
Kenan menjalankan motor ninjanya dengan sedikit kencang karena jalanan yang di laluinya sepi. Ini jalanan tikus yang biasa Kenan ambil jika dia ingin cepat sampai ke sekolah.
Mata elang Kenan memang menatap tajam jalanan di depannya, tapi pikirannya melayang pada Queen. Dia masih memikirkan keberadaan Queen yang sekarang tidak di ketahuinya.
Kenan juga sedikit pusing ketika Kania terus mempertanyakan Queen. Cowok itu juga harus berbohong kepada Mamanya soal Queen yang pergi dari Apartmen karena ulah Kenan sendiri. Tapi untungnya saat ini Kania serta Bagas dan Keano akan pergi ke luar negri. Mereka akan berkunjung ke rumah Oma Kenan yang berada di Kroasia karena Oma Kenan kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Mereka akan menetap di sana selama 2 bulan.
Kening Kenan sedikit mengerut ketika melihat seorang gadis berseragam putih abu yang tengah berdiri di pinggir jalan bersama pria berseragam hitam yang Kenan yakini supir sang gadis. Cowok itu mendadak mengerem motornya ketika tahu bahwa sosok gadis itu adalah Givani.
"Givani?"
Gadis itu menoleh pada Kenan. Matanya membulat ketika melihat keberadaan cowok itu.
"Kenan!"
Kenan membuka helm fullface nya, cowok itu sedikit membenarkan letak rambutnya. Bibirnya tersenyum tipis ketika tahu bahwa tebakannya benar. Gadis itu adalah Givani, Adik kelas sekaligus sahabat pacarnya.
"Ngapain berdiri di pinggir jalan gini?"tanya Kenan tanpa beranjak dari motornya.
"Mobil gue mogok. Supir udah coba benerin tapi gak bisa-bisa, dan akhirnya kita lagi nunggu orang bengkel yang di telpon Papi gue."
Kenan mengangguk-angguk, cowok itu menatap jam di pergelangan tangannya. Sekitar 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi, dan pastinya Givani akan terlambat jika menunggu orang bengkel.
"Naik ke motor gue."
Kening Givani mengernyit, matanya mengerjap-ngerjap bodoh. Dia takut salah dengar dengan apa yang di ucapkan Kenan tadi.
Sementara Kenan, cowok itu merasa bingung sendiri ketika melihat gadis cantik incaran semua murid laki-laki di Garuda malah melamun sambil menatapnya dengan bodoh.
"Hey! Kenapa ngelamun? Tiga detik lo gak naik ke motor gue, gue tinggal ya!"ucapnya yang berhasil membuat Givani tersentak.
Gadis itu dengan terburu-buru naik ke motor besar Kenan walau sedikit kesusahan. Dia berkali-kali ingin naik tapi roknya malah tersingkap sehingga memperlihatkan paha mulus gadis itu. Kenan yang melihatnya pun hanya bisa mendengus, dengan cekatan Kenan membuka tasnya, lalu dia membuka jaketnya dan memasang tasnya lagi. Dia membalikan badannya kebelakang, tak lupa dengan tangan yang menyodorkan jaketnya.
"Nih, pakek jaket gue."
Tanpa bisa di cegah senyum hadir di bibir Givani, gadis itu menerima jaket pemberian Kenan dan melingkarkan di pinggangnya. Dia naik ke motor Kenan dengan berpegangan pada bahu cowok itu.
"Pak, gapapa kan saya pergi sama temen saya ke sekolahnya?"
Supir pribadi Givani hanya mengangguk sopan sambil tersenyum. Tak lama motor Kenan pun melaju dengan lumayan kencang sehingga tanpa sengaja Givani memeluk pinggang cowok itu.
"Ken jangan ngebut!"
__ADS_1
"Lima menit lagi bel masuk. Pegangan aja supaya lo gak jatuh!"
Jantung gue!!!
...||||...
Queen turun dari angkot yang di naikinya untuk sampai ke sekolah, gadis itu sedikit berjalan cepat agar sampai di koridor sekolah. Tapi langkah kakinya terhenti ketika matanya menatap segerombolan cowok yang sangat dia kenali tengah berkumpul di motor... Kenan.
Kening Queen mengernyit ketika melihat Kenan yang sedang tertawa kepada Givani. Kenapa mereka terlihat sangat akrab? Pandangan Queen tertuju pada jaket Kenan yang melingkar di pinggang sahabatnya itu.
Ada apa?
