tersenyum "dengan senang hati tuan"


Darren mengangguk dan kemudian menarik Queen.


"eh-- kita mau kemana?"

__ADS_1


"kesuatu tempat" ujar Darren sembari tersenyum misterius. Dia menarik lembut tangan gadisnya.


Queen hanya menurut, dia mengikuti kemana Darren membawanya pergi.


__ADS_2