Entah kenapa perasaan cemburu serta marah terasa hinggap di hati Queen. Seharusnya gadis itu tidak merasakan ini semua, Givani adalah sahabatnya. Dengan kesal dan berpura-pura tidak melihat gadis itu pun melangkahkan kakinya melewati Kenan, Givani dan sahabat-sahabat Kenan.
Gadis itu tersentak kaget ketika sebuah tangan mencekalnya dari belakang dan dia menyentak tangan itu yang ternyata milik Tegar. Matanya menatap marah Kenan dan Givani yang menatapnya dengan pandangan terpaku.
"Queen! Ya ampun lo kemarin kemana? Kita semua nyariin lo,"seru Tegar heboh.
"Gue mau ke kelas Kak,"lirih Queen sambil menatap Tegar dengan pandangan memohon.
"Kalem Queen. Guru-guru pada rapat, jadi gak akan bel masuk dulu,"sahut Verrel sambil menyengir kuda.
"Gue mau ke kelas Kak,"ulang Queen sambil mencoba berjalan namun suara Kenan menghentikannya.
"Ikut aku Queen."
Kenan turun dari motornya, dia berusaha memegang tangan Queen tapi gadis itu malah menjauhkan tangannya.
"Queen,"panggil Givani.
"Apa?"tanya Queen datar.
Givani menelan ludahnya, dia takut Queen marah padanya.
"Queen soal jaket Kenan tadi gu–"
"Gue gak mau tau!"potong Queen ketus.
Semua orang menatap Queen dengan bingung. Mereka bingung kenapa Queen yang di kenal ramah menjadi sosok ketus seperti ini.
"Queen gue minta maaf,"ucap Givani sambil berjalan kehadapan Queen.
__ADS_1
Alis Queen naik sebelah, gadis itu menatap Givani dengan dingin.
"Kenapa minta maaf? Ngerasa punya salah sama gue?"tanyanya tajam.
Mata Givani mengerjap-ngerjap, tenggorokannya terasa kering ketika ingin menjawab pertanyaan Queen.
"Queen ikut aku!"desis Kenan sambil menarik tangan Queen tapi gadis itu lagi-lagi menghindar. Dan tanpa sengaja Kenan malah menarik syal putih yang melingkari leher gadis itu.
Semuanya terkejut ketika melihat tanda kemerahan yang jumlahnya tidak sedikit terlihat samar di leher putih Queen. Mata gadis itu berkaca-kaca ketika melihat pandangan sahabat-sahabat Kenan. Dia malu, dan dengan cepat dia menarik syal yang berada di genggaman Kenan. Gadis itu berlari ke koridor dengan air mata yang mulai bercucuran di kedua pipinya.
"Aku benci kamu, Ken."
...||||...
Kenan menatap kepergian Queen dengan mata terbelalak, cowok itu jelas terkejut ketika melihat tanda yang di buatnya di leher gadis itu.
"Ke-Ken... kayaknya Queen marah deh sama gue,"ujar Givani pelan.
"Cemburu tuh si bocil,"sahut Verrel yang sejak tadi diam.
Givani dan Kenan sontak menatap Verrel dengan pandangan bingung.
"Cemburu?"gumam Kenan.
Verrel mendelikan matanya, dia sebenarnya ingin sekali memaki Kenan yang sangat brengsek pada Queen. Hati Verrel rasanya tercubit ketika melihat tanda itu di leher Queen. Padahal Kenan pernah berbicara bahwa dia takan pernah mengecewakan Verrel. Masih ingat?
"Givani tadi pakek jaketnya lo kan? Lo gak liat tadi mata Queen yang ngeliatin pinggang Givani dengan pandangan gak suka? Dia gak suka jaket lo di pakek cewek lain, meskipun kita semua tau cewek lain itu adalah sahabatnya Queen. Tapi ya tetep aja! Cewek mana yang gak marah ngeliat jaket cowoknya di pakek sama cewek lain?"jelas Verrel emosi.
Kenan termenung. Dalam hati dia berteriak karena pusing dengan masalah baru yang menimpanya ini.
"Tapi kan Kenan minjemin jaketnya sama gue supaya paha gue gak di liat sama orang tadi,"ucap Givani mencoba membela diri.
"Perasaan Queen lagi sensitif dan sebagai sahabatnya lo harus tau itu,"timbrung Andra datar.
Givani terdiam, matanya menatap tanah di bawahnya dengan pandangan sulit di artikan. Gadis itu memikirkan kata-kata Andra tadi.
Lagi sensitif sih boleh, tapi jangan cemburuin gue gitu juga dong! Ihs, kok gue kesel sendiri sih?
...||||...
Kayaknya Givani suka deh sama Kenan:))
__ADS_1